Wednesday, 8 July 2015

Hidden Paradise in Banten

Semenjak pindah ke kantor baru sekitar sepuluh bulan lalu, bisa dibilang frekuensi jalan-jalan dan liburan berkurang. Hal ini dikarenakan gue masih menjabat status seorang fakir cuti (maklum anak baru). Berhubung tingkat jenuh sudah melanda jiwa dan raga, jadi dua minggu lalu gue maksa jalan-jalan yang agak 'berat' dikit hahahaa...

Kemana kita? Ke Pantai... horeee...
Dan pantai yang beruntung untuk gue datangi kali ini adalah Pantai Tanjung Lesung *prookprookprokk*, siapa yang gak tau Tanjung Lesung, ayo dibuka Atlas-nya semua. Tanjung Lesung ini terletak di ujung Banten. Ehm.. yang buat pantai ini menarik adalah karena selain pantainya (yang katanya) indah banget, pasirnya putih, wisata bawah lautnya yang juga cantik banget, kawasan wisata ini juga tengah berbenah untuk menjadi destinasi tempat wisata dunia (baca artikelnya disini yah)

Perjalanan gue dan si partner petualang a.k.a Leo dimulai pukul tujuh pagi dari BSD. Jarak tempuh sampai lokasi diperkirakan 170km dengan rute BSD-Tol Jakarta Merak (Exit Serang Timur)-Pandeglang-Labuan-Panimbang-Tanjung Lesung. Setelah exit tol mudah kok sampai ke lokasi karena papan penujuk jalan begitu banyak sehingga kemungkinan kita tersesat tuh minim banget. Jalan sampai lokasi juga terbilang mulus, mungkin bisa dibilang merupakan salah satu bentuk keseriusan pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga dalam mengembangkan kawasan yang sempat mati suri ini.

Sebelumnya gue sempet googling juga soal pantai di daerah Tanjung Lesung ini, ada dua pantai yang instagramable banget hahaa... yaitu Pantai Bodur dan Green Coral. Pantai Bodur ini merupakan pantai umum yang tidak masuk ke dalam komplek resort Tanjung Lesung, sedangkan Green Coral sendiri dikelola oleh pihak resort (swasta). Karena oh karena kalau kita mau ke Pantai Bodur harus melewati jalanan bebatuan yang rusak, kita putuskan untuk bersantai-santai di Green Coral aja, yang mana di dalamnya ada Beach Club *hiphiphorayyyy*

Selamat Datang :)


Akhhh, tau gak sih gue tuh langsung jatuh cinta begitu lihat pantainya, bersih, biru, dan sepi! Iya sepi banget, byebye rombongan tur yang bikin sesak. Ada dua hal sih yang bikin pantai ini sepi banget, pertama karena emang lagi bulan puasa kan (ya kali ada yang lagi puasa ke pantai), yang kedua karena HTM nya lebih mahal dari Pantai Bodur. Saat kami datang cuma ada beberapa dua rombongan keluarga dan beberapa turis Korea yang lagi main sepedaan di pantai. Sumpah, private banget, me likey!

Gak ada yang gue dan Leo lakukan di siang hari itu selain duduk malas di tepi pantai, mata memandang ke laut lepas yang semakin lama kok gue ngerasa kayak dibius gitu ya trus perlahan-lahan mengantuk hahahaa... itu sih gue yang keenakan. Benar-benar relax deh.

Siapa sangka kalau pantai ini adanya di Banten?

Tuh kan pantainya sepi banget. Jadi berasa yang punya pantai :)

Ohhh... my perfect summer *syalalalaaaa*

The Jetty, yang selalu identik dengan "Jembatan Cinta" 

Kurang indah apa coba??? eniho, bayangan yang terlihat di dasar laut itu adalah coral-coral.
 Makanya dinamakan Green Coral Beach.
Partner perjalanan saya, sedang menikmati udara musim panas. Poooolll banget panasnya bung!

Kalau kata papa saya, None gayeee!

Gue pegang kepala/topi ini bukan bagian dari acting mau difoto ya, sungguh daku benar-benar pusing!
antara kepanasan dan mabok laut *cemeeen deh*
Jangan takut mati gaya yah kalau sudah sampai disini karena selain kalian bisa foto-foto (ini sih gue bangetlah ya), kalian juga bisa olahraga air dan volley pantai, asik kan!

Loket untuk pembelian tiket 'watersport'

Ba...naa..naaaa boat

Jetsky-nya lagi parkir di pasir hehe



Volley Pantai

Atau kaya gue aja nih, main air di pinggir pantai ^^

Ohya, buat kalian yang punya budget lebih untuk bermalam disini, kalian bisa coba menginap di 'resort mewah' yaitu Tanjung Lesung Beach Resort atau Kalicca Villa yang sering banget kedatangan turis dari Korea dan Jepang. Sedangkan untuk yang mencari penginapan lebih hemat, bisa mencoba bermalam di Green Coral Beach Camp yang harga per pax-nya lebih murah (mulai dari 200ribuan). Kalau ada yang mencari-cari homestay di dekat lokasi wisata, gue menemukan beberapa rumah yang menawarkan cuma IMO, tempatnya kayaknya sih kurang nyaman ya tapi kembali lagi ke kebutuhan, budget, dan selera masing-masing juga.


Dua Villa yang punya jalan tembus ke Beach Club

Camping Tend ~ sebagai alternatif penginapan di Tanjung Lesung

Terakhir, gue mau bilang kalau liburan sehari di Tanjung Lesung benar-benar menyegarkan badan dan pikiran banget. Kalau ditanya mau balik lagi ke sini apa nggak, gue 100% mau balik lagi!

See the world does not always mean outside the country, 
but can be many place in Indonesia too.

5 comments:

  1. gua pernah liat kalicca villa di web, kayanya okeh juga. hihihi.. dulu pernah mau destinasi honeymoon ke tanjung lesung, tapi berhubung gua gak suka matahari, jadinya gua pilih tempat yang dingin. hehehe.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pantai identik sama panas sih hehe, tapi kalau honeymoon gue lebih suka pantai sih :)

      Delete
  2. sepi banget yaaahh. gw suka sih pantai, tapi kalo terlalu sepi gitu bingung juga hhehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enaknya pergi ramean Mel, sama keluarga atau temen-temen. Kalau cuma berdua kayak gue nih, apalagi pulang hari emang agak binggung sih hahaha

      Delete
  3. A simple blood test for detecting Alzheimer's disease, is now one step closer to be used on older adults.

    Guidance on this simple blood test has been published in Alzheimer's & Dementia. These guidelines establish protocols and reflects the continuing efforts of the international working group that includes the University of North Texas Health Science Center.

    "If we want to get a blood test for Alzheimer's disease into the hands of primary care providers, we need to have guidelines," said Sid O'Bryant, Ph.D., Interim Director of the Institute of Aging and the Alzheimer's Disease Research at the UNT Health Science Center

    "The basic guidelines will be used in research for the blood-based biomarkers in Alzheimer's disease and will make every lab follows the same procedures when collecting blood," said Dr. O'Bryant, a member of the research group and lead author of the study.

    You can make blood tests in the laboratory, but Lab Bahasa Murah if you do not have a systematic way to collect blood, such tests would never get into practice. You will have a lab to do it one way and another lab to do it in a different way, "he explained.

    Dr. O'Bryant has been working for several years with representatives from all over the United States, Australia, Germany, Britain and other countries to create a standard blood test for Alzheimer's. This includes everything from the type of needle used until the retention period.

    Just like with a blood test for other diseases, such as diabetes, the protocol must be established to ensure that each laboratory perform exactly the same test. These guidelines were needed before seeking FDA approval to use these tests in the clinical setting.

    "For UNTHSC, the next step is to take a blood test these guidelines and implement them into clinical trials. This has never been done before, "said Dr. O'Bryant, as reported by the UNT Health Science Center

    ReplyDelete

Sampai Nanti

Hola semuanya,  Entah sudah berapa lamanya ya gak nulis disini. Sudah ganti bulan banyak banget, malah sudah ganti tahun juga.  Gue j...