Tuesday, 29 March 2016

Penyelidikan Kanonik

Tanggal 26 Maret 2016, gue dan L akhirnya telah melewati satu tahapan lagi di dalam persiapan perkawinan gereja Katolik, yaitu penyelidikan kanonik. Semestinya jika nggak terjadi miskomunikasi antara Sekretariat dan kami, kanonik sudah dilangsungkan dua minggu lalu. Hal ini terjadi karena pihak Sekretariat lupa kabarin kami soal jadwal ini. Tau-tau pas hari Sabtu pagi gue ditelepon aja sama mereka lalu ditanya kok belum sampai kan ada agenda kanonik. Gue kaget donk dan bilang enggak ada konfirm sebelumnya, nanya ke L juga dia gak dikonfirmasi. Akhirnya mereka minta maaf karena mis-kom ini dan janji ngabarin kita setelah Romo memberikan jadwal kanonik yang baru untuk kita.

Akhirnya seminggu setelah insiden mis-kom itu, gue dikabarin jadwal kanonik yang baru. Senang banget rasanya tapi sekaligus degdegan. Senang karena akhirnya kanonik juga dan degdegan karena takut, pertama takut gak berjalan lancar dan yang kedua yaitu takut kalau Romo gak bisa/bersedia memberkati kami nanti :( Oke itu cuma kekhawatiran gue pribadi aja sih.




Agenda kanoniknya mulai jem 8 pagi tapi jam setengah 8 kita udah sampai lalu bergegas lapor ke Sekretariat. Jam 8 tepat, kita diarahkan untuk masuk ke ruangan Romo. Diawali dengan beramah-tamah dengan Romo lalu berdoa, btw gue yang diminta pimpin doanya. Selanjutnya giliran gue yang pertama untuk menjalani penyelidikan ini, L diminta nunggu diluar :p




Setelah melakukan sumpah diatas Injil bahwa semua yg gue katakan adalah benar dan jujur, selanjutnya yang gue ingat, kalimat pertama yang disampaikan Romo ke gue adalah "Sekarang yang kamu rasakan disini?" Ya gue jawab kalau gue takut gak berjalan lancar hahaha... Cupu banget deh. Romonya cuma senyum-senyum aja dan bilang gak usah tegang karena ini bukan introgasi atau apa gitu. 

Singkatnya gue ditanya-tanya beberapa pertanyaan soal hubungan gue dengan L gimana, apa yang mengesankan, seberapa mengenali sifat baik/buruknya, lalu terakhir ngomongin soal keluarga kami nanti dimata gue akan seperti apa? Juga disinggung mengenai pengalaman doa bersama Tuhan dll, yang bikin gue terharu biru *untung gak sampe nangis*



Setelah bagian gue selesai, sekarang giliran L yang masuk ruangan Romo. Gua nunggu di luar sambil nerka-nerka kira2 L ditanya apaan aja ya hahaha... Setelah 45menit (lebih lama dari gue - cuma 30 menit), akhirnya L keluar dan ajak gue masuk ke ruangan Romo. Kita diajak diskusi intinya dan terakhir sebelum kita ngomong, Romo sudah keduluan nanya siapa Pastur yang akan memberkati kita. Kita jelaskan bahwa kita meminta Romo untuk memberkati kita dengan alasan yang pernah gue bahas sebelumnya. Puji Tuhan Romo bersedia dan jadwalnya kosong :)

Rasanya lega banget deh....

Romo juga nanya kita pakai WO apa enggak, kita bilang enggak. Lalu dia bilang oh kalau mau pakai di resepsi saja di gereja gak perlu ya... Alasannya sama kayak yang pernah diungkapkan Romo dari gereja St.Monika saat kami KPP lalu *gak perlu dijelasin lebih detail ya alasannya apa*

Untuk berkas hasil Kanoniknya, kami dipesankan untuk antar sendiri ke Sekretariat St. Monika. Mengenai waktu pengambilannya nanti dikabari sama sekretariat Gereja St. Gregorius Agung.

Penyelidikan Kanonik pun ditutup dengan doa yang dipimpin L *ciehhhh...baru pertama kali ini loh dia pimpin doa*


Sebelum pulang, kami pamitan dulu sama pihak Sekretariat gereja sambil ucapin terima kasih karena udah bantuin kita. Eh kita juga minta diemailin draft buku panduan Misa Sakramen Perkawinan yang udah disusun sama Romo, walaupun sebelumnya Romo pesan kalau beliau gak masalah jika ikutin kebiasanan di Gereja St. Monika termasuk soal buku teks misa. Tapi kami bilang, alangkah lebih baik kalau kami tanyakan dulu ke Sekretariat sana baiknya gimana.

Well, akhirnya satu tahapan selesai juga dan Puji Tuhan lancar. Kalau gak ada campur tangan Tuhan, pasti gak mungkin terjadi. 

***

Ohya yang nanya kira-kira L ditanya apa aja sama Romo, gue gak bisa jawab soalnya dia juga gak boleh cerita sama gue (katanya udah disuruh janji sama Romonya) jadi biarlah menjadi rahasia ya hihihi... 

Buat teman-teman yang juga sedang mempersiapkan pernikahan khususnya secara Katolik, alangkah baiknya jika kita juga menaruh perhatian besar dan serius kepada terlaksananya Sakramen Perkawinan secara liturgis di gereja. Intinya agar bisa berjalan indah dan mengesankan ^___^

Saturday, 26 March 2016

Tumbang

Ceritanya berawal dari kemarin, gegara gue sama L makan siang diluar. Menunya sederhana banget cuma Indomie rebus tek-tek si Mamang, gue pesan yg tingkat kepedasannya level satu dan L pesan yang level dua. Pas makan ya asyik-asyik aja, tapi lama-lama kita mikir kok ini mie gak abis-abis ya! Tapi karena emang dasarnya kita doyan banget sm mie instant yaudah kita hajar bleh sampai tetes kuah terakhir.

Sejam, dua jam, tiga jam, gue jackpot!!! Untung udah sampe rumah. Dari sanalah berawal ketidakberesan sistem pencernaan gue. Kalau L? Dia laporan cuma perutnya panas aja.

Hari ini, jem setengah 5 pagi gue udah bangun. Perasaan baru pejamin mata kok ya udah harus melek lagi, tapi dipaksain bangun soalnya mau Kanonik di gereja jem 8. Jam 6 gue uda siap dan meluncur ke gereja sama L. Gue disini gak akan cerita dl soal proses penyelidikan Kanoniknya seperti apa ya karena kayaknya lebih enak kalau ditulis terpisah. Well, abis kanonik itu leganya minta ampun. Jujur sebelumnya degdegser banget!!! 

Balik dari gereja, makan siang dulu sama bokap gue di Warung SS Gading Serpong, selesai makan cus ke Bridal karena mau fitting jas bokap. Trus lama juga disana karena gue diminta cek lagi file foto yg mau dicetak dialbum katanya ada yang salah tulis. Ohmyyyy disini gue mulai berasa efek si sambel mangga sama karedok yang gue pesan mulai ganggu pencernaan gue nih. Gak nyaman rasanya... Akhirnya dari bridal tadinya mau langsung balik ke rumah karena ada janji tapi gak jadi karena gue baru keingetan kalau harus ngelayat ke Rumah Duka (ada bokapnya teman yang meninggal dunia). Akhirnya janji sama Eteng gue cancel, so sorry ya ci :(

Gak pas jalan pergi/pulang dari RD kepala gue berat banget, perut juga gak enak tapi gue tahaninlah akibatnya keluar keringet dingin. Sampe rumah gak kuat akhirnya  gue jackpot lagi dah T_T mau nggak mau gue minum obat maag juga dan karena kepala masih sakit banget, selang berapa jam minum obat sakit kepala juga deh #nyerah

L bilang kayaknya gue tumbang gini selain emang makannya gak bener juga karena stress deh belakangan ini, balik malem mulu dari kantor belom lagi juga mikirin proses Kanonik juga (ini sih emang gue lebayyy padahal gak perlu sampai segitunya juga). Trus gue nambah-nambahin juga karena emg kurang istirahat soalnya weekend jalan mulu ngurusin weddingan tapi ya memang harus dijalanin juga karena waktu jalan terus.

Malam ini, bukannya istirahat gue malah nulis blog. Bukannya gak mau tapi gak bisa bobo, lambung gue gak nyaman hikshiks... Coba minum teh hangat, semoga membantu deh soalnya mata sama badan juga udah lelah. Besok udah bertekad mau full recovery deh. Siapin stamina buat hari Senin sampai akhir minggu besok schedulenya udah reporting, reporting lagi sampai kadang gue mikir kok cepet banget ya perasaan baru kemarin kirim report. Hufftttt...

Thursday, 24 March 2016

Undangan oh Undangan

Setelah maju-mundur cantik akhirnya dua minggu lalu kita deal sama vendor undangan juga. Yang belum tau kisah sebelumnya soal undangan, silahkan baca dulu cerita yang ini

Untuk undangan sebenarnya kita dapat voucher dari Hilarity Bridal sebesar Rp 600.000,- tapi gak kita ambil, soalnya koordinasi sama vendor rekanannya lama jadi yaudin kita putuskan vouchernya dialihkan aja buat bayar yang lain dan kita nyari vendor sendiri.

Perburuan pun dimulai, pertama kita datang ke showroomnya Royal di VMM. Disana kita tanya undangan yang paling murah dapat yang double hardcover ukuran 20x11cm. Kalau masalah bentuk dan design kita jujur aja kurang suka sama yang model kayak gini walaupun harganya oke. Jadi abis ngobrol-ngobrol sama pemiliknya, kita pamit pulang sambil mikir-mikir lagi kira-kira vendor mana ya yang bisa mengakomodir kebutuhan kita dan tentunya sesuai budget juga donk :p

Contoh undangan di Royal - Sebenarnya gak boleh di foto, tapi setelah minta izin kita akhirnya diperbolehkan.

Dari internet akhirnya gue nemu beberapa nama vendor undangan yang lokasinya di Tangerang. Responnya ada yang WA gak dibales dan ada juga yang dibales, salah satunya tukang undangan yang akhirnya kita deal ini. Berhubung kita udah paham sama kebutuhan undangan kita dan udah ada budget per pc juga, jadinya gue langsung tanya aja ke si koko tukang undangan ini... Kira-kira kalau gue cuma punya budget segini per pc dapat undangan yang kayak gimana?

Setelah dijelasin lewat WA, akhirnya besoknya kita ketemuan deh sekalian minta dibawain contoh-contoh undangan yang pernah mereka bikin. Setelah lihat-lihat contoh undangan yang udah ada, gua dan tertarik. Dari design dan hasil cetaknya semua rapih, gak ada komplen. Tapi sebagai pembeli yang teliti, pas ketemuan kita gak langsung deal. Melainkan deal baru dipertemuan berikutnya, setelah si koko tukang undangan ini kasih quotationnya.

Untuk harga yang gue bayarkan, gue dapat value sebagai berikut :
*note: harga per pc-nya maaf dirahasiakan ya*
1. Single hardcover + amplop ukuran 13x21cm
2. Bahan kertas Jasmine
3. Full colour depan belakang
4. Finishing: Hot Foil 1 titik + Emboss 1 titik
5. Dummy (hanya ditunjukan sebagai approval sebelum naik cetak)

Bonus:
1. Thank You Card + Pita
2. Souvenir Card
3. Plastik
4. Sticker + Printed nama tamu
5. Free Delivery

Pretty good deal? Yeah! Tapi gak termasuk peta lokasi ya soalnya hitungannya nambah duit. L bilang dia mau bikin dan cetak peta sendiri aja biar lebih jelas karena peta dari tukang undangan cuma 9x12cm kecil banget ukurannya.

Untuk label undangan mereka kasih stiker Tom & Jerry yang putih, gak masalah buat kita walaupun bukan label transparan. Malah kita bersyukur banget mereka ketikin jadi kerjaan kita berkurang hihi..., untuk itu kita perlu kasih list undangan ke mereka. Kalau untuk dummy ini juga tambahan service dari mereka dan sifatnya cuma dikasih lihat aja gak dikasih ke kita. Semoga sih dengan adanya si dummy ini jadi gak akan ada kekeliruan ya.

Sejauh ini si koko tukang undangan responnya cepat kalau balas WA dan kalau ketemuan pun selalu bisa. Cuma ya waktu minta dikirimin quotation dua hari baru dikirimin, trus design undangan dijanjiian seminggu eh dia molor aja dong 3 hari hahaha.... Eh maap ya gue emang tipikal orang yang gregetan gitu kalau ada yang lambat-lambat.

Untuk design undangan gue pake contoh yang udah ada aja jadi gak terlalu lama kayak ngedesign dari awal, palingan cuma warna amplop aja ganti sama logo nama kita di amplop dan layout isi dalamnya aja. Pas dikirimin design undangannya, ih seneng deh karena designnya cantik dan kalau kata L gue banget (so flowery soalnya), cuma ada beberapa hal yang harus direvisi nih salah satunya: bulan pernikahan  kita masa ketikannya bulan APRIL bukan JUNI, ohmyyyyyy!!!!! Ngantuk kali ya si koko ini.... selebihnya cuma revisi minor aja kok ^_^

Untuk hasil jadinya, dia janjiin dua minggu sebelum hari H paling lambat - ya kan secara baru bisa cetak awal April setelah proses ini-itu dulu. L bilang ke gue untuk gak terlalu berharap undangan kita istimewa banget soalnya semuanya based on budget dan pesannya mendadak gini, gue juga bilang ke si koko tukang undangan do the best aja deh. Semoga sih awal Mei udah kelar, secara ngirimin undangannya jauh-jauh bok ada yang ke Cikarang, Karawang, Bandung, sampe ke Jogjakarta juga ada. Yang ke Jogja kayaknya kirim lewat pos cuma yang lainnya harus diantar sendiri. Semoga bisa kelar tepat waktu ya. Amin.

Tuesday, 22 March 2016

Ketika Gengsi Lebih Besar Dari Pendapatan

Berhubung lagi males banget ngebahas soal persiapan wedding dan perintilannya, dan juga kayaknya sumpek banget ngebahas berita aksi demo anarkis supir taksi yang menolak kendaraan umum berbasis aplikasi, jadi mari kita ngobrol topik lain yang lebih ringan (atau jangan-jangan lebih berat?) #eh

Soal apa?

Soal GENGSI!

Gengsi jelas bukan bagian dari gengster *lalu yang baca nyinyir*. Pengertian simplenya gengsi adalah rasa dimana takut akan jatuhnya harga diri. Nah gak usah jauh-jauh ya ngomongin orang lain disini, gua mau membahas diri sendiri aja yang kadang suka ehmmm, gengsi!

Ada kalimat yang mengatakan begini: "Ketika pendapatan meningkat, juga dibarengi juga meningkatnya gaya hidup/pengeluaran". Setuju gak? 

Back to 2008, dimana gue baru-baru mulai kerja sambil kuliah saat itu, gue termasuk orang yang gak neko-neko. Beli barang yang harganya pas dikantong aja. Gak mikirin merk, yang penting bisa dipakai dan nyaman. Belinya pun gak melulu harus di dept store, beli di toko-toko dalam pasar pun gak masalah.

Tapi seiring dengan kenaikan pendapatan yang gak seberapa itu, disertai dengan meluasnya pergaulan, lama-lama kebiasaan konsumtif yang tidak sehat pun berlangsung. Ambil contoh ya, misalnya mulai agak fanatik mau beli baju dan sepatu di toko tertentu dengan merk tertentu juga, belum lagi jajan-jajan yang kekinian, dan bayangan liburan kemana-mana yang ngabisin duit. Nah kalau udah "maunya" gak ketulungan, bahkan disaat lagi bokek pun keinginan-keinginan itu tetap terpenuhi dengan cara bayar pakai kartu kredit. Saat transaksi sih mikirnya gampang, ah bayar bulan depan ini! Belum lagi godaan belanja online yang jadi racun banget deh ahhh... Gue pernah loh uninstall instagram cuma buat menghindari godaan lapar mata doang! dan tetap aja gak berhasil hihihi... yang ada gua install lagi.

Cerita diatas itu, contoh kasus nyata diri gue doang loh. Ada lagi nih fakta yang lebih mengejutkan yaitu dalam suatu studi kasus yang dilakukan oleh sebuah lembaga riset diketahui bahwa 28% orang Indonesia memiliki pengeluaran yang lebih besar dari pendapatannya. Survei juga membuktikan bahwa tipe orang seperti ini akan meminjam uang agar bisa membeli barang yang dapat menaikkan status sosial mereka.

Kira-kira kita termasuk dalam kelompok masyarakat yang 28% itu gak ya? *mikir keras*

Sekarang ini karena bertepatan dalam rangka menyambut 17 Agustus, eh enggak ding... dalam rangka membangun keluarga baru, uhuk! Jujur kalau gue pribadi masih suka gengsi-gengsi gitu kapan punya cukup tabungan dan biaya darurat, kakak....!!! Sekarang ini bisa dibilang gue punya tabungan dengan nilai gak seberapa, apalagi dana darurat? itu jadi satu sama si tabungan itu. 

Padahal harusnya tabungan ya tabungan aja, ada yang sifatnya jangka pendek dan jangka panjang, sedangkan dana darurat itu merupakan dana cadangan yang kita simpan untuk keperluan darurat kayak misalnya *amit-amit* jika ada musibah, PHK, dan urusan lain-lain. 

Lalu gimana cara mulainya?

Pertama, jangan manjakan gengsi. Gengsi itu bisa dikatagorikan salah satu penyakit jiwa gak sih btw? Kedua, gue harus bisa menerapkan gaya hidup HEMAT, hemat loh ya bukan pelit atau medit - salah satu contohnya adalah dengan membiasakan diri mengenali mana kebutuhan dan yang mana keinginan. Nah kalau misalnya kita udah tau itu cuma keinginan, tapi barang yang mau dibeli kelewat cute untuk dilewatkan gimenong??? BYE, harus tegalah pokoknya *yakin? yakin? yakin? ngeledek diri sendiri*. Ketiga, ya rajin menabung RUTIN dan mulai berinvestasi.


Yang gak boleh lupa juga adalah jangan lupa bersyukur dan beramal karena semua yang kita terima itu hanya titipan dari yang di-Atas dan didalam rejeki yang kita dapat ada hak orang lain untuk menerimanya. So, jadilah saluran berkat bagi orang lain.

Harapannya dengan mengubah gaya hidup konsumtif ini, moga-moga suatu saat keluarga gue dan kalian juga bisa mencapai kebebasan financial. Kondisi yang bikin kita gak perlu khawatir soal uang, cara sederhananya ya kaya yang gue sebutin diatas misalnya. Awalnya berat sih pastinya ya kayak kalau kita sepanjang waktu makan enak trus mendadak harus diet, kebayang gak? tapi demi masa depan harus rela berbenah dari sekarang. Semoga berhasil _/\_

Friday, 18 March 2016

Rancangan-Ku, Bukan Rancanganmu

"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55: 8-9)

***



Jujur gue lagi kena sindrom writer's block, entah kenapa semua yang gue tulis kok gak ada yang bikin sreg di hati dan di mata ya, yang ada udah nulis panjang-panjang gue hapus lagi. Biar masih dibilang blogger produktif, gue putuskan untuk share salah satu ayat di Alkitab aja.

Maksud hati awalnya untuk mengingatkan diri sendiri supaya gak lupa dan gak henti-hentinya bersyukur. Kadang gue masih suka ngerasa ambisius mengejar hal-hal yang sifatnya duniawi tapi lupa kalau di dunia ini semuanya gak ada yang abadi. Semua yang diberikan adalah titipan dari yang di-Atas dan harus siap jika sewaktu-waktu diambil dari kita. Jadi satu pelajaran yang musti gue ingat sepanjang masa kalau materi bukanlah tujuan, tetapi hanya salah satu bekal untuk menemani perjalanan hidup kita.



Gue selalu percaya bahwa dalam hidup ini tuh "There's no such thing as a free lunch". Walaupun sebagai manusia, pasti gue juga pernah ngerasa lemah banget dan hampir putus asa tapi gue selalu ingat bahwa nggak ada hasil yang mengkhianati usaha kita. Do your best and let God do the rest. 

Belum lagi kalau kita udah pede tingkat dewa tapi kenyataannya harapan-harapan kita gak berjalan sesuai dengan rencana. Sedihnya minta ampun deh! dan langsung kita tanya orang lain dimana letak kesalahan dan kegagalan kita, lalu kita juga cari di berbagai sumber cara-cara untuk memperbaikinya. Tapi kita lupa kalau kita hanya perlu bertanya dan mengadu kepada satu tempat, yaitu Allah kita. Gue ingat dulu ketika gue ngalamin situasi yang bikin down banget, L mengingatkan gue akan satu ayat "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." (Matius 7:7) dan itu benar. Kita hanya perlu berdoa sungguh-sungguh dan menghadirkan Tuhan dalam hati kita, gue percaya bahwa Tuhan memahami doa-doa kita dan akan memberikan pertolongan-Nya tepat waktu, tidak terlambat ataupun terlalu cepat.

Trus satu lagi, kutipan ayat suci yang ingin gue sampaikan "Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." (Amsal 23:18) - sekaligus untuk mengingatkan diri sendiri lagi supaya menjadi orang sabar, nggak gampang nyerah, serta selalu percaya bahwa kita gak akan pernah ditinggalkan-Nya.

Terakhir,
Terima kasih, Tuhan ❤



***

Note:
Proses menulis postingan ini mengalir begitu aja, gak sadar kalau tadi mengklaim diri lagi lagi kena sindrom writes's block tapi tau-tau udah nulis beberapa paragraf aja hehehe... 

Saturday, 12 March 2016

Prewedding Photo at Taman Bunga Nusantara

Sebelumnya gue mau kasih peringatan dulu, kali aja pada komplen pas buka postingan ini kok komputer/handphone jadi pada lemot hihihi, soalnya gue mau pajang foto-foto pas prewed kemarin di Taman Bunga Nusantara - Puncak. Untuk yang kepengen tau persiapan yang dilakukan sebelum prewed mungkin bisa mampir dulu ke tulisan yang ini atau yang mau tau kegiatan selama prewed silahkan juga baca tulisan yang ini

Foto-foto yang ada disini, semuanya fresh from the oven. Baru diambil siang tadi di bridal, jadi jangan heran kalau menemukan lemak bergelambir kemana-mana, sampai kulit yang menggosong gak karuan, semua tanpa editan!- kecuali tambahan watermark ya... Kalau soal ekspresi kami yang datar-datar kayak papan, dimaklumi ya kan kami hanya model dadakan hihihi... Selamat menikmati, semoga gak bikin mata kalian siwer yak :)























































Gimana, gimana? kalau buat gue pribadi, hasil fotonya memuaskan. Secara gue dan L emang persiapannya gak repot-repot banget, semua serba dadakan. Kalau L memang agak susah disuruh pose aneh-aneh, dibeberapa foto senyumnya kayak maksa gitu hihihi, efek mata sipit, kesilauan, terus udah capek juga. Di dua foto terakhir itu, kita pakai payung karena memang benaran gerimis tapi gak nyangka hasilnya bagus hehehe... Yang melegakan hati lagi adalah papa L (yang memang hobi fotografi) bilang hasil fotonya bagus dan terlihat profesional. Nyokap gue dan mama L juga suka sama makeup dan gaun yang gue pakai, cuma ada beberapa foto yang guenya kelihatan chubby banget ya :(

Jadinya hari ini udah pilih 24 foto untuk cetak ke album dan 1 foto untuk cetak kanvas. Gue juga udah pilih model cover albumnya. Gue dan L juga gak minta editan aneh-aneh kecuali edit warna kulit yang gosong-gosong itu, sisanya kayak tone warna foto dibiarkan natural aja. Lama proses editing kita-kira satu bulan, lalu approval, dan cetak. Semoga sebelum hari H bisa kelar ya untuk album foto dan cetak kanvasnya, Thank God  \\(^_^)//

Thursday, 10 March 2016

Akhirnya Prewed Juga

Beberapa hari sebelum prewed, baik gue dan L, serta team Hilarity sempat dilanda kegalauan karena hujan turun terus. Gimana nih kalau sampai hari Kamis nanti turun hujan seharian, gimana, gimana??? Akhirnya kami semua cuma bisa berserah, berdoa, dan berharap sebaik mungkin kalau besok bakalan cerah secerah-cerahnya. Gak lupa sebelum cuti, minta doa kesemua teman di kantor *sambil sungkem satu-satu* supaya ikut doain biar gak turun hujan hihihi...,

Pas hari H, gue bangun kesiangan dong. Kemarin malamnya, gue lembur gegara mau cuti trus nyokap masih sempet-sempetnya nitip belanjaan ke supermarket, sampe di rumah beberes bawaan buat besok pagi, termasuk setrika baju, siapin sepatu, dan masuk-masukin barang bawaan ke tas. Baru naik ke tempat tidur jem 12 malem, eh gak langsung pules dong! mata masih on terus sampe jem 2 pagi. Akhirnya bangun cuma buat berdoa supaya beban pikiran dan hati ini diangkat, supaya bisa nyenyak tidur walau beberapa jam. 

Gak sampai 3 jam, nyokap udah ketuk-ketuk pintu kamar. Dia udah rapih karena mau ikutan juga ke lokasi prewed sambil jalan-jalan sama Iie gue. Kalau nyokap sama iie ikut gak perlu khawatir untuk urusan perut, pasti terjamin punya hihihi... Akhirnya gue terburat-birit untuk mandi dan siap-siap, sedangkan L emang udah tiba dan bantuin masukin barang ke mobil. Akhirnya berangkat jam 05.45 pagi. Padahal janji jam 07.30 udah sampai TBN untuk kejar makeup :(

Jalanan pun lancar dan gak ada kendala berarti. Sempat kena macet sedikit di Gadog dan pertigaan Taman Safari. Udah gitu harus lewatin kabut yang gelap banget, bikin jarak pandang nyetir jadi terbatas. Gue udah was-was aja semakin naik bisa hujan nih, karena di kebun teh aja udah gerimis. Mamak tolong aku.... Sepanjang jalan WA-an terus sama Mba Dewi, nanya posisi gue dimana. Mereka udah tiba di TBN pas gue masih di Gadog, phewww... maapkan kami ya T_T, akhirnya sampai juga di TBN jam 08.30 ngaret satu jam dari perjanjian.





Begitu sampai TBN, langsung disuruh masuk ke ruang makeup yang lokasinya dari pintu masuk ada disebelah kiri. Cukup luas tempatnya, jadi bisa tukar kostum dan simpan barang-barang disana. Hari itu kita beruntung karena datang pagian jadi bisa dapat meja make-up, walaupun lampu kacanya gak bisa nyala tapi untuk kita dapat paling pinggir dekat pintu jadinya terang. Sementara gue makeup, L sarapan pagi dulu dari bekal yang disiapin nyokap gue, sedangkan nyokap dan iie gue memulai perjalanan mereka menyusuri taman dengan bunga-bunga cantik itu hihihi...

Sekitar satu jam gue di make-up, lalu ganti baju pengantin warna putih, L pakai stelan jas warna silverstone, segera kita foto-foto di Taman Paris. Kita berdua masih kaku kayak papan, mana panas banget mataharinya, luar biasa doaku dan doa orang-orang yang kebanjiran terkabul. Setelah itu, balik lagi keruang makeup untuk retouch dan ubah rambut karena rambut gue yang sebelumnya berantakan :( sekalian pakai veil dirambut. Disini ada kejadian yang cukup distrubing, ada banyak emak-emak Ar*b yang ngerubungin gue di ruang makeup sambil bilang, "Wow, you are so beautiful, today is your wedding day?" bla..bla..bla... sambil seraya ngeluarin kamera dari tas. Kalau satu orang aja gue gak ngerasa keganggu ya, tapi bayangkan kalau yang ngerubungin gue ada lebih dari sepuluh orang emak-emak bercadar? Fiuh, serem jadinya. Akhirnya sebelum mereka membuat kegaduhan di ruang makeup, gue buru-buru keluar deh dan jalan menuju lokasi foto selanjutnya.




Karena langit mendadak berubah menjadi mendung, sesi foto kedua buru-buru diakhiri dan bergegas ganti kostum dan retouch lagi. Kostum kedua gue adalah gaun tiffany green yang ceritanya sempat gue tulis disini hihihi... akhirnya bisa pakai juga gaun yang satu ini. Sedangkan L pakai stelan hitam-hitam dan doi mendadak berasa kayak bapak pendeta. Lokasi foto kali ini sesuai dengan request gue, yaitu di Taman Jepang. Disini gue dan L mulai relax foto-fotonya, soalnya gak banyak Ar*b-razzi yang setiap kita foto selalu lihatin, sambil ikutan fotoin kita juga hihihi, berasa artis ya!




Kostum ketiga, gue ganti gaun warna peach dan L ganti kemeja warna maroon. Lokasi fotonya di Rumah Kaca dengan membayar tiket tambahan sebesar Rp 2.000,- per orang. Disini hidup kita lebih tenang lagi karena tempatnya sepi banget. Disisi lain, kita semua udah pada cape karena belum makan siang tapi kita masih semangat terus lanjut.

Kostum keempat, gaun semi formal warna hitam dan L pakai hitam-hitam lagi tapi tanpa jas. Sekalian jalan kita bawa kostum kelima, yaitu casual. Kita foto di Taman Kaktus dulu trus lanjut Taman Bali (sesuai request gue), disini balon-balon yang gue pesan kemarin dipakai dan jadinya cucook abis, yaowoh keren bingits deh *siapa lagi kalau bukan diri sendiri yang memuji*

Gerimis mengundang, gue dan L ganti baju lagi. Kostum terakhir deh, kita foto di Air Mancur Musical dan Labirin, sambil bawa balon dan payung transparan gitu. Kasian loh Mas Anom ambil foto kita sambil keujanan disini, trus pakai acara naik-naik kursi tinggi segala biar kita agak kecilan dikit pemandangannya kelihatan bagus. All out banget deh usahanya... Karena becek abis gerimis ini, akhirnya sesi foto piknik-piknikannya diminimalisasi deh, cuma duduk aja di bangku taman sambil bawa keranjang buah. Gak jadi gelar tikar, hehehe...

***

Yang gue syukuri adalah setiap kita mau foto di spot tertentu dan ramai banyak orang, mereka tuh pada peduli sama kita trus kasih kita foto disana sambil diliatin tentunya (ini sih gue sama L udah cuek deh, urat malu udah putussss) dan L yang biasanya suka ngomel kalau diajak foto, berkat jampi-jampi gue doi seharian nurut banget deh, koperatif banget, disuruh senyum, disuruh gini-gituh ahhh...manis banget deh dia. Tapi tetap ya karena udah kelelahan berat, pas sesi terakhir disuruh loncat dia gak mau dong hahaha... Belum lagi syukur atas kebesaran Tuhan YME yang bikin matahari kok bisa cakep banget di TBN ya! sampai-sampai kulit gue menggosong hiks...hiks... sampai rumah merah-merah dan perih banget nih kulit (lupa pake sunblock juga-btw soal kulit gosong ini gue ceritain dipost terpisah deh biar eksklusif).

Trus mau bilang makasi banget buat Team Hilarity:
1. Tante Davina yang makeup-in gue, ihhh tante keren banget deh ah, gue minta rambut model apa diturutin walaupun dia bilang agak susah soalnya gue baru potong rambut. Hasilnya makeup dan hair-do nya memuaskan :) Belum lagi, tante Vina baik banget bantuin rapihin barang-barang kita di ruangan, soalnya ada pasangan lain yang baru datang dan mau makeup juga, trus pouch gue dijagain dan dikasiin pas retouch maksudnya kali aja gue mau lihat handphone. Belum lagi tante Vina juga yang bantuin tiup 10 balon-balon bawaan gue, makasih ya tante :)
2. Mas Anom, yang gak pernah lelah ngebecandain kita supaya terus nyengir kuda sampai kering. Ngeledekin gue yang kurang 'wanita' ini hihihi... Sampai-sampai hujan-hujanan buat fotoin kita, dan hasilnya ruarrr biasaaaa....!!!
3. Mba Dewi, asistennya Tante Davina yang serba bisa. Bantuin gulung-gulung rambut gue, bantuin angkat gaun, bawa properti foto banyak banget - gilak tenaganya kuat banget, belom lagi jadi lighting assistant juga, dan pengarah gaya. TOP BGT deh!

Sebagai penutup, berhubung belum dapat semua file fotonya, jadi supaya yang baca gak sedih, gue kasih foto pas makeup aja ya :) *kabuuur*


Notes:
1. Charge lokasi per Maret 2016 untuk seharian penuh dan free penggunaan ruang makeup di Taman Bunga Nusantara - Puncak adalah sebesar Rp 500.000,-
2. Tiket masuk Rumah Kaca bayar lagi sebesar Rp 2.000,- per orang
3. Siap-siap dikerubungi sama turis Ar*b dan jangan heran kalau mereka ehmmm, agak heboh reaksinya jika dibandingkan dengan pengunjung lain tapi kalau beruntung ada turis yang ajak kamu foto trus kasih selembar seratus ribuan hihihi
4. Selesai dari TBN karena gue laper berat akhirnya mampir makan malam di Bumi Aki, ini salah satu resto favorit gue. Paling mantab pesan Nasi Timbel Komplit sama Teh Manis Hangat, oh surgaaa... *akhirnya gue makan nasi cukup banyak setelah 4 bulan diet*
5. Jangan lupa bawa dan pakai sunblock, kecuali kalau dari awal emang udah ingin bikin kulit kamu hitam eksotis dan perih-perih.

Tuesday, 8 March 2016

Tanjung Pasir Resort

Nulis episode jalan-jalan lagi ya kali ini karena dasarnya gue emang banci jalan-jalan, pusing dikit maunya pergi ngebolang kemana gitu, biar pulang-pulang pikiran plong dan fresh. Kemarin ini mendadak muncul ide kepingin piknik, piknik yang sambil gelar tikar dan bawa bekal dari rumah gitu. Kayaknya kalau diingat-ingat udah lama banget deh gak piknik, kayaknya terakhir pas SMP di Taman Safari hihihi... Trus gue ngompor-ngomporin snyokap, ngajakin adek, iie gue, sepupu gue, dan pastinya L buat piknik. Pada setuju semua, yaudin deh akhirnya dipilihlah si Tanjung Pasir sebagai lokasi tujuan. Sekalian nyokap sama iie gue mau nostalgia masa remaja dulu hehehe...

Nyokap dan Iie gue emang dasarnya suka masak, jadi piknik kali ini bekal kita ada nasi, lauk, sayur, sama buah, gak lupa bikin lontong ayam, kali-kali ada peserta piknik yang kelaperan ditengah jalan, lumayan  buat ganjal perut. Pagi hari pas bangun tidur, kaget kok hujan ya dan langitnya gelap banget. Nyokap gue berkali-kali nanya jadi pergi ke pantai gak? gue bilang jadilah, kalaupun gak bisa gelar tikar minimal bisa hirup udara pantai. Akhirnya jam 10 kita berangkat dari rumah ke Tanjung Pasir, anyway, ini pertama kalinya gue dan L ke Tanjung Pasir jadi kita penasaran banget pantainya kayak apa. Adek gue bilang sih kalau jangan bandingin sama Tanjung Lesung ya karena beda banget, Tanjung Pasir itu pantainya kotor banget.

Sepanjang perjalanan gue kayak orang norak gitu hihihi, baru tau tuh daerah Kampung Melayu, Teluk Naga, sejauh-jauhnya paling gue sampe pintu M1 yang mau ke airport doang. Pas masuk daerah Tanjung Pasir ternyata masih gerimis, dan ternyata di depan pintu tempat wisatanya banjir. Bingung juga gimana nih karena kebetulan kita naik sedan, akhirnya numpang parkir di parkiran motor yang ada di depan. Kalau mau parkir mobil harus lewatin genangan, L gak mau takut mogok. Setelah L nanya-nanya sama petugas disana, akhirnya berani juga dia bawa mobil sampai dekat pantai lalu parkir disitu. Kita langsung turun dari mobil dan nyari warung untuk duduk-duduk dulu. Nyokap dan Iie gue kecewa berat banget karena Pantai Tanjung Pasir udah jauh berbeda dari ingatan meraka terakhir kali. Sekarang pantainya kotor, penuh sampah, kalau kayak gini mana bisa main di pinggir pantai? Dan yang paling menyedihkan adalah para awak kapal juga yang dengan sengaja membuang sampah-sampah penumpang dari kapal mereka ke laut. Gak habis pikir deh!





Sepupu gue ngajakin nyebrang naik kapal kayu gitu, katanya sih kalau nyebrang ke Pulau Untung Jawa kita bisa terhibur dikit karena pantainya lebih bersih daripada disini. Adek gue ngelarang karena ombaknya lumayan tinggi dan masih gerimis juga. Ditambah lagi kapalnya gak bakalan jalan kalau belum penuh dan gue lihat gak ada standard safety sama sekali untuk penumpangnya, gak dikasih life jacket. Ada sih life jacket digantungin di atap kapal cuma jumlahnya sedikit sekali. 

Untuk isi waktu akhirnya kita sewa satu bale milik yang punya warung disana. Lalu gelar tikar diatas bale dan makan bekal yang kita bawa. Gue gak nafsu makan sama sekali karena banyak kucing berkeliaran. Jadi gue cuma ngemil snack-snack aja dan minum. Setelah selesai makan, L ngajakin pindah lokasi ke Tanjung Pasir Resort yang katanya jauh lebih bagus dari pada pantainya sendiri. Semua pasukan setuju dan kita berangkat ke sana.

Lokasi Tanjung Pasir Resort ini adanya sebelum Pantai Tanjung Pasir. Jangan berharap menemukan pantai disini ya karena komplek resort ini jauh dari pantai. Begitu sampai gerbang TPR, untuk yang pakai motor disuruh parkir dekat pos satpam, dan boleh melanjutkan ke area wisata dengan berjalan kaki yang cukup jauh. Kalau yang bawa mobil boleh terus dikendarai sampai kawasan wisata, pilih kasih banget yey! Ohya, gak ada pungutan tiket masuk disini, semua wisatawan boleh masuk tapi tetap ya harus ingat jaga kebersihan dan keindahan.

Kita parkir mobil di depan playground. Kita gak habis-habisnya membandingkan kebersihan dan keindahan TPR dan pantai sebelumnya, bedanya antara langit sama bumi banget deh. TPR ini bersih banget, banyak pepohonan dan bunga-bungaan yang memang dirawat dengan baik. Anehnya walaupun gak ada pungutan tiket masuk, kok ya sepi banget pengunjungnya ya? cuma beberapa keluarga aja yang datang termasuk kami. 







Disini, banyak sekali papan peringatan untuk tidak membawa makanan dan minuman dari luar. Sebagai pengunjung yang tertib, tentu saja kami patuh. Kegiatan disini kita isi dengan mengitari komplek TPR yang luas banget dan bikin kaki pegal-pegal, udah gitu gak lupa foto-foto juga hehehe abis lumayan oke sih pemandangannya. Ada juga resto di tengah danau gitu, pas mau arah nyebrangin jembatan kayunya, ternyata kita lihat ada yang lagi prewedding - lantas kita gak jadi deh mau kesana hehehe nanti ganggu lagi. Akhirnya nanya-nanya petugas lokasi pemancingannya ada dimana, dikasih tau ada di Pulau Anggrek. 

Gue pikir Pulau Anggrek itu macam pulau kayak Untung Jawa atau Pulau Bidadari, eh taunya cuma pulau kecil buatan di tengah danau *ngakak guling-guling deh* ketinggian ya imajinasinya. Mau sampai ke Pulau Anggrek kita naik cruise dulu (tulisan di kapalnya sih gitu, padahal cuma ditarik tali doang hahaha). Sampai di Pulau Anggrek, tebak siapa yang paling girang? Nyokap dan Iie gue tentunya, sepanjang jalan menuju pemancingan banyak banget pohon anggrek yang dibudidayakan. Mereka berdua memang pecinta bunga-bungaan jadi gak heran kalau antusias banget.






Sebelum mancing kita registrasi dulu ke kasir. Dikasih tau kalau biaya sewa alat mancing itu free dan hanya hasil pancingan aja yang bayar dan jika ada alat pancing hilang atau terjatuh ke danau baru di charge. Kebanyakan ikan yang ada di kolam yaitu bawal putih, ada juga bandeng dan beberapa jenis ikan yang gue lupa namanya. Pas kita datang, baru aja ada satu keluarga yang berhasil dapat bandeng jumbo. Nyokap gue kesenangan lihatnya, trus bilang ke kita-kita kalau kita juga harus dapat bandeng hehehe... tapi faktanya, nyokap gue malah asik ngopi-ngopi, yang mancing mah anak-anaknya hihi. 


Ada kali sekitar dua jam mancing, sama sekali gak ada hasil. L beberapa kali pindah posisi, katanya kurang hoki. Sampe dibantuin mancing sama pelayan resto disitu, dan setelah nunggu lama akhirnya berhasil dapat satu ekor bawal putih yang jadi hasil pancingan pertama dan terakhir kita hahaha... Trus kita pada sebel gitu soalnya pas kita mancing, petugas diujung kolam sana lagi kasih makan ikan. Pantesan aja ikannya pada sombong hahaha rupanya ikan-ikan udah pada kekenyangan, jadi pada nyuekin umpan kita.

Waktu udah hampir jam 4 sore, kita semua udah pada capek. Akhirnya kita pulang deh, lumayanlah main-main ke Tanjung Pasir Resort setidaknya terhibur daripada main di pantainya doang. Terakhir, mau bilang sampai jumpa diedisi jalan-jalan berikutnya :)