Sunday, 24 April 2016

Segelintir Cerita Tentang MC & Entertainment

Di tulisan yang ini, gue pernah cerita kalau untuk MC & Entertainment mau pakai rekanan resto aja karena jujur udah males banget cari vendor baru dan tanya-tanya pricelist lagi. Tapi ternyata setelah L coba hubungi vendor rekanan restonya lewat telepon malah gak nyambung-nyambung dan coba WA juga gak terkirim. Sampai akhirnya L mulai bingung juga dan minta gue cari beberapa vendor untuk jaga-jaga.

Cari cemilan dulu boleh ya *lalu ngebuka bungkusan snack*

Gue mulai cari-cari vendornya, dan ketemu dua vendor yang menarik hati nih. Namanya Oranzecoustic dan Leverie Entertainment. Gue dengerin dulu portofolio mereka di Youtube, ahhh dua-duanya suka. Bedanya kalau Oranzecoustic lebih ke musik akustik sedangkan Leverie lebih ke Jazz. 

Mulailah gue coba hubungi CP mereka untuk tanya-tanya. Pertama gue tanya-tanya dulu ke Mbak Tere - Managernya Oranzecoustic. Mereka punya dua paket yaitu Silver dan Gold, untuk detail paket per bulan April 2016 silahkan lihat dibawah ini ya:






Kedua, gue coba hubungi Leverie dengan Ko Alex yang juga merangkap player sekaligus ownernya Leverie. Ko Alex ini orangnya asik jadi gue pun gak sungkan buat tanya-tanya sama dia. Disini kita yang tentuin sendiri mau band dengan alat musik seperti apa, nanti tinggal si kokonya yang guide secara harmoninya balance atau enggak. Untuk harga dihitung per player yah, untuk yang All Java Jazz 1,2 mio/player; kalau mau campur Java Jazz Player dan yang bukan dikasih 1 mio/player; dan kalau mau yang semuanya Non-Java Jazz dikasih 800k/player. Kalau mau nambah Piano Elektrik harus sewa lagi sekitar 700k.

Rata-rata vendor entertainment menyarankan untuk sewa soundsystem dari mereka karena khawatir soundsystem pihak gedung/ resto tidak memadai. Untuk Oranzecoustic harga mereka udah include sama soundsystem tapi kalau Leverie nambah lagi 3 mio untuk 3000watt.

Selain itu gue nanya ke temen gue yang belum lama married juga, kebetulan dia masih simpen contact person MC & Entertainment pas wedding dia dulu. Gue coba kontak MC-nya namanya Pak Yan (MC rekanan Happy Wedding Hall Tangerang) untuk MC ratenya 1 mio, kalau sama entertainment jadi 5mio (include properti juga kayak confetti, minggle, dll)

Tapi pada akhirnya kita gak pakai jasa mereka yang gue sebutin diatas T___T karena jadinya pilih rekanan resto kita. Jadi suatu hari ditengah kegalauan mau pakai jasa vendor mana yang gue sebutin diatas, tanpa diduga-duga Manager Resto kita whatsapp L mengenai MC & Entertainment mereka. Katanya rekanan mereka gak pernah terima telepon dari L, akhirnya esok harinya L telepon lagi dan diangkat. Setelah ngobrol cukup lama ditelepon akhirnya L putuskan untuk pakai jasa mereka juga, dengan pertimbangan lebih mudah koordinasinya kalau ambil rekanan resto. L cerita kalau kita mau ketemuan sama vendor ini, kita dikenain charge sama mereka - gak mahal sih tapi kita heran aja bukannya kalau ketemuan buat bahas rundown acara dan musik seharusnya menjadi bagian dari service vendor ke kliennya ya? Akhirnya kita pikir yaudahlah ya koordinasinya lewat whatsapp atau telepon aja.

Sekian cerita soal MC & Entertainment ini, moga-moga aja ya walaupun gak pakai acara tatap muka mereka bisa mandu acara kita dengan baik serta permainan musiknya juga bisa mengalun indah jadi kita semua yang hadir bisa nikmatin acaranya. Harus positive thinking ^^

Untuk contact person:
Oranzecoustic - Mbak Tere - 0878 8188 8419/ 0859 2167 6681
Leverie Entertainment - Ko Alex - 0818 882 222
MC & Music rekanan Happy Wedding Hall Tangerang - Pak Yan - 0812 8191 0985

Saturday, 16 April 2016

Honeymoon Kemana?

Hai, kalau udah mulai masuk bulan April-Juli hawa-hawa liburan di kantor gue mulai berasa nih. Soalnya biasanya para atasan di kantor pada ambil cuti panjang di bulan-bulan ini. Beberapa alasan yang gue tau sih karena kalau bulan Juni-Juli itu bertepatan dengan libur anak sekolah dan menjelang April di luar negeri sana sudah masuk musim semi *CMIIW*. Nah, nggak enaknya kalau atasan gue mau cuti yalan-yalan biasanya gue selalu kebagian limpahan kerjaan dia hihihi, mana kali ini cutinya lama banget sampai tiga minggu karena mau ke eropah sana. Yaowoh bu, padahal diriku sudah pasang muka ngarep diajak, kok gak diajak juga ya? *ngarep tingkat dewa*

Related to this topic, gue mau bahas beberapa destinasi tempat liburan (honeymoon) yang sempat terlintas di kepala gue dan L. Kita masih go local kok alias masih pilih wisata dalam negeri aja. Namun dari sekian banyak tempat dibawah ini tetap harus pilih salah satu, sebelum baca sampai bawah ada yang udah bisa tebak?

Here we go.....

Malang - Jawa Timur
Ini idenya L, gak heran dia pilih Malang karena dia memang sosok family man sejati muahahaha *puji dikit boleh dong ya* Kalau ke Malang, menurut gue enaknya bawa anak-anak karena disana banyak tempat wisata yang bagus banget buat anak-anak, sebut saja Eco Green Park, BNS, Museum Angkut, Selekta, dan masih banyak lagi. Bukan berarti gak enak kalau dijadikan tempat honeymoon loh ya, teman gue ada kok yang honeymoon ke Malang lalu lanjut perjalanan ke Gunung Bromo :)


Batu Night Spectacular. Gambar pinjam dari sini

Selekta - Malang. Gambar pinjam dari sini

Gunung Bromo - Jawa Timur. Gambar pinjam dari sini


Ubud - Bali
Gue dan L sama-sama belum pernah ngerasain tinggal di Ubud karena sejauh ini kita cuma sebatas numpang lewat aja. Apa yang bikin gue dan L tertarik kesini? Yep! the art of doing nothing. Gue gak mau susun itinerary, pokoknya mau nikmatin aja suasana Ubud. Palingan selama disana maunya jalan kaki kalau kemana-mana atau sewa sepeda untuk keliling desa di Ubud, mau eat-clean *gaya bener* dan nonton Tari Kecak di Pura *tutup muka* karena gue belum pernah aja donk nonton tarian Bali yang satu ini (loh, padahal nulis kalau gak mau ngapa-ngapain?)


The Samaya Villa - Ubud. Gambar pinjam dari sini

Komaneka at Bisma, Ubud. Gambar pinjam dari sini

Bersepeda di Ubud. Gambar pinjam dari sini

Atau bisa juga ikutan kelas yoga di Yogabarn - Ubud.
Gambarnya pinjam dari sini


The Menjangan - Bali
Bali lagi Bali lagi hahaha, gak ada matinya yah! The Menjangan ini berada di kawasan Taman Wisata Bali Barat. Apa yang menarik? selain tempatnya cantik banget, kita bisa melakukan beberapa kegiatan baik on land or at sea. Misalnya kalau di laut ya snorkling, diving, kalau di darat bisa coba horse back riding, trekking/biking, dan juga bisa bird watching. Dulu waktu buka websitenya The Manjangan, mereka ada aktivitas Safari Ride loh - jadi kita naik mobil Jeep gitu dan keliling Taman Wisatanya tapi kok sekarang gue lihat lagi gak ada ya?


Beach Villa. Gambar pinjam dari sini

Salah satu spot prewed favorite di The Menjangan :p
Gambar pinjam dari sini

Diving. Gambar pinjam dari sini


Lovina - Bali
Jika lihat di peta lokasinya adanya di utara Bali, tepatnya di Singaraja. L pengen banget kesini karena dia mau lihat lumba-lumba di laut Lovina :) kayaknya waktu kecil dia kurang puas deh nonton atraksi lumba-lumba di Ancol hehehe...


Melihat dari dekat lumba-lumba di Lovina - Bali.
Gambar pinjam dari sini


Selong Belanak - Lombok Tengah
Beberapa teman gue pas tau rencana gue mau merit, pada nyaranin untuk honeymoon ke Lombok aja. Kebanyakan dari mereka merekomendasikan untuk tinggal di Gili-Gili, tapi entah kenapa ya sehabis baca tulisannya Mbak Laila, gue malah kepingin tinggal di Sempiak Villas yang berada di garis Pantai Selong Belanak ini. Ehm, mungkin karena villanya sepi, private, dan eksklusif, serta yang terpenting viewnya... AMAZING kakak!!!


Sempiak Villas. Gambar pinjam dari sini

Pantai Selong Belanak. Gambar pinjam dari sini


Bintan Resort - Kepulauan Riau
Tadinya L ngotot banget mau kesini, dia udah telepon Angsana Hotel dan The Canopi sebagai dua hotel yang dia pilih dengan semena-mena tanpa persetujuan sang calon istri. Untung dia baru nanya rate sama aktivitas yang bisa kita lakukan disana, kalau udah keburu booking, udah gue uleg-uleg dia hahaha....

Disatu sisi gue telah mengerahkan segala upaya agar L berubah pikiran, sampai bikin issue ke dia kalau Kepri kan suka dilanda asap ya pas musim kemarau (bertepatan pas kita pergi liburan), nanti jadwal penerbangan kita bisa cancel trus acara yalan-yalan disana bisa gak enak karena asap. Dan ternyata harapan gue terkabul *joged-joged* Thank Universe _/\_

Kenapa mendadak L berubah pikiran? jadi menurut orang hotel yang dia telepon, intinya  kalau mau tinggal lumayan lama di Bintan (kurang lebih 4-5 hari) kurang enak karena sepi banget, dia saranin supaya kita main-main dulu ke Batam atau Singapore yang lebih banyak hiburannya, kalau udah puas lalu naik ferry ke Bintan Resort *pukpuk L* Mendengar hal itu dia jadi galau sendiri tapi guenya jadi seneng muahahaha... Nanti aja ya L kalau kita ada rejeki lagi baru ke Bintan Resort ;p


Angsana Bintan. Gambar pinjam dari sini

Glamping @ The Canopi. Gambar pinjam dari sini

Di dalam tenda mewah :) Gambar pinjam dari sini

Treasure bay @ The Canopy. Gambar pinjam dari sini


Flores - NTT
Kalau diminta keluarin wishlist destinasi wisata di Indonesia, gue bakal keluarin nama pulau ini. Yuhuuu, Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur. Inilah yang bikin gue habis-habisan ngeracunin L supaya gak usah ke Bintan Resort sekalipun dia mupeng berat mau nyemplung ke treasure bay-nya. Biar gimanapun ngerasain live on boat di perairan laut Komodo lebih  mengesankan & priceless loh L dibanding dengan glamping di The Canopi *masih usaha hahaha* 
Padahal L udah berkali-kali menyiratkan kata-kata kalau dia sebenarnya takut-takut-malu ketemu binatang bernama Komodo nanti hihihi, lah apa jadinya ke Flores tapi gak ke Komodo? kecuali kalau nanti mendadak gue PMS ya mao-gak-mao gak singgah ke Taman Wisata Komodo/ Pulau Rinca - dan pasti orang pertama yang memanjatkan puji syukur pasti L hahahaa...


Pulau Padar. Gambar pinjam dari sini

Gili Laba, masih hijau-hijau. Kalau kemarau gersang sekali.
Gambarnya pinjam dari sini

Pink beach. Gambar pinjam dari sini

Yang gak boleh terlupakan, Komodo National Park.
Gambar pinjam dari sini

Sekian ulasan tempat tujuan honeymoon yang sempat terlintas di benak gue dan L. Tolong doakan kami ya semoga beneran bisa menginjakan kaki di Labuan Bajo ya :D

Sunday, 10 April 2016

Berburu Souvenir (Bag. 4) - Pencarian Berakhir

Takdir membawa kami kesini....

ke JEMBATAN LIMA

Loh, loh, loh??? 
Kok Jembatan Lima, lah emang ada tukang souvenir? 
Bukannya isinya toko perabotan ya?
Kenapa harus di Jembatan Lima yang macetnya amit-amit itu???

***

Oke, jangan heran dulu ya hihihi, keep calm and read my stories...

Jadi begini saudara-saudari sekalian, kemarin ini kan gue dan L galau-galauan abis kan soal souvenir ini. Yang mana kita udah tetapin maunya souvenir mangkok unyu. Kita udah survei ke Asemka sama Pasar Pagi Mangga Dua. Untuk barang yang sama persis, kemasan mika/ kain tile harganya mirip-mirip. Cumaaaaa.... kita ngerasa nggak puas sama harga yang kita dapat, jadi kalau kita mau dapat harga lebih murah ya kita harus ambil mangkok yang dikemas pakai kain tile - yang jujur aja kita kurang suka penampilan si mangkok yang hanya dimasukin ke kantong tile trus diserut pita atasnya. Sedangkan kalau mau lebih cantik bisa pakai kotak mika tapi ya itu budget per souvenir nambah seribu perak, so sorry meskipun cuma seribu rupiah tapi kalau dikali jumlah souvenir lumayan loh buat kita...

Lalu muncul ide dari L, gimana kalau kita beli langsung dari pabrik lalu kemas sendiri? Gue pikir ini ide bagus loh. Jadilah L mulai untuk teleponin dua pabrik pembuat mangkok tsb yang berlokasi di Balaraja & Tiga Raksa. Niat banget ya! Dari hasil tanya-tanya ke Pabrik, intinya mereka hanya melayani penjualan dengan minimum pembelian 50.000 pcs - lah emang kita mau bikin toko kelontongan ya beli sebanyak itu... Tapi mereka kasih tau L kalau kita bisa cari di Jembatan Lima, katanya mereka banyak supply barang kesana.

Sip, kita dapat informasi berharga.

Dengan berbekal nekad dan niat yang amat mulia untuk bisa kasih souvenir ke para tamu undangan, akhirnya hari Sabtu kemarin tanggal 9 April 2016 gue dan L ke Jembatan Lima. Jujur kita gak tau toko apa yang jual mangkok-mangkok gitu, jadi ya mau gak mau harus rela menyambangi toko-toko perabotan satu demi satu (tepuk tangan boleh, sodara-sodari? Prokkk..prokkk...prokkk...)

Nyari parkir di Jembatan Lima itu, sesuatu sekali loh *kibas rambut* belom lagi debunya dan panasnya. Kita parkir di ujung jalan banget tepatnya di depan toko yang jual beraneka barang pecah belah merk Luminarc. Iseng-iseng nanya harga mangkok diameter 10cm dibanderol @25rb/pcs *gigit jari*

Abis dari sana mulailah kita menyambangi toko demi toko, rata-rata toko di Jembatan Lima gak ada papan nama tokonya loh jadi gue pun bingung mau kasih referensi toko-toko disini sama kalian. Beneran deh kalau kalian emang ada rencana mau buka resto boleh mampir ke sini karena banyak toko yang jual perabotan plastik, alat masak, baking tools, bahkan sampai peralatan makan baik dari keramik, plastik, maupun melamin. Di jamin senang deh karena banyak pilihannya.

Lanjut lagi ke perburuan si mangkok itu, kita pertama masuk ke sebuah toko gitu - tokonya panjang banget dalamnya. Kita tanya ada mangkok sambal apa enggak, si encinya ngarahin ke dalam dan kita memang menemukan mangkok yang mirip-mirip kayak di mangga dua itu. Toko ini jualnya per gross (1 gross = 12 lusin = 144 pcs) tapi dia gak tau pasti stok di gudang ada berapa jadi kalaupun mau ya diambilin seadanya gitu. Gak mau keburu nafsu langsung beli, kitapun nyari lagi ke toko kedua yang di depan tokonya banyak kardus barang-barang pecah belah merk lokal yang pabriknya sempat di teleponin sama L kemarin. Lalu kita masuk kesana dan lihat etalase kacanya langsung nemu mangkok yang kita cari / sama persis kayak di toko pertama. Tanya harga disini eh taunya dapat lebih murah dari toko pertama tadi cuma ya itu harus beli minimum 1 gross ya kalau eceran beda lagi. Setelah puas lihat-lihat, L bilang ke toko lain yuk cari pembanding satu lagi, yauda gue nurut aja ikutin dia. Akhirnya kita tiba ke toko ketiga, disini untuk mangkok yang sama persis kita dapat harga lebih mahal dari toko pertama dan kedua. So, tibalah kita dikesimpulan.... Kita akhirnya beli di toko kedua tadi - yang jujur pake banget kita gak tau nama tokonya.

Kita bilang ke mbaknya kalau kita mau ambil 3 gross/ 36 lusin/ 432 pcs, harganya bisa kurang gak? dia bilang udah harga pas. Trus kita juga nanya stok barangnya ada apa enggak? mbaknya bilang ada. Ohya kita sempat nanya lagi boleh gak cek satu per satu barangnya, mbaknya bilang boleh kok tapi harganya beda ya karena pakai ongkos ngecek muahahhaaaa... Karena kita pasangan pelit, yaudin kita bilang gak usah dicek deh dan mbaknya bilang gak bakal pecah kok karena packing dari pabrik rapih. Oke mbaknyaa kita percaya padamu....


Pilihan berbagai jenis mangkok di toko kedua

Pilih model yang mana???

Dari sekian banyak model, ada dua model yang kita suka. Yang kiri itu motifnya bunga-bunga dan model ini banyak banget dijumpai di toko-toko souvenir di Mangga Dua. Sedangkan yang kanan motif garis-garis, ehmmm.... tapi kita harus milih salah satu pada akhirnya, dan kita pilih yang garis-garis donk. Kenapa? karena kalau kata L yang garis-garis lebih cocok diperuntukan sebagai mangkok sambal, sedangkan yang bunga-bunga lebih mirip asbak rokok LOL.


3 kardus mangkok sambal siap dikemas. 

Selesai beli 3 gross mangkok di Jembatan Lima, gue iseng bilang ke L kalau sekalian aja ke Pasar Pagi lagi beli kain tile buat bungkus mangkoknya. Sedikit bahas soal kemasan dulu ya, karena kita emang udah niatin buat beli mangkoknya aja dan kemas sendiri, kita ada kepikir dua opsi yaitu cetak dus mangkok di percetakan atau bungkus pakai kain tile lalu dibentuk kayak hampers. Gue sempet cari tau kalau cetak dus harganya berapa, rata-rata kasih harga Rp 1.000,- tapi harus pesan diatas 1000 pcs (u_u). Pilihan gue pun jatuh pada si kain tile ini, seengaknya gue pikir jauh lebih cantik dikemas bentuk hampers daripada dimasukin ke kantong serut kayak biasa. Walaupun kalian tau, bungkus sendiri 432pcs adalah cari kerjaan banget, siap-siap sakit pinggang dan sakit tangan!!!

L setuju kita langsung ke Pasar Pagi Mangga Dua, gue niatnya mau beli tile di Toko Laris lagi. Sampe sana nanya kain tile per meter kena Rp 7.000,- karena kita mau pakai banyak akhirnya beli satu roll = 50 yard = kurang lebih 45 meteran. Gue pilih warna tiffany - bodo ah nggak nyambung sama tema wedding gue yang lebih ke pink-pink gitu hihihi... Biar gak mabok bacanya, gue tulis dibawah ini ya belanjaan gue apa aja:

Kain tile satu roll Rp 275.000,-
Pita satin satu lusin Rp 48.000,-
Kawat ikat satu roll Rp 15.000,-
Corsage satu lusin Rp 45.000,- 










Selain ke Toko Laris, kita lihat-lihat boneka wedding juga disalah satu booth gitu yang jual enci-enci rambutnya cepak - tempatnya dekat banget sama Toko Laris, kalian pasti nemuin deh kalau ke sini. Setelah pilih-pilih akhirnya kita beli wedding bear ukuran 15cm sepasang Rp 75.000,- 




L juga sempat foto-foto barang dagangan si enci yang lain, eh ditegur donk huahahaha katanya boneka wedding jangan difoto *pukpuk L* tapi L ciamik nih, dia bilang mau foto soalnya mau kasih tau teman kita sapa tau mau nitip :D eh encinya bilang yauda gak apa-apa hehehe...


Boneka yang ukurannya lebih besar, harganya gak nanya :p

Yang ini ukurannya 15cm juga cuma beda warna aja

Hello Kitty - Daniel harganya 145ribu

Yang ini ukurannya mini sekali, harganya 35rb/psg

Gue juga mampir ke New Ceramic Florist, tempat beli bunga palsu kemarin. Tapi kali ini bunga palsu kayak yang gue beli kemarin lagi abis jadinya beli yang lain deh. Mini daisy harga satu stem
Rp 20.000,- saja.




Selesai.....
Eh belom ding, gue masih punya pe-er ngebungkusin souvenir gue. Ini sih alamat bagi dua sama L hihihi, belom apa-apa aja gue minta tolong dia guntingin kain tile di rumahnya. Gue sendiri bakal sambilan potongin pita pas jam istrirahat kantor muahahhahaa.... Ini sih namanya DIY souvenir alias do it yourself, gak apa-apa ya L kita capek dikit tapi yang penting kita puas sama hasilnya :p

Friday, 8 April 2016

Berburu Souvenir (Bag. 3) - Pasar Pagi Mangga Dua

Semoga gak bosen ya karena udah H-2 bulan kurang aja, gue masih gundah gulana soal souvenir ini. Sebenarnya kita udah tau souvenir apa yang mau kita kasih, harusnya kalau udah tau ya gampang donk! tinggal pergi ke tukang souvenir, order, dan taraaaaaaa... beres... Tapi nyatanya sampai sekarang kok nggak beres-beres ya, survei molo kerjaan kita hahaha... *menertawai diri sendiri*

Jadi kita udah sepakat kalau souvenir kita nanti itu adalah mangkok, lebih tepatnya mangkok sambal sih karena ukurannya mini imut-imut gimana gitu (kayak gue) hehehe... Waktu survei ke Toko Multi Kasih di Asemka sana, kita udah dapat gambaran soal si mangkok ini. Bentuknya ya so-so aja sih, bahannya beling-bening gitu, lalu dikemas sama kotak mika, dan dipitain warna warni. Pas sekalian belanja perintilan wedding di Pasar Pagi Mangga Dua minggu lalu, gue sekalian survei si souvenir mangkok ini. Sebelumnya gue searching dulu di internet nama-nama toko souvenir yang lumayan banyak dipakai jasanya sama para capeng dan dapatlah beberapa nama toko tsb. Untuk lebih lengkapnya gue tulis di bawah ini ya....

Kikie Souvenir
Begitu menginjakan kaki di lantai semi basement Ps. Pagi Mangga Dua, kalian bakal lihat counter souvenir cukup besar di tengah-tengah hall gitu. Rame deh pokoknya karena banyak para capeng yang lagi transaksi atau sekedar tanya-tanya. L kebetulan lagi ngisi form Teman Ahok dekat situ, jadilah gue lihat-lihat koleksi souvenir disini sendiri. Si enci dan mbak yang jaga toko cukup sibuk ngelayanin pelanggan lain dan jawab panggilan telepon, jadi gue lihat-lihatpun gak ditemanin sama mereka. Akhirnya ketemu juga mangkoknya, gue langsung tanya harganya sama si enci dia kasih tau kalau harga pakai mika sekian, kalau pakai kain tile sekian.

Karena gue merasa pelayanan disana kurang mengesankan, jadinya gue sama L pergi ke Toko Laris dulu sambil cari-cari toko souvenir yang lain. Nah pas lagi di Toko Laris, iseng-iseng gue tanya ke mbak yang ngelayanin gue, toko souvenir mana yang murah tapi bagus? dia bilang Kikie Souvenir ini, dia nunjukin tempatnya dekat kios yang jual bunga tapi gak lama dia bilang ada juga counternya di tengah-tengah hall (yang sebelumnya gue kunjungi). Gue juga nanya dia tau Nonie Souvenir gak? karena kalau dari review blog para capeng yang gue baca, cukup recommended juga tokonya, cuma sayang mbaknya gak tau.

Akhirnya kita ikutin saran si mbak Toko Laris deh, coba cari toko Kikie Souvenir yang dekat kios jual bunga dan akhirnya ketemu karena cuma ada satu toko doang yang jual souvenir. Disini kita dilayanin sama enci2 yang lebih ramah dan helpful, mbak yang bantuin jaga juga lebih responsif kalau lihat apa langsung dikasih informasi harga dll tanpa tunggu kita tanya - efek tempatnya gak seramai yang di depan kayaknya. Kita tanya harga mangkok yang kita pilih (ada dua model) harganya sama kayak counter yang didepan. Cuma sayang model yang gue demen udah gak diproduksi lagi jadi cuma ada mangkok motif kembang-kembang gitu, tapi not bad kok lumayan bagus.




Disini encinya lebih fair, dia kasih saran lebih baik pakai kain tile aja buat bungkusnya karena kalau pakai mika walaupun bagus tapi sayang karena abis tamunya terima, biasa langsung buang. Udah gitu harga pakai kain tile sama mika itu bedanya Rp 1.000,- lumayan ya. Kalau pakai kain tile, kan masih berharap kain tilenya bisa dipakai gitu sama tamu yang terima. Waktu pengerjaan kurang lebih satu bulan, DP yang perlu dibayarkan pertama kali 30% dari total harga souvenir yang dipesan. Di toko ini, L juga naksir toples dove gitu, lucu deh tapi sayang out of budget banget hahaha...

P.s: Sebelum tau nama tokonya itu Kikie Souvenir - gue pikir nama toko ini pasti Nonie Souvenir deh soalnya kalau baca di blog teman-teman, Nonie Souvenir adanya ditengah-tengah hall dan punya kios juga, tapi setelah kita muter-muter terus lihat papan petunjuk bahkan sampai tanya-tanya satpam, tetap aja gak ketemu. Setelah kita perhatikan papan petunjuk dan nomor kiosnya Nonie Souvenir ternyata letaknya persis depan Toko Laris *elap keringat* namun, pas kita samperin tokonya tutup dan ada tulisan disewakan tertanda Kikie Bridal Fashion/ Kikie Souvenir.... Loh, loh, loh, gue dan L langsung mikir apa jangan-jangan si Nonie Souvenir ini ganti nama ya??? entahlah...

Kikie Souvenir
Pusat Grosir Pasar Pagi Mangga Dua
Lantai Semi Basement Blok B No. 176 & Blok AB No. 003
Tlp: 021-6282630/ 6294082



Murah & Baik Souvenir
Kesan pertama, tokonya terang dan rame pengunjung, display barangnya juga enak dipandang dan gak berantakan. Gue langsung tanya aja ada souvenir mangkok apa enggak, mbaknya arahin kita ke rak display gitu ternyata mereka cuma punya mangkok model setengah bola aja, gak ada model lain. Kemasannya disini lebih cakep, mikanya lebih tebal dan bermotif, jadi mbaknya bilang gak perlu dikasih pita lagi. Gue gak nanya sih kalau pakai kain tile bisa apa enggak dan harganya berapa, tapi seinget gue harga mangkok+kotak mika yang mereka jual lebih murah daripada Kikie Souvenir.




Kalau mau pakai stiker nama kayak diatas kita nambah Rp 50.000-Rp 100.000,- dari harga total souvenir. Cuma sayangnya disini modelnya cuma mangkok bola aja, jujur kita kurang suka :(

Murah & Baik Souvenir
Pusat Grosir Pasar Pagi Mangga Dua
Lantai Semi Basement Blok B No. 107-108
Tlp: 021-6016507



Sinar Keramik
Lokasinya ada di counter juga, bukan di kios. Ketemu Sinar Keramik ini gak sengaja, begitu lihat enci2nya lagi duduk dikursi dengan kaki terlipat gitu, gue langsung tau nama toko ini (abis baca blog orang jadi tau hihihi). Disini mbak yang layanin kita rada maksa gitu suruh kita buru-buru DP, gak nyenengin deh pokoknya. Harganya juga agak tinggi dibanding dengan toko yang gue sebutin diatas, tapi koleksi mangkoknya lebih variatif. 




Kita juga beberapa kali mampir ke toko-toko souvenir yang ada di tengah-tengah hall gitu, cuma sayang harganya lebih mahal daripada yang gue sebutin diatas. Tapi kalau boleh berpendapat, gue bilang harga di Pasar Pagi Mangga Dua ini agak lebih tinggi daripada di Asemka loh untuk barang yang serupa ya. Bedanya cuma duit receh ratusan perak sih, tapi kan kalau dikali ratusan pcs lumayan juga ya buat jajan es krim :D

Sinar Keramik
Pusat Grosir Pasar Pagi Mangga Dua
Lantai Semi Basement Blok B No. 157
Tlp: 021-6284386


***

Kira-kira ada yang nanya gak ya akhirnya kita beli souvenir dimana? lagi-lagi gue cuma mau bilang kalau kita sampai sekarang belum menentukan pilihan mau beli dimana, walaupun barangnya kita udah tau maunya kayak apa (si mangkok itu tentunya). L punya opsi lain dan gue sangat menghargai ide dia - gak ada salahnya dicoba ya toh masih ada sebulan lebih lagi untuk berjibaku dengan si souvenir ini. Prinsipnya L gak apa-apa ya makan waktu dikit yang terpenting kita puas sama souvenir kita dan yang terima pun senang.

Opsi lainnya adalah kemarin teman gue si Mbe nawarin pouch lucu-lucu gitu, harganya murah meriah banget *penting banget ya* dan gue ngerepotin dia banget buat beliin sample beberapa pouch itu. Makasi ya *ketjup basah* cuma balik lagi si mangkok masih menempati posisi pertama soal pilihan souvenir ini, jadi biarkanlah si pouch ini duduk di bangku cadangan dulu ya!


CD lagu pilihan capeng juga bisa jadi ide souvenir nih hihihi

Wednesday, 6 April 2016

H-2 Bulan

Gak nyangka tinggal dua bulan lagi menuju hari H. Gue mau quick-update beberapa hal, kali aja teman-teman yang baca bersedia ngingetin gue kira-kira item apa yang kurang ^_^

Here we go...



Mobil Pengantin
Dapat paketan dari Hilarity - voucher Rp 800.000,- ternyata dengan harga segitu kita dapatnya mobil sedan yang oldies. Lalu kita putuskan upgrade ke Alphard tahun 2004 nambah 1,2jt lagi dengan pertimbangan supaya bridesmaid-bestman kita bisa ikutan masuk juga.


Mobilnya kayak gini nanti...

Handbouquet
Dari bridal dapat standar bunga mawar lokal, kemarin ini sempat galau-galauan soalnya kan gue maunya yang diluar standar tapi setelah ditanyain ke floristnya ternyata nambah hampir 1jutaan. Yaudin, akhirnya sementara pilih white rose semi import nambah 200K. Tapi jujur masih galau mau tetap mawar putih apa peach hahahaha...

Wedding Card
Design udah oke, minggu ini  kita udah ketemuan untuk acc dummy. Overall kita suka sama hasilnya dan konfirm untuk naik cetak juga. Mepet banget ya karena mereka cuma punya waktu satu bulan untuk cetak & finishing kartunya. Semoga semuanya tepat waktu deh.

Catering Hari - H
Harus atur waktu untuk test food menu yang mau kita pilih untuk hari H nanti dan pilih menu pondokan juga, sekalian technical meeting sama orang restonya.

MC & Entertainment
Kita rencana pakai rekanan dari resto karena jujur udah males dan pusing juga kalau nyari-nyari dari luar. Untuk MC yang jelas pembawaannya enak aja, bisa bawain acara wedding internasional, dan bisa menghibur. Untuk entertainment kita juga mau pilih yang sederhana aja alat musiknya hahaha... yang pasti mereka siap bawain lagu-lagu yang direquest sama kita.

Fitting Gaun Keluarga
[ x ] Gaun Pemberkatan Nyokap Gue
[ x ] Gaun Pesta Nyokap Gue
[    ] Jas Bokap Gue
[    ] Kemeja Bokap Gue dan dasi- belom beli
[ x ] Gaun Pemberkatan Nyokap L
[ x ] Gaun Pesta Nyokap L
[ x ] Jas Bokap L
[    ] Kemeja Bokap L dan dasi - belom beli

[ x ] Gaun Penerima Angpao 1
[ x ] Gaun Penerima Angpao 2

[    ] Gaun Bridesmaid 1
[    ] Gaun Bridesmaid 1
[    ] Jas Bestman 1
[    ] Jas Bestman 2

Urusan di Gereja
Termasuk koor, dekorasi, putra altar, kita udah koordinasiin sama pihak Sekretariat Gereja Santa Monika, udah dikasih contact personnya juga.

Surat-Surat Catatan Sipil
Awal Mei baru disiapin.

Meal After Holy Matrimony
Nasi box - pesan dekat gereja aja.

Meal After Party
Buat keluarga & crew yang udah bantuin kita di Hari-H makan bareng di resto aja ya :)

Akomodasi Hotel
Cari yang di BSD, yang dekat ke bridal sama dekat juga ke gereja. Pilihan sementara di Sapphire Sky Hotel. Ratenya cakep euy mihihiii... interior kamarnya juga bagus. 

Photobooth
Minggu lalu Ci Tanty whatsapp gue, karena dia menemukan blog ini hihihi... Ternyata ci Tanty udah lama baca blog gue dari jaman dia wedding preparation juga, jadi mayu :p
Lanjut ya, gue udah kasih contoh design backdrop buat photobooth nanti akan didesign ulang sama team e-moment. Sekalian kemarin pilih template framenya, ada yang kita suka cuma kita request warnanya diganti ke pink.

Honeymoon Destination
Kabar terakhir, gue udah beli tiket pergi kebetulan lagi promo AA soalnya hihihi... Kita masih go local kok. Sekarang lagi nungguin tiket terusan (lah, berasa kayak di Dufan)  yang promo hahaha soalnya memang harus 2x penerbangan baru sampai ke tujuan kita. Trus beli tiket pulang sama booking akomodasi selama disana.

Perintilan Lainnya
[    ] Welcome board - belum didesign
[    ] Buku Misa Gereja - draft udah ada tinggal koordinasi sama pihak sekretariat & Romo.
[    ] DIY Wishing card - buat tamu2 tulis wishes, belum beli bahan-bahannya juga
[    ] DIY - wedding pen
[    ] DIY - wedding ring box
[    ] Buat rundown acara, soalnya kan kita gak pakai WO
[    ] List wedding songs

Saturday, 2 April 2016

Belanja Perintilan Wedding di Pasar Pagi Mangga Dua

Berkat baca-baca postingan teman-teman blogger yang udah/sedang nyiapin wedding, gue menemukan satu hal kesamaan dari mereka yaitu kalau beli perintilan wedding tempatnya ya di Pasar Pagi Mangga Dua. Gue pun jadi terbantu banget, mau nyari ini-itu kok ada semua disana ya jadi biar sekali dayung dua tiga pulau terlampaui maka gue kesana sekalian hunting wedding souvenir.

Hari Sabtu pagi tanggal 2 April ini, L udah jemput gue di rumah. Rencananya dari rumah gue naik mobil sampai Ruko Golden Boulevard trus kita naik bus Trans BSD jurusan Mangga Dua, nanti turun pas di depan Pasar Pagi Mangga Dua ini. Ongkos naik bus BSD sampai Mangga Dua cuma Rp 15.000,- selain nyaman, bersih, dan busnya Full AC, L juga gak perlu cape-cape nyetir hihihi...

Sesampainya disana kita langsung cari Toko Laris. Ini Toko famous banget deh dikalangan para capeng, udah gitu walaupun gue baru pertama kali belanja disini, gue seneng loh karena yg ngelayanin kita baik-baik dan barang yang dijual pun lengkap, mereka juga bantuin kita inget-inget barang-barang yang diperlukan untuk wedding, perlu ini gak? perlu itu gak? Hahaha... Maklum soalnya gue tadinya cuma mau beli corsage doang tapi karena diingetin alias ditawarin ini-itu jadi beli beberapa barang juga. Ohya, harga disini semua fixed price alias gak bisa ditawar.

Barang-barang yang dibeli di Toko Laris

Rincian belanja gue adalah sebagai berikut :
Buku tamu Brokat 2 pcs @ Rp 55.000,-
Stiker Double Happiness isi 2 pcs Rp 30.000,-
Corsage 3 rose 1 lusin Rp 45.000,-
Floratip (selotip hijau) isi 2 pcs Rp 10.000,-
Tali emas Rp 15.000,-

Untuk buku tamunya, mereka ada jual 3 tipe gitu, ada yang biasa cuma Rp 25.000,- ada yang dilapis kain satin Rp 50.000,- dan yang terakhir ini dilapis brokat. Gue beli dua aja cukup karena satu buku bisa muat 320 tandatangan.

Untuk corsage juga ada beberapa pilihan. Ada yang Rp 35.000,- selusin ada yang Rp 45.000,- beda dibunganya sih. Nyokap gue dari rumah cuma pesan beli selusin aja karena nanti yang pakai corsage cuma dikit, etapi donk pas sampai rumah dia bilang nanti beli lagi selusin ya yang maroon buat hiasan gorden kamar (-,-)" oh enyak, kenapa enggak sekalian aja huhuhu...

Corsage satu lusin warna pink

Detail corsage

Suasana Toko Laris, tokonya besar dan lengkap

Gue juga naksir boneka wedding bear disini, ada yang pakai kostum internasional ada juga yang chinese. Harganya variatif yang kecil Rp 50.000,- yang sedang Rp 75.000-100.000,- dan yang besar mulai dari Rp 100.000,- lalu apakah gue beli? Enggak hahhaa...

Toko LARIS
Pusat Perdagangan Grosir Pasar Pagi Mangga Dua
Lt. Semi Basement Blok B No. 209-212
Jl. Arteri Mangga Dua - Jakarta Utara

***

Dari Toko Laris, kita lanjut hunting souvenir tapi untuk cerita hunting souvenirnya gue ceritain terpisah aja ya! Nah, pas nyari toko souvenir eh kita lewatin toko yang jual bunga-bunga palsu cakep-cakep deh. Akhirnya mampir beli di salah satu toko yang rame banget, gue ambil satu stem bunga warna cream-peach ukuran sedang trus pas nanya harganya cuma Rp 20.000,- per stem isi 13 bunga (iya, gue itungin hihihi). Karena mikir kok murah ya hihi, gue minta dicariin bunga yang sama tapi warna pink. Soalnya pas gue cari sendiri dapat bunganya dikit, gak sampe 10/stem #ogahrugi #dasarpelit hihihi... Mbaknya cariin dan ternyata dapat disempil-sempilan bunga yang lain. Tentu saja gue itungin lagi isi bunga/stemnya hahaha...


Bunga-bunga yang gue beli

Maksud hati beli bunga ini buat DIY gitu, buat pulpen buku tamu atau apa gitu. Tapi lagi-lagi my mom said buat hiasan di meja rias aja! Apah kata pandita ratu aja dah..... *tertunduk lemas* 

Jadinya diriku musti ke Pasar Pagi lagi kapan-kapan buat beli corsage titipan nyokap, beli bunga-bungaan lagi, beli boneka wedding (mau beli yang couple karena pas sampe rumah kok merasa menyesal gitu ya  tadi gak beli), beli boneka lempar (yang ini tentative sih beli apa enggaknya, soalnya L belum mengiyakan ide throw the dolls ini), lalu beli dasi. Btw, padahal beberapa kali lewatin toko dasi. Kenapa oh kenapa kagak beli???

New Ceramic Florist
Pusat Grosir Pasar Pagi Mangga Dua
Lt. Semi Basement Blok B No. 178
Mangga Dua - Jakarta Utara

Friday, 1 April 2016

Ngomongin Tanggal Baik Pernikahan

Warning:
Tulisan kali ini jangan terlalu dibaca serius ya, santai aja ya ^___^

Pada dasarnya Tuhan menciptakan semua hari adalah baik adanya, akan tetapi gak dipungkiri dalam keluarga kita mungkin ada yang berpendapat bahwa ada hari "terbaik" diantara hari-hari baik yang ada. Tujuannya penentuan hari baik dalam pernikahan adalah untuk kebaikan pastinya, diantaranya untuk mendapatkan kelanggengan, keselamatan dan kelancaran bagi kedua mempelai khususnya.

Lalu apakah gue dan L, memperhitungkan tanggal baik ini?

T I D A K

Bukan, bukannya kami gak mempercayai atau gak peduli terhadap tradisi turun-menurun ini, namun kami memiliki jawabannya tersendiri *cieeeehhhh* atas pertanyaan ini. Ehm, (semoga gak dibilang sotoy yah!) jadi dari awal kami mempercayai kalau kami dipertemukan sama yang di-Atas bukan karena satu kebetulan namun karena atas kuasa-Nya. Pertemuan dan kebersamaan kami sampai sekarang merupakan jawaban dari semua doa-doa kami atas harapan memiliki pasangan sewaktu itu. 




Singkatnya, gue dan L membiarkan Tuhanlah yang memimpin hubungan kami ini dari awal sampai seterusnya. Tugas kami adalah menyirami apa yang sudah ditanam Tuhan dalam hati kami, agar cinta tsb tumbuh subur setiap hari dan semoga dapat berbuah kebaikan :) Jadi kembali lagi mengenai penentuan tanggal baik pun, gue dan L memilih untuk berdoa dan memohon petunjuk dari yang di-Atas. Setelah mendapat tanggal yang dianggap baik, lalu kami berdua mengkomunikasikan hal tsb ke kedua orang tua kami. Puji Tuhan semuanya setuju dan mendukung. Senangnya...


Namun pernah suatu hari gue ngelihat nyokap lihat-lihat kalender cina sih terus ngobrol sama kakaknya nyokap yang udah lebih pengalaman dalam urusan ngawinin anak. Intinya setelah mereka sama-sama lihat penanggalan Imlek, hari pernikahan yang sudah ditentukan itu ternyata bukan hari yang dirasa kurang baik/ jatuh dibulan yang dirasa kurang baik. Kayaknya namanya juga orang tua lebih yakin kalau udah make sure gitu deh hehehe...  


Ada juga cerita pas Kanonik kemarin nih, gue dan L ngobrolin soal tanggal pernikahan kami ini sama Pastornya. Pastor bilang tanggal pernikahan kami bagus kok karena bertepatan dengan hari peringatan Hati Tersuci Santa Perawan Maria - kami sih gak sampai sejauh itu loh mikirnya apalagi sampai perhatiin kalender liturgi gereja. Tapi ya kalau gue ditanya nih, pernah galau gak soal tanggal ini? gue pasti jawab pernahlah! Tapi itu gak berlangsung lama, poinnya percayalah, amini, dan imani semuanya pasti baik. Mengenai mau percaya apa enggak, mau pakai atau enggak tanggal baik untuk pernikahan ya kembali kepada kepercayaan kita masing-masing. Yang penting dari awal niatan kita untuk menikah harus baik, pastilah semuanya akan berjalan baik dan diberikan kelancaran juga. Semangat.....!!!