Saturday, 5 March 2016

H-3 bulan: Belum Cetak Undangan

Kaget gak baca judulnya?

Biar gue jelaskan dengan panjang lebar dan sukarela mengenai alasan kenapa sampai H-3 bulan kurang, gue belum cetak undangan. Jangan pun cetak undangan ya, ngedesain undangan, bahkan pilih vendor undangan aja belom *garuk-garuk tembok* 

Semua berawal dari, semua Romo di St. Monika - Gereja tempat kami akan melangsungkan pemberkatan pernikahan, tidak available di tanggal wedding kami. Kenapa? karena menurut Mas Joko (Bapak Sekretariat yang gaul dan baik hati) bahwa setiap sabtu pertama di awal bulan biasanya para Romo akan menghadiri rapat yang tidak dapat dihindarkan. Alhasil, gue dan L jadi galau, tapi tetap masih enak makan, enak tidur. L sampai konfirmasi langsung ke Romo dan memang jawabannya gak bisa, kita diminta cari Romo dari luar jika ingin tetap melangsungkan pernikahan di St. Monika. 

L pun berusaha untuk tanya-tanya ke temannya soal ini, lalu direferensiin untuk coba menghubungi salah satu Romo di Paroki St. Laurensius Alam Sutera, tapi kami kesulitan untuk menghubungi beliau, setelah konfirmasi ulang ke sekretariat ternyata beliau sedang berada di luar kota. L lantas gak habis akal, kebetulan gue masih tercatat sebagai umat Paroki St. Gregorius Agung (walaupun sekarang sudah pindah domisili) dan ketentuannya gue dan L akan kanonik di Paroki ini dan kami pun dapat memohon ke Romo yang akan melakukan penyelidikan kanonik untuk dapat memberkati pernikahan kami nanti. Tadinya kami pikir, ngomongin ke Romonya pas kanonik aja, tapi gue kaget dong pas Mba Itha (Sekretariat St. Gregorius Agung yang ramah sekali dan informatif banget) bilang kalau kemungkinan kami kanonik itu bisa sehabis Paskah, oh noooo..... Akhirnya kami baru atur janji ketemu sama Romo Paroki St. Gregorius Agung minggu lalu saat menyerahkan berkas kanonik, yang artinya kami pun belum tahu kapan bisa ketemu sama Romonya karena memang jadwal ketemunya ditentukan dari pihak Romo sendiri. Sekarang, jujur banget gue sama L lagi H2C nunggu kapan bisa ketemu sama Romo, Tuhan dengarkanlah doa kami ini....

Saban hari L selalu bilang ke gue untuk sabar dan percaya kalau gak ada sesuatu yang terlalu cepat ataupun terlambat, jika Tuhan berkenan semuanya akan dibuat tepat waktu. Itu yang selalu gue ingat terus agar semakin semangat dan gak mudah kepikiran (baca: stress). L bilang kalau insting dia berkata, Romo di Paroki gue akan dengan senang hati bersedia memberkati pernikahan kami di Gereja St. Monika nanti. Semoga aja benar ya.... Amin.

Terlepas dari problematika diatas, hari ini gue ajak L untuk cari vendor undangan. Dari awal gue emang udah membatasi pilihan untuk vendor yang satu ini, cari yang dekat-dekat aja jadi follow up nya gampang. Berbagai nama vendor gue kantongi diantaranya ada: Yanti Card (ternyata udah pindah ya), Julia Printing (belum sempat didatangi), dan Royal Card. Hari ini kita go show ke showroomnya Royal Card di Vila Melati Mas. Beruntungnya kami, pas sampai showroom (yang juga sekaligus rumah) ownernya baru aja pulang. Langsung diajak masuk ke showroomnya, lihat-lihat undangan, dijelasin harganya, dll - kami dapat harga Rp 8.500,- untuk undangan double hardcover ukuran 10x21cm (cetak satu warna, poly satu bagian, thank you card, dan plastik). Btw, itu harga undangan paling murah yang kami tanya yah dan karena gak ngerti soal undangan jadi kami masih mau cari beberapa pembanding yang lain. Mungkin ada yang mau kasih masukan, kira-kira harganya worthed apa enggak? hehehe...

Sebelumnya, gue juga sempat cari-cari di Instagram dan menemukan beberapa contoh undangan model rustic yang gue banget, L juga suka sama desainnya. Tapi sayang  gak masuk budget hehehe... Ada dua vendor yang contoh-contoh undangannya gue tampilkan disini, pertama yaitu @lovely_card yang memang menurut gue desain mereka cukup bagus. Kedua adalah @notoco_print yang hanya menjual jasa cetak, jadi untuk desainnya dari kita. Ada juga Sentimeter Card yang juga desainnya gue suka, udah nanya-nanya memang harganya agak tinggi dikit untuk model yang gue mau, walaupun gak semahal lovely sih hihi, cuma mereka gak bisa kerja mepet gitu karena finishing kartunya lama.











Untuk undangan model Rustic gini kertas yang digunakan memang beda jenisnya, mirip kertas daur ulang gitu. Tapi jangan salah, jatuhnya jadi lebih mahal daripada pakai kertas undangan pada umumnya. Apakah nanti undangan gue bakal mengusung konsep rustic apa enggak, ya balik lagi ke budget hehehe... 

Ohya, gue juga ketemu satu vendor undangan lagi nih. Nama vendornya dirahasiakan dulu ya, intinya sih gue langsung tanya aja range harga dia berapa, trus gue kasih tau budget gue berapa, dan dari budget gue kira-kira dapat wedding card yang kayak gimana. Setelah WA cukup panjang, gue dan L sepakat ketemu vendor ini besok sore. Walaupun memang vendor ini belum lama sih bergerak di dunia cetak-mencetak undangan, cuma gak ada ruginya deh nanya-nanya dulu karena siapa tau aja berjodoh pakai jasa mereka, ya kan?

Sekian tulisan (sekaligus curahan hati) kali ini, semoga semuanya berjalan baik sesuai dengan semestinya. Amin :)

9 comments:

  1. Ga kaget kok krn uda tau.. wkwkwkkwk.. ga penting bgt ya komen g n ga membantu. Hihihi.. btw gbr yg pertama bagus tat yg lovely card yah. Hari ini ud pilih poto lom ? Wa lg donk potonya.. ga sabar liat yg model lain.. hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha....
      Iya gue juga demen yang lovely itu. Belom dikabarin nih buat pilih foto, katanya semingguan sih hihi...

      Delete
  2. Amenn smoga lancarr yaa ^-^
    God bless you cci :)

    Ce, follback blog aku dong. Aku udh follow blog cci

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, makasi doanya ;)
      Iya nanti aku follow back di google+ ya, tunggu buka laptop dulu hehehe

      Delete
  3. Amenn smoga lancarr yaa ^-^
    God bless you cci :)

    Ce, follback blog aku dong. Aku udh follow blog cci

    ReplyDelete
  4. wooow kak nic udah lama gak mampir kesini, hihihi semoga lancar jaya yah kak nic. btw itu santa monica yang di bsd yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Re hehehe, betul sekali lokasi gerejanya di BSD. Satu komplek sama sekolah St. Ursulla.

      Delete
  5. mefet yaa tat..
    Yanti card beneran udah pindah ya tat? udah gak di kavling?

    ReplyDelete
    Replies
    1. *hela nafas*
      Iya nih teng, mohon doanya ya. Supaya lancar segala sesuatunya....
      Gue gak hubungin mereka jg sih teng, tp kl dr ancer2 yg lo kasih kynya emang gak ada kios undangan di kavling...

      Delete

Sampai Nanti

Hola semuanya,  Entah sudah berapa lamanya ya gak nulis disini. Sudah ganti bulan banyak banget, malah sudah ganti tahun juga.  Gue j...