Sunday, 6 September 2015

Menginjakan Kaki di Kalibiru

Siapa yang belum tau kalau di Jogjakarta, tepatnya di Kabupaten Kulon Progo terdapat tempat wisata yang sedang ngetrend dikalangan anak muda setempat bahkan berkat bantuan media sosial yang sangat mudah diakses kalayak, tempat terpencil seperti Kalibiru sukses menjadi buah bibir? 

Tulisan ini akan menjadi penutup rangkaian acara liburan gue selama 3 hari di Magelang-Jogjakarta. Untuk yang penasaran sama cerita sebelumnya silahkan baca tiga postingan terakhir yah.

K A L I B I R U


Ada apa di Kalibiru? Bukan ada Kali berwarna biru ya. Kalibiru lebih tepatnya merupakan sebuah nama dusun di Kabupaten Kulon Progo. Sewaktu merencanakan itenerary liburan kemarin, selain cari info dengan cara berselancar di dunia maya, gue juga cari-cari info dari beberapa akun instagram yang bertema jalan-jalan. Betapa menariknya melihat foto-foto orang yang sedang menikmati pemandangan Perbukitan Menoreh dan Waduk Sermo dari atas pohon pinus, instagramable sekali! Dari situ mulailah gue search tag #Kalibiru, dan langsung bermunculanlah foto-foto orang lain di posisi yang sama, satu kata: Keren. Okay catat.

Perjalanan menuju Kalibiru dari kota Jogjakarta lebih lengkapnya bisa kalian baca di tulisan gue yang ini. Intinya kalau mau ke Kalibiru harus melewati Waduk Sermo yang indah itu. Jarak tempuh dari Waduk Sermo ke Kalibiru kurang lebih 3 kilometer. Kondisi jalan berkelok-kelok dengan beberapa bagian yang cukup curam. Sayangnya lagi jalanannya itu sempit banget, rasanya hanya ideal dilewati satu mobil saja. Oleh karena itu, pengendara harus berhati-hati ketika melintas. Sekedar masukan untuk Pemerintah Daerah setempat mohon dilakukan pelebaran jalan agar akses ke tempat ini semakin mudah dan nyaman. 

Jalan beraspal yang mulai berlubang dimana-mana
Petunjuk jalan yang cukup akurat menuju lokasi
Rumah-rumah penduduk desa di tepian jalan, mengingatkan gue betapa enaknya
punya kampung halaman
Foto diatas gue ambil dari jalanan yang lumayan tinggi, setelah itu jalanan menurun lalu nanjak lagi.
Lokasi parkiran pertama yang ada Bapak-Bapak berbaju orange belok kiri. Tarif parkir untuk mobil Rp 5.000,-
Jangan pikir setelah turun dari mobil perjuangan telah berakhir, tidak semudah itu kakak! Kita masih harus jalan kaki beberapa ratus meter dengan kontur jalan menajak super parah bikin kaki pegel sampai mau patah, huks. Ketika orang-orang pada beli tiket wisata (lupa harganya berapa) gue malah melipir menuju tempat duduk dengan nafas ngos-ngosan. Ada satu Bapak petugas yang baik banget nyemangatin gue sambil tepuk tangan dan memberikan senyum, "Sebentar lagi sampai, ayo semangat!", Duh gue jadi gak enak dan langsung bangkit dan mulai jalan lagi deh hihihi.... Semangat!!! 

Loket pembelian tiket masuk, apakah perjuangan sudah berakhir?
Tentu saja belum, bung!
Masih harus naik tangga-tangga itu. Adek lelah, Bang! 
Gue langsung sumringah begitu melihat petunjuk arah ini. Gak jauh dari sini ada banyak kerumunan anak muda
 lagi pada santai-santai di bawah pohon, 
Begitu sampai spot foto yang keren itu, gue langsung berdecak kagum sendiri. Di depan mata gue ada sebuah pohon pinus di tepi jurang, dari pohon inilah kita bisa memandang bebas ke arah pengunungan menoreh dan Waduk Sermo yang tampak kecil. Jadi untuk kalian yang tidak takut ketinggian, cobalah meniti tangga untuk naik ke papan kayu yang telah terpasang di pohon ini dan nikmatilah setiap detik yang berharga untuk foto-foto hehehe...

Sebelum menaiki tangga kita akan dipasangi tali pengaman dan pada saat menaiki tangga
kita juga ditemani oleh petugas.
Tempat gue berdiri adalah area untuk mengambil foto.  Lihatkan ada mba lagi naik tangga,
nah temannya itu sudah stand by dengan camera handphone gak jauh dari tempat gue berdiri.
Untuk yang mau naik pohon, kalian masih harus turun ke bawah.
Mendadak gue terhipnotis kemolekan Kalibiru.
Berkat usaha penduduk 'menghutankan' desa, wisata Kalibiru dapat mengerakan perekonomian
dan menjadi sumber penghidupan warga. Begitulah antara alam dan manusia, saling menghidupi.
Hirup nafas dalam-dalam, hembuskan.... rasanya semua penat hilang seketika.
Anyway, ada yang sadar gak sih kok dari tadi gue ada foto gue di atas pohon pinus? Iya gue memang gak naik ke pohon itu. Selain karena antriannya panjang sekali, gue juga agak-agak ngeri bercampur takut gitu hihihi... Belakang setelah balik liburan, gue mendadak nyesel kenapa udah pergi jauh-jauh nggak naik pohon ya? ahhhh kan... penyesalan memang selalu datang belakangan, ya kali kalau duluan namanya pendaftaran *maaf mulai oot*.  Gak apalah gak foto di pohon yang ngehits itu, yang terpenting gue sudah menginjakan kaki di Kalibiru yang penuh pesona ini.

sebelum pulang gak lupa kita makan Indomie dulu, apalagi ditambah telur asin ehmmm... nikmat.
Sebagai penutup tulisan ini, gue mau bilang:
Sampai jumpa diedisi liburan lainnya ^_^

No comments:

Post a Comment

Sampai Nanti

Hola semuanya,  Entah sudah berapa lamanya ya gak nulis disini. Sudah ganti bulan banyak banget, malah sudah ganti tahun juga.  Gue j...