Tuesday, 28 June 2016

[Edisi Honeymoon] : Ubud - Bali - Bag.1

Hayooo ngaku, siapa yang menunggu-nunggu postingan soal honeymoon kami *ih dasar kepedean* hihihi... Sengaja sih ditulis belakangan setelah episode review vendor selesai sudah, padahal sebenarnya masih ada beberapa topik soal wedding yang mau dibahas, cuma kayaknya selang-seling aja sama topik lain kali ya biar yang baca gak bosen hehehe....

Yang pernah baca tulisan gue sebelumnya, pasti udah tau ya kalau destinasi honeymoon kami tadinya tuh ke Labuan Bajo, tapi H-1 minggu malah banting stir alias berubah tujuan. Gak berubah total sih, karena dasarnya memang kami udah beli tiket AA dari Jakarta ke Denpasar, yang mana kalau jadi ke Labuan Bajo kita tinggal tambah beli tiket Denpasar-Labuan Bajo. Singkatnya, gue sempat sedih dan kecewa sih karena gak jadi ke Labuan Bajo, tapi dipikir-pikir ada untungnya juga kami gak honeymoon kesana karena ombaknya lagi tinggi banget dan kami baru tau dari Kapten kapal yang tadinya kapalnya mau kami sewa, bahwa di Pulau Padar ada komodo. Ihiyyyy,... seram banget ya! musti waspada berkali-kali lipat nih.

Kami berangkat hari Senin, 6 Juni 2016 dengan penerbangan paling pagi *gak mau rugi, tiketnya murce soalnya hahahaha* perjalanan di udara terbilang lancar, walaupun gue sempat sakit pinggang karena kursi pesawatnya gak enak beud hahaha... Sesampainya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, L langsung menghubungi Pak Wayan Santika - owner Bali Mutia Rental, untuk janjian ketemuan ambil mobil rentalan yang akan kami sewa selama 3 hari kedepan (self driving). Kita dikabari bahwa yang akan antar mobil kita namanya Pak Kadek. Surprisingly, pas lihat mobilnya ternyata kami dapat Toyota Agya padahal sebelumnya kita deal sewa Daihatsu Ayla. Beruntungnya lagi mobilnya masih tergolong baru jadi selama nyetir gak ada keluhan berarti dan yang paling penting bersih hihihi... Untuk kebersihan ini, si L cerewet banget deh ke Pak Wayan, soalnya dulu kita pernah sewa mobil juga sama beliau dan mobilnya kotor, wuekkk!


Tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai - Bali

Sewa Agya cuma Rp 180.000,- per hari - very affordable, kan?

Setelah serah terima mobil sewaan, kami langsung meluncur cari sarapan :) gue langsung merekomendasikan supaya L nyetir ke arah Tuban - Kuta karena banyak yang jual sarapan pagi disana. Pertama, gue rekomen buat sarapan bubur di Laota tapi ditolak sama L dan yang kedua, gue rekomen ke Nasi Pedas Bu Andika, dan dia langsung setuju...


Sarapan Pagi di Kuta - Nasi Pedas Bu Andika

Nasi pedas Bu Andika yang katanya endeuss itu....

Piring kiri punya gue, isinya ada: Ikan teri, usus goreng tepung, dan oseng buncis - tanpa sambel :( lagi diare soalnya.
Piring yang kanan punya L, sisinya ada: Orek tempe, mie goreng, sayur tahu, dan sambel. L bilang sambelnya enak banget.

Harga yang kami bayar untuk sarapan enak dan mengenyangkan ternyata cukup terjangkau loh. Seporsi makan gue dihargai Rp 24.000,- dan satu porsi makanan L dihargai Rp 19.000,- kita juga pesan es teh manis yang sudah kita bayar duluan pas minumannya tiba, harganya lupa huehhehee....

Nasi Pedas Bu Andika
Buka 24 Jam
Jl.Raya Kuta, Gg.Kubu, No.120C, Badung, Kuta - Bali.

Setelah isi perut, kami nostalgia dikit nih - padahal sebenarnya mau isi waktu sambil nunggu jadwal check in di hotel hehhehe... Jadi kami putuskan untuk muter-muter ke Legian, Kuta dan Seminyak yang masih sepi, masih pagi gitu loh!


Foto dari balik kaca mobil, hasilnya burem deh :(

Kira-kira jam 12 siang, kami tancap gas menuju Ubud. Jalanan menuju Ubud lancar banget dan sesampainya di hotel kami, ternyata kami masih belum bisa check in karena kamarnya belum siap. Akhirnya daripada manyun nungguin kamar, kami memutuskan untuk ngebolang di Ubud.


Museum Antonio Blanco (The Blanco Renaissance Museum)

Kunjungan ke Museum memang jadi salah satu agenda kami, walaupun gak semua Museum yang ada di Ubud mau kita kunjungi semuanya hahahaha *lalu lebih berasa kayak study tour dari pada honeymoon* Dari hasil baca-baca di internet akhirnya terpilihlah Museum Antonio Blanco yang masuk ke itin kami. Sesampainya kami di pintu masuk Museum, awalnya agak binggung loh, kok museumnya gak terlihat ya dari depan hahahaha, ternyata kami harus melewati jalanan menanjak dulu untuk sampai ke depan Museumnya. Setelah sampai tempat parkir wow, bagus deh pemandangannya. Gak heran soalnya letak Museum ini memang diatas jadi pemandangan sungai dan jembatan di bawahnya terlihat jelas.


Papan petunjuk :)

Kami ambil foto ini pas jalan pulang, terlihat ya kalau pas perginya kita harus melintasi jalan menanjak.

Mari masuk dulu dan beli tiket ya...

Tiket masuknya Rp 30.000,- perorang yang bisa ditukarkan dengan minuman dan snack. Penasaran kayak apa minuman & snacknya? tungguin ya!

Melewati patung Dewa Siwa yang berada di tengah-tengah taman setelah pintu masuk tadi.

Lalu disambut burung-burung cantik ini

Ternyata ini pintu masuk Museum yang sebenarnya ^^
Gapura dari batu diatas itu, katanya diambil dari tanda tangan dari Antonio Blanco.

Bangunannya bisa dibilang mewah loh dan unik

Foto bersama 'foto' terakhirnya Antonio Blanco.
Kita cuma diperbolehkan ambil foto terakhir disini sebelum memasuki area dalam Museumnya,
Masuk kedalam, dilarang foto-foto lagi ya.

Ehm, jujur ya di dalam Museumnya gue dan L agak bosen sih huehehehe... Kita mengelilingi tiga lantai bangunannya isinya lukisan semua dan kayaknya kita berdua kurang bisa menikmati setiap lukisan yang ada. Sebelumnya kita pernah baca-baca sih kalau rata-rata lukisan yang ada disini fokusnya adalah wanita dan seperti yang dikutip dari Wikipedia, bisa dikatakan bahwa Antonio adalah seorang pelukis feminin abadi dan merupakan seorang maestro lukisan romantik-ekspresif.


Balik lagi foto ke halaman luar yang puanasss banget...
Ohya, di Museum ini kita macam diarahkan gitu sama berbagai papan petunjuk arah, jadi abis dari ruangan ini, kita diminta
keruangan berikutnya dan kita gak bisa seenak jidat skip ruangan tsb karena Mbak2 yang jaga akan mengawasi kita dan
mengarahkan kita....

Lalu kita bergegas ke Rondji Restaurant untuk menukarkan tiket masuk kita dengan minuman dan snack.
Rondji sendiri diambil dari nama Ni Rondji, istri Antonio Blanco.

Kita pilih tempat duduk yang paling luar, yang viewnya cakep

Kita dapat dua gelas minuman dingin rasa lime gitu dan kerupuk hihihi... Ukurannya mini sekali, cuma numpang lewat di tengorokan muahahahhaa... 

Sebelum pulang, ada yang minta difotoin dulu sama Mobil VW Combi :)

Museum Antonio Blanco (The Blanco Renaissance Museum)
Campuhan, Ubud - Bali 80571
Jam buka: 9 Pagi - 5 Sore


The Evitel Resort Ubud

Hotel kami ini lokasinya strategis banget yaitu di Jl. Monkey Forest, mau ke Monkey Forest tinggal jalan kaki aja Bung! Mau makan enak tinggal jalan kaki juga, di sekeliling hotel juga ada mini market dan tempat laundry. Dan satu hal yang bikin gue jatuh cinta sama suasana Ubud adalah tenang banget, jauh banget sama hiruk pikuk turis macam Kuta dan Seminyak. Pokoknya sejauh ini gue menobatkan Ubud adalah daerah terenak buat ditinggalin selama di Bali hihihihi....


Evitel Resort Ubud - si Ungu yang mencolok di tengah Ubud

Bangunan depan hotelnya

Lobby hotel yang sederhana

Kami booking hotel ini lewat Traveloka Apps untuk dua malam karena setelah dibandingkan dengan aplikasi lain jatuhnya jauh lebih murah. Proses check in juga cepat dan mudah. Sebelumnya gue sempat rekues minta kamar yang hadap ke sawah tapi ternyata sawahnya menguning donk bukan hijau2 gitu, jadi waktu pertama sampai di hotel ini (sebelum bisa check in), gue langsung minta tukar kamar yang hadap taman hehehe... Dan si L gak senang donk, doi bilang gak apa-apa sawahnya kuning, jadi pas kita mau check in, L minta lihat kamar yang hadap sawah dulu dan reaksi dia? Iya yah jelek sawahnya... Ihhh kan gak percaya dibilangin dari tadi!


Buka pintu kamar, kita kesenengan gitu kamarnya dihias yeayyyy.... Rupanya gak ada salahnya mention pada saat reservasi kalau kita pergi dalam rangka honeymoon... hihiyyyy

Ciyeeee, angsanya lagi kiss..kisss... *tutup mata*

Review sedikit mengenai hotelnya:
Hotelnya bagus dan masih baru, harganya cukup terjangkau, rate normalnya diangka 700ribu sekian untuk superior room, tapi kemarin kami dapat harga 506ribu tanpa sarapan.

Fasilitas hotelnya standar bintang tiga, ada kolam renang, restaurant, bisnis center dan fitness center (ruangannya gabung jadi satu), parkir basement dll. Untuk fasilitas dalam kamar bisa dibilang gak gitu lengkap banget, tapi cukup mengakomodir: Ada peralatan mandi lengkap, teko air panas, kopi-teh-gula dalam sachet, brankast, kulkas mini dan kami dapat 4 bantal. Kamar mandinya ada kaca tembus pandang yang menghadap ke tempat tidur, tapi jangan risih dulu ada tirai buat nutupin kok ^^

Selain itu, karena waktu reservasi kami memang tulis dalam rangka honeymoon, jadi sama staff hotel kamar kami dihias, walaupun gak dikasih buah/cake huahahaha ngarep banget ya judulnya! Ohya, kami juga dikasih kamar di lantai dasar dengan balkoni yang luassss banget.

Kesimpulannya, kami senang sama pelayanan Evitel selama kami tinggal disana, semua staffnya ramah-ramah dan helpful, termasuk pas malam-malam gue mau online check-in di webnya Citilink pake komputer di bisnis centernya mereka, internet lancar banget, dan pas giliran mau print boarding pass (maksudnya biar pas di airport gak usah repot2 lagi gitu), gue tanya receptionist yang lagi stand by saat itu, ada printer yang tersambung dari komputer di bisnis center gak, dia bilang gak ada, trus Mas-nya nanya mau print apa Bu? gue bilang mau print boarding pass, lalu dia kasih solusi suruh gue copy file di flashdisc (untung gue bawa) lalu dia akan bantuin print di printer reception. Wuih baik banget, gue pikir kan ada biaya ya, gue bilang dia suruh masukin ke tagihan kamar gue, kebetulan emang ada laundry juga, eh dia bilang free bu! Asikkk...


Ini yang gue bilang balkonnya besar, yang masuk frame cuma setengahnya. Kamar sebelah kiri gue, kecil banget balkonnya soalnya, apa jangan-jangan beda tipe kamar ya? #entahlah

Suasana tamannya kayak gini, lumayan cantik dibandingkan dengan pemandangan sawah yang menguning hihi
Eh, lihat juga kan balkonnya kecil?

Kolam renangnya terletak di rooftop hotel

Kolam renang anak, sayangnya baik kolam renang anak ataupun dewasa, airnya bukan air hangat :p

Ini bagian restorannya, kolam renangnya ada di sebelah kanan foto. Dan bangunan di seberang sana itu Tegal Sari Ubud.
Kami sempat main-main kesana, tanya rate dll lumayan buat referensi nanti kalau ke Ubud lagi, dan yang bikin sirik sawahnya Tegal Sari itu hijauuuu, jadinya bagussss T___T

Pemandangan sawah dari rooftopnya Evitel, kan kuning kannnn warnanya....

Sawahnya Tegal Sari yang lebih hijau, memang ya rumput tetangga terlihat lebih hijau huahhahaa

The Evitel Resort Ubud
Jl. Monkey Forest, Ubud, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali
Telepon:(0361) 9080168



Early Dinner di Warung Semesta - Ubud

Hari itu, kami jadinya skip makan siang karena masih kekenyangan akibat sarapan terlalu banyak paginya. Akibatnya sore-sore kami udah kelaparan huahahhaa... kami jalan kaki keluar hotel deh cari makan, sempat jalan sampai sebelum pintu masuk Monkey Forest sampai akhirnya gue putar balik menuju arah hotel lagi karena lihat ada monyet turun ke jalan :( tatuttt... Kami keingetan baru tadi perasaan ngelewatin Warung Semesta deh, lokasinya gak jauh dari hotel kami, arah ke Monkey Forest. Kami putuskan untuk early dinner disana, cihuyyyy harapan gue untuk "makan bersih" di Ubud terlaksana! hahahaha...


Suatu sore di Warung Semesta :)

Apa yang kami pesan? kalau gue sih pastinya menu vege, jadi pilihan gue jatuh ke Nasi Bakar Kampoeng, sedangkan L dia pesan menu non-vege *ihhh gak asik ya anaknya* jadi pilih Nasi Goreng Ayam deh dia. Sambil nunggu makanannya dimasak, kita foto-foto dulu deh suasana restonya.


Fresh young coconut, anyone?

Interior resto bagian dalam

Kami lebih pilih duduk di teras samping, sambil menikmati angin sore yang sepoi-sepoi...
Di belakang sana ada Rumah Semesta, officenya Tegal Sari Ubud & Warung Semesta, dan ada jalan kecil yang bisa tembus ke hotelnya, abis makan kita sempatin main-main kesana juga.

Lalu kita dikasih sekaleng alat makan hihi, unik ya sendok-garpunya diletakan di kaleng bekas buah kalengan.
Go Green!!!

Kita juga dikasih free sepiring kripik bayam, krraaauukkkk....

Pesanan nasi goreng ayam dan kelapa muda dingin untuk L datang juga, rasanya lumayan nikmat katanya

Nasi Bakar Kampoeng pesanan gue, porsinya besar banget!!! Nasinya sendiri enak banget karena udah dibumbuin rempah-rempah gitu dan dikasiin jamur dan telur. Sedangkan menu pelengkapnya ada tempe & tahu goreng, perkedel, bakwan jagung, dan plecing kangkung, semuanya enakkkk.... saus tomatnya juga enak, agak sedikit pedas.

Sore itu perut kami termanjakan banget deh, makanannya enak-enak semua. Untuk harga makanan di Warung Semesta sebagai berikut ya: Nasi Goreng Ayam Rp 42.500 , Nasi Bakar Kampoeng Rp 45.000, Kelapa Muda Rp 15.000, Es Teh Manis (lupa harganya hihihi)... Ohya, disini kalian juga bisa ikut Cooking Course loh, harga paketnya Rp 300.000,- per orang (minimum 2 orang). Kita akan diajari memasak beberapa menu makanan, dari hidangan pembuka sampai hidangan penutup. Kapan-kapan boleh nih dicoba :D

Warung Semesta
Jl, Monkey Forest - Padangtegal Ubud
Delivery service: 0361-970677 (min. order 100K)
Jam buka: 10 Pagi - 9 Malam

Sekian dulu ya cerita honeymoon kita di hari pertama, udah kepanjangan soalnya muahahhaa.... 

16 comments:

  1. wah baru tau di Ubud ada hotel yang bagus tapi masih termasuk murah harganya. Baca postingan kmu bikin aku jadi pengen ke Bali banget ^^ Nasi pedas Bu Andika belum pernah nyobain, penasaran banget sama sambelnya..
    Warung Semesta juga enak ya suasananya. Sepi-sepi damai tentram romantis gitu XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hotelnya masih baru dan ratenya masih terjangkau juga *kok kayak promosi ya* hahahaha

      Sayang bgt kmrn gue gak bisa cobain sambel si Bu Andika ini, konon katanya sambelnya enak!!! Lain x deh coba lagi =p

      Delete
  2. nic, hotel nya baguuuus deh, terus rate nya jg termasuk murah.. hehehe. demen liat ijo2 di postingan nya, mata jadi segeeer. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hotelnya emang top deh, baik secara pelayanan dan harga hihi... Seger lihat sawahnya tegal sari kan yg hijau? Hihi kl sawahnya evitel udah menguning...

      Delete
  3. Bagusss yaa hotelnyaaa XD ubud emang plg cocok buat honeymooners :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul!!! Gue personally suka sama daerah ini, tenang, damai, dan tentram hihihi

      Delete
  4. wah murah ya van sewa mobil cuman 180rb per hari, atau memang segituan ya? soalnya aku dulu pake rental temen jadi dikasih free..
    view dari restonya emang cakep..aku juga dulu tuker minumnya disana, tapi dapetnya kayanya waktu itu bukan lime...lupaaa...hahaa
    hotelnya cakepp terjangkau pula harganya...hhihih tapi aku klo ke bali kayanya ga suka nginep di ubud..sukanya pantai pantai dan pantaii..muaahhahaa... biar gosong van,...cant wait lanjutannya..hihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mayan murah ci dan kayaknya kl bandingin yg lain menurut kita Bali Mutia itu yg cukup miring harganya...

      Cici lbh suka pantai ya? Aku juga cuma entah kenapa pas honeymoon kmrn lbh suka Ubud aja. Kebetulan kmrn ini memang lautnya lg gak tenang, ombak tinggi ci...

      Delete
  5. Wah asik banget...dinikmatin ya honeymoon-nya mumpung masih berdua.
    Believe me, kalo udah ada buntut, liburannya berbeda :)Kids are the king hohoho
    Enjoy and happy honeymoon

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul ci, mumpung belum ada buntut kita puas-puasin jalan2 berdua hehehe

      Delete
  6. waduhhhh jadi laper niiiii liat postingan kamu hahhahaha, makanan nya kliatan enak enak. Yahhhhh ga jadi k pulau padar huhuhu, tapi kalo ada komodo sih serem juga yak, yah yang aman aman aza deh hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanannya emang enak-enak ci hehehe... Iya sedih sih gak jadi ke Flores, tapi gak menyerah hehehe mungkin lain kesempatan bisa pergi. Amin.

      Delete
  7. Murce ya sewa mblnyaaa.. enak jg bs self driving n byrnya murah per hrnya.
    Tertarik dgn museumnya jdnya, van ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Murah banget Shal hihi disamping itu kita emg lbh suka bawa mobil sendiri soalnya bisa lebih fleksibel hehe...

      Delete
  8. Menurut aku sawahnya yang kuning masih cantik2 aja kok ci.

    Btw, kolam renangnya ya ampyunnnn kerennn abis.. adem sepoi sepoi rasanya. Hehehe.
    pengen banget kesana Ci. Tapi uangnya nih yang belum ada. Wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku tunggu ci post bagian ke 2 nya. Gak sabar

      Delete

Sampai Nanti

Hola semuanya,  Entah sudah berapa lamanya ya gak nulis disini. Sudah ganti bulan banyak banget, malah sudah ganti tahun juga.  Gue j...