Wednesday, 26 September 2012

Tips Memilih Vendor Pernikahan

Image from: crazyweddingideas.com
Dari pengalaman gue ketemu berbagai macam vendor dari yang baik hati dg memberikan banyak kemudahan dan bonus, yang suka maksa-maksa sampe nelponin atau sms gitu, yang cueeek-juteeek-bebeeek, sampe yang not respon... Gue punya berbagai tips:

1. Langkah pertama, cari sebanyak-banyaknya vendor yang lo mau dalam artian masih satu garis linear yah. misalnya lo cari bridal dengan budget 18juta-25juta, diluar itu lo singkirin duluu.

2. Langkah kedua, lo lihat testimoni, review-review, atau referensi dari  orang-orang yang pernah pakai jasa mereka. Terima semua input yang masuk, baik yg bagus banget-bagus-sampai mengecewakan trus di generalisir deh, tapi lo gak boleh telen mentah-mentah review tsb kalo sampai detik itu lo masih pengen banget, at least buat ngedatangin vendor tersebut.

3. Langkah ketiga, udah tambah dikit doong dari hasil eliminasi sebelum-sebelumnya? nah, kali ini baru lah boleh lo teleponin, email mereka untuk tanya-tanya atau minta price list. Lo gak usah tanya banyak-banyak, yang penting hal-hal utamanya udah lo tanyain duluan, misalnya kalo tanya ke pengelola gedung pertemuan adalah sbb: 1) Sewa gedung saja atau sudah siapin paket wedding? 2)Kapasitas muat berapa orang?3)Tempat parkir luas tidak? 4)Harga deh, trus berlanjut ke price list.

4. Langkah keempat, pasti pas moment lo hubungi vendor-vendor tersebut, gak jarang lo akan menemui vendor yang cuekk-jutekk-bebeekk, dan kalo gue sih udah langsung gue DELETE dari list, walaupun cuma masalah sensitifitas gue seorang dan gak peduli lagi deh gue soal seberapa inginya gue untuk pakai vendor itu tadinya, karena gue tipe orang yang suka diperlakukan dan memperlakukan orang sebaik mungkin (Catet). Prinsip gue, walaupun kita sekarang cuma tanya-tanya doang dan bukan untuk waktu dekat, kalo kita dilayani dengan baik, pasti saat gue butuh gue akan selalu ingat vendor tersebut. Langkah ini intinya cuma masalah like and dislike aja sih.

5. Langkah kelima, setelah lo dapat price list atau setidaknya berhasil mendapatkan gambaran mengenai kefelexible-an vendor tersebut (mulai sifat irit-pelitnya muncul... hahahahaaa) baru deh buat janji ketemuan. Dari hasil ketemuan itu, lo bisa nilai sendiri apakah vendor ini layak gue jadikan salah satu bagian pendukung acara kita...???

6. Selanjutnya, terserah anda... kalo udah mantap yaa tinggal di-deal-in aja dan susun skema pembayaran serta nego bonus-bonusnya atau kalo masih butuh second opinion jangan ragu buat tanya-tanya, terutama sama nyokap lo :)


Dan gue yakin kok, dari langkah kesatu sampai kelima, kuantitas vendor yang lo list akan sedikit demi sedikit tercoret dan keluar dari list lo dengan berbagai alasan, setidaknya dengan cara seprti yang gue lakukan diatas gue belajar untuk lebih:
1. Rasional, otak gue diajak bekerja keras untuk membandingkan vendor ini dengan vendor itu antara kualitasnya dan harganya, apakah termasuk wajar atau tidak wajar
2. Bijak dan Cermat, karena gue udah mulai bisa berpikir rasional, hasilnya adalah gue akan jauh lebih bijak  dan cermat dalam mengambil keputusan, lebih bisa milih mana yang paling menguntungkan, mana yang hanya janji doang, mana yang bisa mengecewakan, walaupun pengorbanannya cuma ratusan ribu doooang :P
3. Dewasa, kalau yang ini akan terbentuk sendirinya.. :)

Cukuplah ya, tips gak penting dari gue. Kalau masih butuh penyegaran, boleh ini mampir ke link ini (klik) atau yang ini (klik).
Semoga berguna, selamat berpusing-pusing ria nyari vendor ^^

No comments:

Post a Comment

Sampai Nanti

Hola semuanya,  Entah sudah berapa lamanya ya gak nulis disini. Sudah ganti bulan banyak banget, malah sudah ganti tahun juga.  Gue j...