Tuesday, 29 March 2016

Penyelidikan Kanonik

Tanggal 26 Maret 2016, gue dan L akhirnya telah melewati satu tahapan lagi di dalam persiapan perkawinan gereja Katolik, yaitu penyelidikan kanonik. Semestinya jika nggak terjadi miskomunikasi antara Sekretariat dan kami, kanonik sudah dilangsungkan dua minggu lalu. Hal ini terjadi karena pihak Sekretariat lupa kabarin kami soal jadwal ini. Tau-tau pas hari Sabtu pagi gue ditelepon aja sama mereka lalu ditanya kok belum sampai kan ada agenda kanonik. Gue kaget donk dan bilang enggak ada konfirm sebelumnya, nanya ke L juga dia gak dikonfirmasi. Akhirnya mereka minta maaf karena mis-kom ini dan janji ngabarin kita setelah Romo memberikan jadwal kanonik yang baru untuk kita.

Akhirnya seminggu setelah insiden mis-kom itu, gue dikabarin jadwal kanonik yang baru. Senang banget rasanya tapi sekaligus degdegan. Senang karena akhirnya kanonik juga dan degdegan karena takut, pertama takut gak berjalan lancar dan yang kedua yaitu takut kalau Romo gak bisa/bersedia memberkati kami nanti :( Oke itu cuma kekhawatiran gue pribadi aja sih.




Agenda kanoniknya mulai jem 8 pagi tapi jam setengah 8 kita udah sampai lalu bergegas lapor ke Sekretariat. Jam 8 tepat, kita diarahkan untuk masuk ke ruangan Romo. Diawali dengan beramah-tamah dengan Romo lalu berdoa, btw gue yang diminta pimpin doanya. Selanjutnya giliran gue yang pertama untuk menjalani penyelidikan ini, L diminta nunggu diluar :p




Setelah melakukan sumpah diatas Injil bahwa semua yg gue katakan adalah benar dan jujur, selanjutnya yang gue ingat, kalimat pertama yang disampaikan Romo ke gue adalah "Sekarang yang kamu rasakan disini?" Ya gue jawab kalau gue takut gak berjalan lancar hahaha... Cupu banget deh. Romonya cuma senyum-senyum aja dan bilang gak usah tegang karena ini bukan introgasi atau apa gitu. 

Singkatnya gue ditanya-tanya beberapa pertanyaan soal hubungan gue dengan L gimana, apa yang mengesankan, seberapa mengenali sifat baik/buruknya, lalu terakhir ngomongin soal keluarga kami nanti dimata gue akan seperti apa? Juga disinggung mengenai pengalaman doa bersama Tuhan dll, yang bikin gue terharu biru *untung gak sampe nangis*



Setelah bagian gue selesai, sekarang giliran L yang masuk ruangan Romo. Gua nunggu di luar sambil nerka-nerka kira2 L ditanya apaan aja ya hahaha... Setelah 45menit (lebih lama dari gue - cuma 30 menit), akhirnya L keluar dan ajak gue masuk ke ruangan Romo. Kita diajak diskusi intinya dan terakhir sebelum kita ngomong, Romo sudah keduluan nanya siapa Pastur yang akan memberkati kita. Kita jelaskan bahwa kita meminta Romo untuk memberkati kita dengan alasan yang pernah gue bahas sebelumnya. Puji Tuhan Romo bersedia dan jadwalnya kosong :)

Rasanya lega banget deh....

Romo juga nanya kita pakai WO apa enggak, kita bilang enggak. Lalu dia bilang oh kalau mau pakai di resepsi saja di gereja gak perlu ya... Alasannya sama kayak yang pernah diungkapkan Romo dari gereja St.Monika saat kami KPP lalu *gak perlu dijelasin lebih detail ya alasannya apa*

Untuk berkas hasil Kanoniknya, kami dipesankan untuk antar sendiri ke Sekretariat St. Monika. Mengenai waktu pengambilannya nanti dikabari sama sekretariat Gereja St. Gregorius Agung.

Penyelidikan Kanonik pun ditutup dengan doa yang dipimpin L *ciehhhh...baru pertama kali ini loh dia pimpin doa*


Sebelum pulang, kami pamitan dulu sama pihak Sekretariat gereja sambil ucapin terima kasih karena udah bantuin kita. Eh kita juga minta diemailin draft buku panduan Misa Sakramen Perkawinan yang udah disusun sama Romo, walaupun sebelumnya Romo pesan kalau beliau gak masalah jika ikutin kebiasanan di Gereja St. Monika termasuk soal buku teks misa. Tapi kami bilang, alangkah lebih baik kalau kami tanyakan dulu ke Sekretariat sana baiknya gimana.

Well, akhirnya satu tahapan selesai juga dan Puji Tuhan lancar. Kalau gak ada campur tangan Tuhan, pasti gak mungkin terjadi. 

***

Ohya yang nanya kira-kira L ditanya apa aja sama Romo, gue gak bisa jawab soalnya dia juga gak boleh cerita sama gue (katanya udah disuruh janji sama Romonya) jadi biarlah menjadi rahasia ya hihihi... 

Buat teman-teman yang juga sedang mempersiapkan pernikahan khususnya secara Katolik, alangkah baiknya jika kita juga menaruh perhatian besar dan serius kepada terlaksananya Sakramen Perkawinan secara liturgis di gereja. Intinya agar bisa berjalan indah dan mengesankan ^___^

3 comments:

  1. Wah.. waktu g kanonik ga ada tuh disuruh janji sama Romonya. G dan Mr. A wkt tu mah saling cerita2 gitu. hehehe.
    Dan Romonya jg ga ada tanya2 gitu mau sama Romo siapa dan ada WO ga dll.
    Wkt g kanonik jg ga ditlp in pihak sekretariat tp g yg tlp tny sndr sih ke sana.
    Tapi emang abiz kanonik itu paling legain. Means tinggal pengumuman pernikahan dan....one step closer lagi dah. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda ya Shal, tergantung Romonya masinh-masing ya berarti. Kalau nanya jadwal kanonik memang kayaknya kita harus aktif juga deh supaya pihak sekretariatnya bs bantu ingetin Romo nya juga.

      Iya pengumuman pernikahan bakal diterbitin di warta gereja/diumumkan tiga minggu sebelum hari H ya...

      Delete

Sampai Nanti

Hola semuanya,  Entah sudah berapa lamanya ya gak nulis disini. Sudah ganti bulan banyak banget, malah sudah ganti tahun juga.  Gue j...