Sunday, 27 December 2015

Berburu Souvenir (Bag. 2) - Unic.de.Souvenir

Masih soal pencarian souvenir nih, jangan bosan yah :p yang belum baca bagian satu boleh mampir ke sini dulu. Walaupun cuma perkara mau beli souvenir, gue masih melibatkan L dan orang tua kami untuk tanya pendapat mereka. Ada yang bilang sih kalau urusan kecil-kecil lebih baik diurus sendiri, ya gue setuju kok tapi buat gue lebih enak kalau orang tua juga ikutan kasih penilaian, baik-enggaknya, pantas-enggaknya souvenir yang kami pilih untuk dikasih ke para tamu undangan meskipun souvenir kami emang gak mahal atau mewah tapi balik lagi semua calon pengantin pasti ingin souvenir pernikahan mereka berkesan dan berguna bagi semua penerimanya. 

Kalau kemarin untuk urusan souvenir foto gue banyak nanya ke bokap gue, nah untuk souvenir berupa barang gue banyak diskusi sama nyokap gue (selain sama L dan orang tuanya ya), yang ternyata berujung dengan galau-galau-an *halah bahasanya* karena gue dan nyokap gue itu sama-sama tipe orang yang gak kuat iman lihat yang lucu-lucu. Misalnya nih gue tunjukin foto souvenir model A di tablet, dia excited bilang suka, pilih yang ini aja, tapi setelah gue tunjukin yang lain eh langsung galau hahaha.... samaan ya kita Ma!

Bersyukur sekali lagi karena ada Instagram hahaha.. banyak ketemu online shop yang jual souvenir. Lumayan kan buat cuci mata dan cari referensi. Salah satu dari online shop yang sempat bikin gue dan nyokap galau adalah @UNIC.DE.SOUVENIR. Mereka 100% online shop jadi gak ada toko ya sodara-sodari, gak bisa beli sample juga, kalau minimum order gue gak nanya sih (tapi gue lihat ada yang pesan cuma 50pcs lampu tempel, jadi mungkin min order mulai dari 50pcs kali ya *ngasal*), dan terakhir bisa request warna pita serta design thank you cardnya.

Ki-Ka: (1) Tempat Accessories : Bentuknya mirip besek dari bambu ya tapi ukurannya mini.
Gue dan si mama suka karena lucu hihi.
(2) Handuk bentuk Doggy: Ini juga lucu, berguna lagi handuknya, ya kan, ya kan *maksa*
(3) Tempat Kartu Nama dengan hiasan clay: Buat gue yang kerja kantoran, dapat souvenir ini jelas berguna banget. Selain buat taruh kartu nama, bisa juga dialih-fungsikan untuk jadi tempat notes gitu, atau bisa juga jadi tempat tissue makan (kayak di warung makan/ warteg gitu *loh*
(4) Centong warna coklat: Kalau yang dapat mamak-mamak pasti suka deh, gue juga suka kok! cuma kata nyokap kalau yang dapat bapak-bapak nanti bawanya gimana? masa bawa centong hihihi

Ki-Ka: (1) Toples Hias: Mama gue suka nih katanya bagus udah gitu bisa dipakai juga buat simpen kue atau permen.
(2) Lampu Tempel Hias: Mama gue juga suka, gue juga sih. Warnanya merah jadi kelihatan mewah dan khas banget warna kawinan orang chinese (tapinya gak nyambung sama tema wedding gue donk)
(3) Centong kayu - warna natural: Kalau yang ini komennya sama kayak centong warna cokelat di atas.
(4) Sendok-Garpu kayu: Akhh suka..suka..suka... warna sendok-garpunya cakep, kemasannya cakep, pitanya oke. Lovely!

Sampai sekarang gue masih belum tau souvenirnya mau yang mana. L bilang nanti cari lagi pelan-pelan. Dasar wanita ya kepikirannya sama hal-hal kecil kayak gini, sedangkan L lebih mikirin urusan gereja, catatan sipil, dll - saling melengkapi ya. Semangat!

Yang mau contactnya UNIC.DE.SOUVENIR ada di bawah ini ya :)


Tuesday, 22 December 2015

Berburu Souvenir (Bag. 1) - Toko Multi Kasih Asemka

Untuk souvenir di pernikahan gue dan L nanti rencananya memang ada dua souvenir. Salah satunya adalah souvenir foto (yang pernah gue ceritain disini) dan yang kedua adalah souvenir berupa barang pada umumnya. Nah yang dimaksud perburuan disini adalah perburuan souvenir berupa barang tsb kalau photobooth gue udah tenang hehehe... Kenapa dua souvenir? maksudnya agar tamu undangan yang gak bisa hadirpun atau cuma nitip angpao bisa kami kasih souvenir dalam bentuk barang, kalau souvenirnya foto kan susah ya masa dikasih foto yang dititipin :)

Gue banyak browsing dan nanya-nanya ke teman gue mengenai toko-toko yang jual souvenir (souvenir yang dimaksud tentulah harus masuk budget kami ya sodara-sodara). Kebanyakan merekomendasikan agar gue keliling ke Pasar Pagi dan Asemka tapi kan kalau dikelilingin semua capek ya, udah tau gue perginya sama tuan muda yang gak bisa kena panas dikit dan gak terlalu suka tempat rame-rame kayak pasar gitu (langsung ngomel maksudnya) untuk itu gue coba cari toko-toko yang jual souvenir paling favorit pilihan para capeng yang tempatnya enak dan komplit. Gue dapat dua nama yaitu: Toko Multi Kasih di Asemka dan Alfiandra di Cipinang. 

Sebenarnya dari awal L udah bilang untuk urusan souvenir ini dipikirkannya nanti aja hehehe.. tapi berhubung gue dan dia sama-sama lagi cuti jadi punya waktu cukup banyak untuk pikirin soal wedding (dan wedding lagi hahaha) maka sebelum gue libur pun gue udah bilang ke dia mau ke Toko Multi Kasih itu dan dia pun oke malah sempet cerita-cerita ke papa-mamanya dan berujung kami malah ditemenin hunting souvenir hari ini   ^__^  Sebelum menuju Asemka, kami berempat (gue,L,papa & mama L) makan siang dulu di foodcourt LTC Glodok dan parkir mobil disitu. Setelah makan kami bertiga (gue,L,dan papanya) lanjut jalan kaki ke Asemka. Mamanya L sendiri karena gak memungkinkan ikut kita jadinya nunggu di LTC. 

Jalan kaki dari LTC ke Asemka lumayan loh bakar energi sama lemak-lemak, cuma gak tahan aja sama polusi asap dan debu. Kayaknya lain kali harus pakai masker sama topi deh, kalau sunblock emang udah persiapan pakai dari rumah hehehe... Kami gak pake nyasar-nyasar menuju Toko Multi Kasih ini. Patokannya cari gedung paling bagus, trus liat spanduk di depannya. Sampai di depan gedung kami nanya ke satpam dan diarahkan untuk naik lift yang ada di belakang, di pintu lift sudah ada stiker iklan Toko Multi Kasih juga, jadi makin yakin.

Keluar lift lantai 5 langsung ketemu tokonya, satu lantai ini memang ditempati sama satu toko ini. Waktu kami sampai gak terlalu banyak customer yang datang jadi kita lebih leluasa sih. Tokonya juga nyaman karena ber-AC cuma display barangnya (yang di-rak) bikin pusing karena asal taruh aja gak dipisahkan berdasarkan katagori. Gue, L, dan Pamer (biar enak nyebutnya gue singkat Pamer aja lah ya) mulai hunting souvenir. Pilih-pilih sana-sini trus saling menanyakan pendapat, suka gak dll... Jujur kalau pergi sama orang tua lebih enak karena bisa dapat second opinion gitu jadi gak asal beli aja, tau-tau udah beli eh orang tua gak suka kan repot ya.

Suasana Toko Multi Kasih waktu kami datang. Silahkan dipilih-dipilih :)
Kita ditemenin sama mba SPG gitu cuma ogah-ogahan banget ngelayaninnya, jawab harga aja males-malesan gitu. Belakangan gue malah nanya harga ke mba yang lain yang jauh lebih ramah. Ohya tadinya gue sempat nanya sih bisa gak beli satu buat sample gitu, ternyata gak dibolehin karena minimum ordernya 100pcs/item. Harganya juga sudah fixed semua alias gak bisa ditawar. Glekh! 

Ini souvenir yang gue taksir pertama kali. Bingkai foto dari tanah liat gitu. Gue suka karena bentuknya bagus
dan warnanya soft. Untuk ukuran foto yang bisa dipasang didalamnya sih kecil ya paling 3x4cm.
L juga suka sama souvenir ini. Harganya kalau gak salah ingat (maklum suka pikunan) Rp 6rb. Tersedia jg ukuran lbh besar harganya kalau gak salah Rp 12rb.

Bingkai foto lagi. Ukuran foto yang bisa dipasang didalamnya lebih besar dari yang diatas.
Cuma yang ini bahannya beda karena terbuat dari plastik yang di lapisi chrome gitu. Harganya (kalau gak salah) Rp 6 ribuan,

Sendok kue ukurannya kecil. Gue tanya L dan Pamer mereka berdua gak suka, gue juga sih hihi...
Karena gak suka jadinya kita gak tanya harganya berapa.

Gantungan handphone beruang (2 model). Lucu sih dan ukurannya mungil gitu. Cuma L gak suka katanya.
Jadi lagi-lagi gak tau harganya berapa.

Kaca dengan motif Paris. Gue suka, L juga lumayan suka, cuma Pamer ane bilang kalau kasih kaca nanti yang dapat cowok pegimaneee? Oke, noted. Pilihnya souvenir yang universal aja ya jd bisa dipakai cowok-cewek juga.
Untuk harganya, maap kita gak nanya lagi hihi...

Sisir kayu. Cakep ya trus berguna juga lagi :) cuma gue juga gak tau kenapa udah di foto tapi gue gak nanya harganya -,-".
Sepertinya mulai mabok souvenir!

Towel Cake. Juaralah ini, L suka dan Pamer suka. Mereka make sure lagi sih kalau handuknya beneran bisa dipakai,
alias bukan cuma dijadiin pajangan aja. Harganya 4rb sekian (halah pastinya gue lupa).
Trus gue bilang ke mereka kalau ujung-ujungnya mau Towel Cake gue bisa beliin yang modelnya lebih cakep dari ini hihi.

Mangkok Mini Kemasan Mika. Gue lumayan suka loh karena berguna gitu kan :)
Kita lumayan lama berada di rak yang banyak gelas-mangkok-piring gitu trus mulai berandai-andai deh Pamer gue,
kira-kira bagusnya di kasih label nama kayak apa trus kemasannya dibikin lebih cakep dsb dsb...
Ujung-ujungnya Pamer bilang kalau kita cari mangkoknya sendiri trus dia cari kemasannya, trus masukin satu-satu dll mau gak? gue bilang gue siap anytime asal ngerjainnya dari bulan Januari hehehe... Gue sih senang-senang aja ya DIY gitu jadinya dan bisa desain kemasannya sendiri jadi lebih personal kan.

Intinya sih kita gak beli apa-apa di toko ini karena rata-rata gak gitu ada yang benar-benar sreg di hati dan rencananya memang mau lihat ke tempat lain juga buat banding-bandingin. Pamer gue lumayan bantu loh kasih pendapat ini-itu ke gue dan L, rata-rata dia pilih souvenir yang mengedepankan fungsi. Dia sempat tertarik sama kipas cina gitu (modelnya bulat) katanya bagus, trus kipas lipat dari kayu yang memang finishingnya lumayan (harganya juga lumayan 25rb soalnya hohoho...), trus gantungan kunci senter yang kata dia nyalanya lumayan terang dan bentuknya kecil jadi praktis dibawa-bawa, ada lagi dia suka sama model keramik-keramik motif cina gitu (nah yang ini cakep sih cuma kecil amat ya jadi bingung mau dipakai buat apa? buat simpan anting-anting sepasang kali ya), trus dia juga lihat pulpen emas gitu katanya kalau dari jauh bagus, pas dia lihat dari dekat kok biasa aja dan body pulpennya ringkih hihihi padahal harga pulpennya murce loh cuma seribuan. Apalagi ya? oh dia juga suka sama model sisir karet lipat dan ada cerminnya gitu (kebayang gak?) tapi lagi-lagi mikir kan harus pilih souvenir yang unisex ya. Terakhir Pamer juga naksir gantungan kunci bentuk menara Eiffel gitu hihi...

Kalau L kayaknya gak gitu banyak tertarik sama souvenir-souvenir yang dijual disana, buktinya dia lebih suka ngikutin kita aja tanpa komen macem-macem. Komen dia keseringan cuma "biasa aja", "gak suka", yang paling parah dia bilang "jelek", ya gitu deh sejauh ini dia cuma suka sama towel cake dan bingkai foto yang pertama. Padahal gue beberapa kali nunjukin souvenir yang menurut gue cukup lumayan kaya sumpit, gunting kuku karakter, tempat lada-garam (eh ternyata baru lihat aslinya ukurannya mini sekali ya, harganya 10ribuan huhuhu) sampe terakhir gue tunjukin honey pot dari keramik aja yang menurut gue lucu, dia bilang gak suka. 

Kalau gue sih dasar gak kuat iman lihat yang lucu dikit langsung suka hahaha... gue juga sempat naksir sarung tissue gitu yang full motif songket (kalau gak salah harganya Rp 6ribuan - kemasan tile) sama yang kombinasi kain satin dan songket (harganya kalau gak salah Rp 5ribuan - kemasan tile), kalau warna bisa request. Trus ketemu tempat sambal gitu motifnya bunga, diameternya paling 8cm tapi ternyata bahannya melamin bukan keramik. 


Kartu nama Toko Multi Kasih.
Habis ngubek-ngubek di Toko Multi Kasih sempat lanjut keliling ke Pancoran situ nyari lampu natal, tapi gak nemu jadinya malah diriku yang beli kalender harian/sobek buat di rumah dan beberapa angpao :)

Beli kalender harian dan angpao 3 bungkus isi 6 pcs/ bungkus. Total belanjaan 20 ribu sajah.

Balik jalan kaki lagi ke LTC, jemput Mamer lalu balik ke BSD. Di perjalanan masih bahas soal souvenir, Pamer sih yang semangat hahaha... beliau bilang kalau bisa yang dibawa gampang dan bisa masuk kantong *tiba-tiba langsung kepikiran gunting kuku yang lucu itu* kalau Mamer cuma pesan supaya cari yang bagus aja, beliau rekomendasiin untuk pergi ke Jatinegara juga sih. Mungkin lain kali bolehlah dicoba :)

Monday, 21 December 2015

SK-II Magic Ring Skin Test

Gak berasa sudah satu bulan lebih pakai SKII, sejauh ini gue lumayan suka pakai SKII karena kulit wajah semakin lembut dan kenyal. Karena hari ini gue lagi cuti dari kerjaan kantor (walaupun gak ada niatan untuk liburan) dan kebetulan Clear Lotion gue juga tinggal dikit, makanya hari ini sempatin untuk ke counter SKII di PIM sekalian mau skin test dengan Magic Ring mereka.

Yang mengejutkan adalah hasil dari Magic Ring skin test pertama kali gue adalah JEBLOK. Akhhhh.. daku tidak menyangka kulit wajah gue kondisinya cukup memprihatinkan. Scorenya semua dibawah rata-rata dan yang paling mendingan cuma Texture Refinement (tekstur kulit). Mungkin sebelum gue pakai SKII lebih jelek lagi kali ya scorenya, tapi balik lagi ini cuma gambaran kondisi kulit kita *menghibur diri* yang pasti gue skin test sore hari dimana wajah sudah cukup lelah *masih usaha menghibur diri* mungkin kalau testnya pagi lebih bagus kali ya hehehehe....


Skin test result 21/12/2015
Masalah utama gue ada di spot control dimana menurut hasil skin test banyak calon-calon flek hitam *seram*, lalu kekencangan kulit juga kurang, kerutan halus mulai tampak di bawah mata dan pipi, serta kecerahan kulit yang tidak merata T.T

Dan jika dilihat dari hasil test-nya, kondisi kulit gue seperti orang berumur rata-rata 30 tahunan *nangis guling-guling* (p.s: lebih tua 5 tahun dari umur asli gue)

Yang paling menghibur cuma kondisi tekstur kulit yaitu seperti umur 18 tahun.

Setelah berdiskusi cukup panjang sama BA SKII (karena masalah gue cukup banyak), intinya gue harus coba mengatasi masalahnya satu per satu. Untuk pertama-tama masalah kulit yang akan diatasi adalah pori-pori wajah yang besar (efek bekas jerawat juga), setelah itu baru flek-flek hitam dan kerutannya. Fiuh!

Kondisi kulit wajah gue yang berpori-pori besar dan memerah (sensitif - efek kepanasan)
Foto ini diambil sekitar jam 3 sore sebelum berangkat ke PIM.

Untuk itu gue disarankan untuk menambahkan SKIN REFENING TREATMENT  ke dalam rangkaian perawatan SKII gue. Fungsinya adalah untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati dari permukaan kulit dan membantu pori-pori kulit tampak lebih kecil. Kalau dari beberapa review di internet, rata-rata dalam sebulan mulai terlihat perbaikannya setelah memakai SRT ini. Semoga gue juga yak.

SRT - Product Preview
Selain beli SRT, gue juga gak lupa beli clear lotion yang memang sudah mau abis. Karena gue belinya di Metro PIM dan kebetulan juga pemegang Mega Card, jadi dapat diskon 10% all item produk SKII. Lumayan banget loh.

Gue beli clear lotion 215ml harganya beda 50ribuan sama yang 150ml.

Ohya, gue juga dapat masing-masing satu sampel:
1. SKII-Cellumination Aura Essence 0,7ml, yang merupakan serum yang mampu membantu mencerahkan serta meratakan warna kulit.
2.   SKII-Whitening Power Spots Specialist 0,7ml, merupakan serum yang fokus menyamarkan bintik hitam membandel dan noda yang tersembunyi.

Sekian dulu ya cerita-cerita hasil Magic Ring Skin Test bagian satu, nanti setiap skin test gue ceritain disini. Terakhir, jangan lupa merawat kulit wajah dan tubuh kita ya teman :)

Friday, 18 December 2015

Wedding Cake Vendors

Kayaknya bulan Desember 2015 ini merupakan bulan yang cukup produktif buat gue, maksudnya produktif nulis di blog ini hihihi... Kali ini iseng-iseng mau nulis soal wedding cake. Walaupun cuma "kue" kok gue berasanya hal yang satu ini tuh penting banget yak, sampai-sampai gak sadar suka melototin layar handphone berjam-jam cuma buat si kue ini, huh! 

Kalau balik ke postingan gue tahun 2012 soal wedding cake, ternyata sampai sekarang selera gue gak berubah bok, masih suka kue yang gak tinggi-tinggi dan gak mahal-mahal hwehehee *teuteup ya jeung!* cumaaa... semakin kesini gue lebih kepingin pakai full real cake gitu alias kue asli semua. Gak suka pakai yang bohongan/ dummy cake inside, prinsipnya gak apa-apa gak mewah yang penting harus kue asli semua. 

Pencarian pun dimulai, beberapa vendor wedding cake pun gue temukan dari sos-med bernama Instagram *sungkem sama Kevin Systrom dan Mike Krieger* dan hasilnya? banyak banget pilihan wedding cake yang daku suka. Rasanya mau diorder semua, entahlah saking banyaknya mungkin tamu-tamu gue pada makan kue aja kali ya huahahaha... *lalu ditimpuk sendal sama nyokap*

Berikut adalah contoh-contoh wedding cake yang gue temukan, semuanya kue asli dan kebanyakan temanya "Rustic Wedding Cake" - biar sesuai tema wedding gue yang juga ala-ala rustic juga :D Disetiap foto sengaja gue watermark nama vendornya ya, sedangkan untuk kontaknya bisa dilihat di caption foto masing-masing, selamat ngiler!



Mungkin orang Surabaya sudah gak asing lagi dengan nama toko kue yang satu ini. Belum lama ini mereka share foto wedding cake di Instagram yang bikin gue terkagum-kagum *lebay* bentuk wedding cakenya kecil, sederhana namun begitu manis.

Lareia Cake & Co
Jakarta : 0877-8254-7176/ Line: lareiacakerie.jkt
Surabaya : 0812-1994-7881/ Line: lareiacakerie.sby



Gue suka banget sama toko kue yang satu ini. Better Chocolate Than Never. Walaupun mereka memang bukan vendor wedding cake, tapi mereka punya Signature Classic Dark Chocolate Cake yang masya ampun enaknya. Oleh karena itu, atas dasar penilaian gue yang sungguh-sunguh amat subjektif ini - gue coba tanya mereka apakah bisa buatin wedding cake seperti foto diatas tapi 3 tiers. Mereka pun bisa hihihi.. gue dapat pricelist mereka dan harganya masuk budget coba *senangnya* cuma... (lagi-lagi) kata L gue gak boleh kelewat nafsu gitu, harus juga tanya-tanya ke vendor lain untuk perbandingan. Kali aja ada yang lebih oke.

Better Chocolate Than Never
Senopati 41C Jakarta Selatan
Phone: 021-5731457 / WA: 0858-8861-9990




Gue tau Engel's Recipes atas rekomendasi salah seorang teman kantor gue. Foto wedding cake diatas itu adalah kue pernikahan sepupu dari teman gue tsb. Kebetulan wedding theme-nya Rustic juga jadi kuenya memang dibuat Naked Cake biar cocok dengan temanya. Kuenya sendiri rasanya Classic Vanilla dengan fresh strawberry & grapes. Menurut teman gue rasa kuenya enak :)

Engel's Recipe
WA: 0812-9008-8643 / Line: EngelNikijuluw
Instagram: @engelrecipes




Gue tau Ubiy Cake (lagi-lagi) dari instagram teman gue yang abis order red velvet cupcakes-nya mereka. Dari model wedding cakes di atas, gue paling suka sama Red Velvet Naked Cake (foto atas tengah dan bawah kiri) dan Lemon & Thyme Wedding Cake (foto atas kiri).

Ubiy Cakes
Email: ubiycakes@gmail.com
WA: 0813-8028-2363 / Line: ubiycakes




Vendor yang satu ini rasanya sudah banyak yang tau ya, cukup terkenal memang. Namanya Whitepot Wedding Cakes. Gue pernah kontak Ci Dessy untuk tanya-tanya wedding cake seperti contoh di atas. Untuk full real cake 3 tiers harganya starting from 7 juta, kalau mau di mix (setengah real cake dan setengah lagi dummy) kalau gak salah mulai dari 3,5 jutaan (lupa harga pastinya berapa). Ci Dessy ini orangnya ramah dan enak diajak diskusi namun sayang harga full real cakenya over budget T.T

WhitePot Wedding Cakes
Dessy Winata
WA: 0821-1389-7101 atau 0818-7833-96
Instagram: @whitepotweddingcakes




Siapa yang gak tau Hova Cake coba hihihi, rasanya semua calon pengantin pasti tau ya. Belakangan gue lihat di instagram, mereka post Mini Wedding Cake yang so lovely ^_^ kenapa mini? ya karena cuma 2 tiers (foto diatas). Untuk rasa cakenya kayaknya gak perlu diragukan lagi ya dan kalau harga sih silahkan ditanyakan sendiri hihihi...

Hova Cake
Phone: 021-56961717/ 0815-1009-8137
Pin BB: 516E1512




Kadang suka kepikiran sama wedding cake yang lucu-lucu juga kayak punya Cream and Lace ini. Walaupun Cream and Lace itu bisa buat full real cake dengan segala detail yang sungguh sangat cantik dan menawan hati, tapi balik lagi ke niat awal, maunya yang sederhana karena budget terbatas..tasss..tasss... But eniwei, buat kalian yang punya budget cukup berlebih silahkan kontak mereka ya...

Cream and Lace by Le Novelle
Shangrila Hotel Jakarta, Jl. Jend Sudirman Kav. 1A
Phone: 0878-8505-0680 (Dion)
Email: creamandlace@yahoo.com




Pelangi Wedding Cake juga cukup terkenal ya, tau vendor ini pertama kali dari temen gue *lirikk mbe hihihi* Sebenarnya gue gak tau sih foto diatas itu real cake/ dummy hihihi... gue tampilin karena gue suka sama modelnya yang naked dan rustic.

Pelangi Wedding Cake
Email: info@pelangiweddingcake.com
Pin BB: 2bf6293a

Yeay selesai.
Total ada delapan vendor yang wedding cake-nya mencuri perhatian gue. Sejauh ini wedding cake dengan full real cake memang gak bisa tinggi-tinggi ya, paling tinggi ya 2 atau 3 tiers tapi gue tetap aja suka walaupun detail kuenya minim banget (jangan dibandingin dengan wedding cakenya Chelsea Olivia, please) malah ada yang polosan gitu (naked cake) dan cuma dihiasi oleh fresh flowers atau buttercream tapi tetap aja cantik, ya gak sih?

Lalu apakah ada pembaca yang bertanya, mana dari kedelapan vendor itu yang gue pakai?

...

...

...

...

...

Jawabannya adalah...

...

(cieeeeeeh..... penasaran cieeehhh....)

...

...

Nggak ada diatas :p

...

...

...

Tapi gue dan L sudah dapat vendornya kok, kami sudah kontak mereka dan janjian ketemuan di bulan Januari 2016. Bentuk kuenya gimana, oleh siapanya nanti gue share belakangan ya... (selamat penasaran permisah, yuk dadah Bye!)     ^___^

Instabooth (Souvenir Foto)

Kebetulan bokap gue ada request khusus agar di acara resepsi gue dan L nanti, beliau request supaya ada photobooth. Gue sih mendukung 100% ide bokap gue ini hihihi... Soalnya bokap gue ini kalau datang ke undangan pernikahan kerabat-kerabatnya paling senang kalau bawa pulang souvenir berupa foto, beliau bilang lebih suka souvenir kaya gini jadi bisa dipajang di rumah *ini emang bokap gue narsis kali yaaa (sama kayak anaknya hihihi)

Untuk itu, gue coba mulai cari-cari vendor photobooth di daerah Tangerang (maksudnya biar koordinasinya enak karena satu kota dan bebas dari tambahan charge transport crew juga *dasar pelit*) yang reputasinya oke dan hasil fotonya bagus. Soalnya beberapa kali kita dapat souvenir foto hasil cetaknya kurang bagus :(

Dari hasil pencarian gue, gue cuma sreg sama satu vendor yang menurut gue cukup unik dan beda dari yang lain. Namanya Emoment Studio. Jasa photobooth mereka dikenal dengan nama InstaBooth, jadi pakai mesin berbentuk instagram gitu, lucu deh. Yang bikin beda lagi adalah tamu-tamu yang mau foto bisa lihat diri mereka sebelum foto ke layar, jadi bisa selfie gitu, bisa pas-pas-in gaya foto dulu. Lebih asyik sih daripada difotoin sama fotografer gitu, apalagi kalau fotonya ramean kan bisa sekalian wefie ya ^^

Gambar pinjam dari web-nya Emoment Studio

Tanggal 12 Desember lalu, sebelum datang ke resepsi weddingnya Nay, gue dan L sempatin ketemuan sama Ci Tanti dan Ko Santu - suami istri pemilik Emoment Studio yang kebetulan lagi ada event di Grand Avila (Restoran Rasane) Gading Serpong. Sebelum acaranya disana dimulai kita ngobrol-ngobrol sebentar dan dibolehin coba foto di booth mereka (sekalian test lighting ya ci hihihi). Untuk hasil cetak fotonya gue dan L suka, jelas dan bersih. 

Sebenarnya kalau mau ikutin teknologi yang terbaru, bisa pakai jasa mereka yaitu Instagram Print jadi tamu-tamu bisa ambil foto sendiri lalu share di Instagram dengan hashtag tertentu, foto diprint dan langsung dishare juga ke sos-med. Lebih canggih dan lebih mihil tentunya hehehe... 

Untuk paket photobooth, gue dan L sepakat ambil yang paket Platinum Moment (paket unlimited) dengan harga tahun 2015 (untuk item-item yang didapat dan harga bisa dilihat pada foto dibawah ini). Untuk penambahan per jam-nya dihargai Rp 500.000,- dan untuk optional tambahan backdrop (custom design) sebesar Rp 400.000,- (kalau gue gak salah ingat ya) :p

Pricelist Emoment Studio

Emoment Studio
Tanti : 08988999886
Santu : 081808889944

Belum lama ini, gue juga sempat sharing sama Nay soal vendor photobooth. Nay pakai jasa PicPack Photobooth untuk weddingnya. Untuk harganya kalau lihat di website mereka jauh lebih murah dari Emoment tapi mereka masih pakai fotografer untuk ambil gambarnya. Untuk hasil cetak fotonya IMHO, hasil cetaknya dibawah Emoment. Tapi PicPac ada jasa scrapbook gitu, fotonya dicetak double. Satu untuk tamu, satu lagi ditempel dialbum sekalian tamunya bisa tulis wishes disamping foto (kebayang gak?) jadi selain tamunya dapat foto, pengantin pun punya kenang-kenangan berupa foto+wishes dari tamu. 

PicPack Photobooth
www.pic-pack.com
JL. Daan mogot raya km 12.8
Komplek Ruko Daan Mogot Prima
Blok A1 No. 8 Cengkareng, Jakarta Barat 11740
Telp  : 021-94904359 / Hp    : 081905294420
WA : 088213205768


Sementara itu aja updatenya ya soal souvenir foto ini, semoga tamu-tamu yang hadir nanti bisa terhibur dengan adanya InstaBooth ini nanti :)

Wednesday, 16 December 2015

Ketemuan Sama Vendor Dekorasi

Pas Pilkada tanggal 9 Desember lalu, gue dan L ketemuan sama vendor dekorasi yang gue dapat brosurnya dari wedding salah satu kerabat gue tahun lalu. Iyee gue simpan brosurnya hihihi... dan gak nyangka kalau akhirnya (80%) kita cocok, cocok sama si cici-nya, cocok sama konsepnya, dan cocok sama harganya. Yang terakhir sebenernya sih yang paling menentukan hehehe...

Awalnya gue whatsapp-an sama si cici ini, lalu lanjut gue ditelepon sama dia, abis itu kita janji ketemuan di resto hari Rabu minggu berikutnya. Vendor ini officenya sama-sama di Tangerang juga dan baru dua tahunan juga menjalankan bisnisnya, walaupun masih baru pengalaman si cici dan teamnya sudah banyak karena memang awalnya si cici ini adalah dekorator gereja, baik untuk acara kebaktian mingguan maupun acara pemberkatan perkawinan.

Sampai di resto, gue ajak si cici dan suaminya keliling-keliling, sedangkan L lagi ngobrol sama Manager Resto. Si cici dan suami ikutan suka sama suasana Kampoeng Anggrek dan bilang untuk taman rasanya gak perlu didekor aneh-aneh karena memang sudah bagus, setuju dong gue hehehe... Abis muter-muter, mulailah si cici dan suaminya, dibantu L dan Mas Amynk ngukur-ngukur pelaminan, dll... setelah itu lanjut si cici diskusi sama gue soal konsep.

Masih inget gak konsep wedding impian gue apa? Selain summer wedding (iyelah kan diadaiinnya di bulan Juni) gue maunya (maunya yaaa...) temanya rustic, biar keren hehehe... cumaa... cumaa,,, karena gue dan L (gak deng, gue doang khususnya) sadar kalau kami itu punya budget terbatassss banget untuk dekorasi ini jadi ya konsep-konsep gitu gak kita sampaikan ke si cici hihi... *gigit jari*


Jadi konsepnya apa doong?
Natural.

Iya natural, artinya warna-warna buat wedding gue itu gak jauh-jauh dari warna krem, cokelat, dan putih. Tapi kan memang warna-warna tsb memang juga dipakai untuk rustic wedding theme ya jadi boleh lah ya dibilang ala-ala rustic *tetep maksa*

Nah untuk bunga-bunganya, gue akan pakai full bunga artifisial alias bunga palsu. Masalah? lah jelas enggak dong yang penting kan fungsinya yaitu untuk mempermanis dan mempercantik ruangan ya...kan..ya..kan... Sedangkan untuk warna-warna bunganya gue minta yang agak ngejreng agar gak terlalu pucat dekorasinya. Setelah diskusi jadinya warna bunga yang dipilih yaitu seperti warna pink, fushia, salem, dan putih. Kelupaan, plus warna ungu deng dari warna bunga anggrek yang memang sudah ada di Kampoeng Anggrek (khusus area outdoor).

Intinya dari total budget yang gue dan si cici dekorator sepakati (untuk nominalnya sori yaa gak bisa disebutkan), gue akan mendapat item-item ini pada dekorasi wedding gue:


1. Dekorasi pelaminan kain, standing flowers, dan mini garden
2. Dekorasi sederhana untuk meja vip, area music, dan meja penerima angpao 
3. Mini galeri dan beberapa spot di area outdoor

Sedangkan untuk photobooth gak termasuk dalam paket, gue usaha sih untuk minta dibonusin area dekor photobooth tapi gak dikasih hiks...hikss.. *yailah van udah murah gitu* jadi harus nambah lagi kalau mau.

Kemarin dikasih lihat juga contoh dekor pelaminan model 3D, ikhhh mupeng dong gue. Trus nanya-nanya kalau gue upgrade harus nambah berapa, eh dikasih murah coba.... gak banyak nambahnya, cuma.. ya ... cuma... pelaminan di Kampoeng Anggrek itu kan sempit jadi rasanya kurang bagus kalau mau dibuat full 3D jadi paling hanya untuk list backdrop pelaminan kain aja. Kalau menurut gue sih bagus-bagus aja ya pakai list gitu karena jadinya lebih tjakeppp.

Sekarang gue dan L lagi nunggu email dari si cici mengenai sketsa dekorasi dan detail item-item yang akan kita dapat nanti. Biar sama-sama enak maksudnya. Setelah itu baru deh bayar DP dan ketemuan lagi untuk lihat kain dll... Semoga sama vendor yang satu ini berjalan dengan lancar ya sampai nanti. Amin.

P.S: 
Untuk nama, alamat, dan nomor telepon vendor ini akan gue share setelah gue bayar DP ya ^^

Monday, 14 December 2015

Akhirnya Pilih Hilarity Bridal

Walaupun persiapan wedding gue dan L cuma enam bulan (atau bahkan kurang), sejauh ini kami gak hentinya selalu bersyukur. Bersyukur karena kami gak sama sekali kekurangan, kami dicukupkan, kami dipermudah dalam segala sesuatunya, dan gak lupa juga kami berterima kasih kepada orang tua kami yang selalu mendoakan dan memberi restu supaya segalanya berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya. Banyak teman-teman yang bilang kalau waktu persiapan wedding gue tuh mepet banget trus kalau doi jadi gue pasti udah panik..panikk..panikkk *lirik mbe* hehehe.. tapi Puji Tuhan sampai dengan saat ini gue masih slow aja :p

Hari Sabtu-Minggu yang biasanya kami habiskan untuk bermalas-malasan di rumah, sekarang diisi dengan kegiatan ketemu vendor wedding. Beberapa diantaranya malah cuma kontek-kontekan via whatsapp. Untuk semua vendor, jujur gue gak menaruh ekspektasi yang tinggi kepada mereka, kebanyakan cuma ngobrol sebentar lalu kasih gambaran kasar 'maunya gue kayak apa' setelah itu ya gue serahkan kepada mereka deh. Pokoknya gue menjunjung tinggi asas kepercayaan banget sama vendor-vendor yang sudah gue pilih ini, percaya kalau mereka akan do the best

Untuk Bridal sendiri, dari awal L sudah bilang kalau akan pakai Bridal di Serpong/ Tangerang jadi kalau ada referensi bridal di luar Serpong/ Tangerang, termasuk Jakarta maaf ya gak dilirik sama L. Gue kasih beberapa alternatif bridal ke L yaitu Sheila Wang, D'Gracias Bridal, dan Hilarity Bridal. Gue juga sudah dapat pricelist mereka dan sempat ngobrol-ngobrol via Line/BBM juga. Dari semuanya, akhirnya yang kita berdua datangi cuma Hilarity Bridal. Menurut kami, Hilarity Bridal paling dekat dengan lokasi kami (rumah/venue/gereja) dan punya paket yang sesuai kebutuhan kami, pelayanannya ramah serta harganya cukup reasonable

Brosur terbaru Hilarity Bridal (per November 2015) dengan berbagai paket yang ditawarkan,

Tanggal 5 Desember lalu, kami deal paket Dream dengan Mba Umie, setelah minggu sebelumnya kami datang untuk tanya-tanya paket dan value yang kita dapat. Belum apa-apa gue udah dikasih bonus hihi (untuk bonus diceritain belakangan ya). Intinya gue banyak nanya sama Mba Umie, soal gaun, foto prewed, foto dan liputan wedding day, undangan, mobil, dll.

Ini Paket Dream yang kami pilih, detail dan harganya bisa dilihat sendiri ya...

Di dalam paket yang gue ambil, yang pasti akan kita keluarin yaitu kue pengantin. Untuk mobil pengantin dan kartu undangan masih dipikirkan sih mau ambil dari paketan atau enggak *gile lo van, masih mikir! dilempar kalender hahaha*  

Kalau ada item yang mau dikeluarin dari paket, sama pihak Bridal nilainya dikurangi 20% per item. Misalnya kita gak mau ambil kue pengantin, nantinya paket kalian cuma dipotong seharga 80% x Rp 1.000.000,- yaitu Rp 800.000,-

Untuk gaun pengantin, gue dapat yang grade A (second) yang ada di lemari sebelah kiri. Gue sebelumnya udah kasih foto contoh gaun yang gue suka gitu ke Mba Umie, eh gak ada yang kayak gitu dong katanya. Jadilah gue nyoba dua gaun pengantin yang direkomendasiin sama Mba Umie dan gue manut-manut aja. Gaun pertama model mermaid dan yang kedua model ball gown. Dua-duanya sih gak gue banget loh huahahha... dan beneran dong dibilang gak bagus sama L. Abis selera gue dan dia kan samaan ya. Soooo,  sampai detik ini updatenya adalah gue belum dapat gaun huhehehee... rasanya? santai aja nanti juga dapat *pede jaya*, kalau kata Mba Umi masa iya ce dari semua gaun di Hilarity gak ada yang cocok. Ada sih yang cocok mba tapi harus upgrade hihihi *kekepin dompet*

Kalau untuk hasil foto prewedding, lumayan kok hasilnya walaupun gak bisa dibilang istimewa banget. Paling nanti gue dan L akan bilang ke mereka supaya ngedit fotonya jangan terlalu lebay aja hehehe... Kita juga udah lihat untuk hasil cetak foto dan albumnya, sejauh ini sih kita sih suka-suka aja ya :)

Trus apalagi ya? nanti lanjut lagi ya di postingan berikutnya... see you...

Saturday, 12 December 2015

Lokasi Prewedding di Jakarta (Bag.3) - Studio Foto Tematik

Ngomongin soal foto prewed pasti kalian udah punya impian masing-masing deh, mulai dari soal setting tempat prewed, konsep foto, gaun-pakaian yang pakai nanti seperti apa, bahkan sampai perintilan pendukung pasti juga terlintas di otak. Gue nggak nyangka bahwa tulisan gue yang bercerita soal lokasi foto prewedding di Jakarta bagian satu dan bagian dua cukup banyak banget dibaca. Beberapa kali gue temukan malah disadur oleh beberapa blog, sedihnya ada yang gak cantumin blog gue disana (credit to), seolah-olah jadi dianggap tulisan mereka sendiri T.T

Untuk menyambung bagian pertama dan kedua, gue buat lanjutannya ya *tiup terompet* Tapi untuk yang kali ini konsepnya lebih ke studio foto tematik. Tematik disini maksudnya adalah studio foto yang memiliki tema-tema yang berbeda di setiap ruangannya. Tema-tema tersebut tidak hanya berupa layar/screen seperti studio foto pada umumnya, tapi juga menggunakan 3D dekorasi dan properti  yang beragam supaya lebih interaktif.

Jadi tanpa perlu panas-panasan kalian bisa dapatin banyak foto dengan berbagai latar belakang dan tema yang berbeda, misalnya tema cafe, kitchen, tema elegan dengan bunga-bunga cantik, atau tema taman cantik gitu. Untuk tarif tentunya beberapa studio ini mengenakan tarif berbeda sesuai dengan banyaknya spot foto yang dipilih atau ada juga yang sistemnya book per jam jadi selama itu kita bebas foto di semua spot. Silahkan di cek, semoga membantu ya... :p

1. The House Studio
Foto Pribadi :)
Studio ini berbentuk rumah yang sudah diubah fungsinya. Setiap sudut di rumah ini, baik indoor maupun outdoor bisa dipakai untuk berfoto. Mereka sudah melengkapinya dengan berbagai properti, ornamen dan hiasan cantik. Kebetulan gue dan L melakukan sesi foto couple kami disini, jadi bisa sekalian tunjukin fotonya ;p 
Untuk harga sewa, sepertinya dihitung perjam (gue gak tau pastinya karena waktu itu sudah termasuk ke dalam harga paketan dari Pattapics). 
Lebih lengkapnya silahkan menghubungi pihak The House Studio langsung ya.

Alamat:
Jl. Kalimantan No. 705 Lippo Village - Lippo Karawaci Utara Tangerang
Phone: 081317869238
Email: studio.thehouse@gmail.com



2. Motoinc Studio
Fotonya pinjam dari sini
Kalau ingat motoinc studio gue selalu kepingin foto di Love Window mereka. Bagus banget.
Seperti halnya studio diatas, Motoinc juga sepertinya ada ruangan indoor dan outdoor untuk berfoto.
Selain menyewakan studio, mereka juga ada jasa photografernya dan ada paket-paket fotonya juga.
Siapa tau tertarik hihi, silahkan hubungi mereka di:

Alamat:
 Kedoya Duri Raya A2/9 - Jakarta Barat
Whatsapp/sms : 0896 7777 4960, Pin : 7D5CB591, Line : motoincstudio
email : motoincstudio@gmail.com
Instagram : motoinc_studio



3. Lomoto Studio
Fotonya pinjam dari sini
Studio rental ini lokasinya juga di Karawaci, gak jauh dari The House Studio. 
Gue beberapa kali pernah lihat hasil foto prewed yang diambil di dalam studio ini dan suka sama foto yang diambil dekat jendela :)
Yang tertarik mau rental studio disini, silahkan menghubungi mereka langsung ya...

Alamat:
Lomoto Studio - Karawaci
Jl. Kelapa Dua Raya No. 88 Legok - Karawaci
Tangerang 
Phone : 0812 9788 8006
email: hello@lomotostudio.com
Untuk pricelist: klik link ini ya.


Sejauh ini cuma ada tiga foto studio sih yang cukup familiar buat gue. Sebenarnya gue juga penasaran sama Arjuna Studio di Kebayoran Baru, cuma belum nemu banyak informasi tentang mereka. Kalau ada yang mau nambahi silahkan komen dibawah ya, jadi gue bisa update lagi :)

Sunday, 6 December 2015

Sebulan Memakai SKII

Tepat sebulan lalu gue mencoba Pitera Essence Set dari SKII setelah sebelumnya maju-mundur buat coba produk kecantikan dari Jepang ini. Awalnya tahu produk SKII karena sering baca review blogger-blogger yang juga pakai SKII dan mendapatkan hasil yang memuaskan, kalau gak salah inget gue mulai suka baca review produk ini sejak dua tahun lalu. Dari awal gue memutuskan buat coba, gue selalu inget dua hal. Hal pertama, gue harus telaten pakai SKII karena basicnya ini kan produk skin care yang hasilnya gak instant jadi gue gak boleh males-malesan pakainya, dan hal kedua adalah berarti gue harus rajin nabung karena harga produk SKII gak murah kakakk huhuhu...

SKII Pitera Essence Set

Sebagai pemakai SKII pemula, tentunya dari awal gue sudah berniat untuk membeli SKII Pitera Essence Set yang memang ditujukan untuk pemula seperti daku. Satu setnya berisi: Facial Treatment Clear Lotion, Facial Treatment Essence (FTE/ Miracle Water), dan Facial Treatment Mask. 

Akhirnya setelah pulang kerja, gue langsung ke counter SKII di Aeon Mall BSD City. Sampai di counter, gue konsultasi dengan Beauty Consultant (BC) mengenai masalah kulit gue yang mana berpori-pori besar dan cenderung berminyak (yang ini menyebabkan gampang timbul jerawat juga). Sayangnya di counter Aeon Mall belum ada Magic Ring jadi gue belum bisa cek kondisi kulit gue kayak apa. BC nya menyarankan agar gue datang ke counter Mall Alam Sutera atau PIM untuk cek kondisi kulit dengan Magic Ring. BC juga menyarankan gue untuk mencoba SKII Pitera Essence Set dulu selama 28 hari (satu bulan) sebelum menambahkan rangkaian produk lainnya. Harga SKII Pitera Essence Set yang gue bayar adalah sebesar Rp 793.000,- (harga November 2015), gue juga dikasih sample Stempower Essence 1 ml.

Satu hari setelah pemakaian, gue berasa pas bangun tidur wajah gue lembut banget. Senang deh pegang-pegangnya hehehe.. padahal baru pakai kemarin malam tapi sudah suka banget. Cuma kalau dari review-review yang gue baca di internet kan banyak yang bilang kalau pemakaian pertama kita akan mengalami purging/ beruntusan/ keluar jerawat, yang menandai kulit kita sedang mengalami proses detox, tapi setelah seminggu pemakaian kok gak ada tanda-tanda purging ya kalau di gue? dan disitulah gue mulai galau sekaligus senang huehehehe.... galau karena kok gak kayak orang-orang ya, senangnya ya karena gue pikir mungkin aja kulit gue emang bagus hihihi..

Etapi dong, menjelang minggu kedua...
Banyak jerawat kecil di dagu dan leher (gue memang pakai Clear lotion dan FTE sampai ke leher), rasanya mau nangis saking banyaknya hiks..hiks... terus gak lama muncullah dua jerawat di pipi kiri dan memerah gitu (makin kenceng nangisnya), padahal sejauh ini gue udah bebas dari jerawat tapi kalau sekarang muncul lagi kan hatiku sedih ya *mulai drama*

Sekitar dua mingguan dagu dan leher gue jerawatan gak hilang-hilang, memasuki minggu keempat jerawatnya mulai hilang dan ajaibnya kulit bagian dagu jadi lembut banget. Gue juga mulai merasakan wajah gue lebih cerah. Semoga pertanda kalau kondisi kulit gue semakin membaik ya dari sebelumnya.

Setelah gue cari tahu, ternyata di ruangan kantor gue (satu departemen Finance maksudnya) ada 3 orang yang pakai SKII. Gue cerita-cerita dan tanya-tanya sama mereka yang sudah lebih dulu pakai SKII dan semuanya memberikan tanggapan dan cerita positif soal produk ini. Gak heran kulit mereka beda dari yang lain, lebih glowy dan sehat walaupun mereka gak pakai make-up ke kantor. Sampai sekarang maskernya belum gue pakai, sayang gitu (abis mahal hahaha...) mungkin nanti gue pakai. 

Gue juga masih pakai sabun cuci muka, pelembap, masker dll dari merk lain kok, dan menurut BC SKII juga gak apa-apa kalau pakai produk perawatan merk lain. 

Gue udah lumayan lama pakai pembersih wajah ini.
Pokoknya sudah jatuh cinta sama Sariayu Acne Care Facial Foam. Gak pindah kelain hati deh ^^

Untuk pelembab sehari-hari gue pakai Garnier. Kayaknya gue pakai produknya Garnier udah lumayan lama
dan cukup suka juga. Kemasannya di tube mini jadi mudah dibawa-bawa dan produknya bisa dengan mudah ditemukan.
Untuk masker, gue masih setia sama masker bengkoang dari Mustika Ratu.
Iya, masih beli yang sachet lalu dicampur dengan Air Sari Mawar Putih. Untuk peeling gue pakai
Mustika Ratu juga yang ekstrak Kerang atau Mundisari.


Sekian review gue soal SKII dan beberapa produk lainnya, semoga bermanfaat ya.
Nanti setelah gue cek kondisi kulit dengan Magic Ring SKII atau sudah tambah rangkaian produk SKII yang lain,  akan gue update lagi disini...
*indahnya berbagi* :))

Informasi mengenai produk SKII untuk pemula bisa dilihat disini:
http://www.sk-ii.co.id/in/product.aspx?name=pitera-essence-set

Venue: Kampoeng Anggrek Resto

Pada postingan yang lalu, gue janji akan lebih sering bahas soal wedding mulai bulan Januari 2016. Tapi ada yang komplain kelamaan donk, jadi demi pembaca setia blog ini *siap-siap dilempar sepatu* jadi gue akan tulis sekarang, yeay!

Untuk tanggal wedding gue dan L, bisa kalian intip di daisypath yang baru gue tambahkan... Selamat menghitung hehehe :) Btw, kalau menurut kalian masih lama atau tinggal sebentar lagi? emang kurang dari 6 bulan lagi sih, tapi entah kenapa hati dan jiwa ini lebih tenang, lebih happy, dan lebih siap. Mungkin ini yang disebut siap lahir batin hehehe...atau mungkin emang belom tiba aja dag-dig-dugnya?

Persiapan pertama dimulai dari pilih tempat. Ketemu wedding venue ini bisa dibilang gak sengaja. Lokasinya di Serpong, setelah Taman Tekno BSD. Beberapa kali lewat depan restonya bisa dibilang gue gak pernah kepikiran mau wedding disana, malah sempat naksir resto di sebelahnya yaitu Remaja Kuring (satu manajemen dengan Remaja Kuring Jatake - Tangerang). Nah, suatu hari di bulan Oktober 2015, gue minta L (yang kebetulan lagi ada janji di daerah Viktor, Serpong) untuk sekalian lihat-lihat dan tanya pricelist wedding di Resto Remaja Kuring, eh gak taunya L juga mampir ke resto yang sekarang malah kita deal, yaitu Kampoeng Anggrek.

Kenapa akhirnya pilih Kampoeng Anggrek dibandingkan dengan Remaja Kuring?

Pertama, kalau jarak menuju lokasi, baik Kampoeng Anggrek maupun Remaja Kuring sama-sama berlokasi di Serpong. Walaupun letaknya jauh kalau dari arah Tangerang kota, nilai plusnya adalah jalannya mudah, gak berkelok-kelok. Intinya tamu-tamu ikutin peta pasti ketemu, gak perlu GPS canggih, maupun GPS katro (Gangguin Penduduk Sekitar maksudnya hehehe). Dari pertigaan Taman Tekno, ambil arah viktor, ketemu duluan Resto Remaja Kuring dulu, baru Kampoeng Anggrek. Jadi untuk poin lokasi, gue anggap seimbanglah ya.

Kedua, kalau soal suasana yang ditawarkan kedua resto ini mengusung tema back to nature dengan adat sunda-jawa yang kental pada arsitektur bangunannya. Untuk luas keseluruhan tempat, memang lebih luas Remaja Kuring dibandingkan dengan Kampoeng Anggrek, ditambah lagi Remaja Kuring punya kolam renang sedangkan Kampoeng Anggrek cuma punya kolam ikan hehehe... Kalau butuh tempat lebih luas silahkan pilih Remaja Kuring tapi kalau tamunya sedikit lebih baik di Kampoeng Anggrek. Tapi secara konsep tempat keseluruhan, gue lebih suka Kampoeng Anggrek. Yang mana walaupun tempatnya lebih kecil daripada Remaja Kuring, tapi menurut gue konsepnya lebih matang, landscapenya lebih ciamik, ala-ala taman kota gitu. Jadi untuk poin ini, dianggap seimbang ya. 

Ketiga, untuk paket wedding Remaja Kuring lebih punya paketan lengkap dibanding dengan Kampoeng Anggrek yang hanya menjual jasa sewa tempat dan catering. Cumaaaa... Remaja Kuring mengenakan charges ini-itu yang lumayan ya kalau bawa vendor dari luar (diluar pondokan ya yg udah pasti kena charges) kayak misalnya vendor entertain, vendor dekor, dll.. T.T
Sedangkan Kampoeng Anggrek lebih fleksibel, asal tetap untuk penyediaan makanan buffet utama beli dari mereka. Itu berarti gue bebas dari segala tambahan charges. Dan karena paketannya belum komplit berarti gue juga bisa bisa bebas pilih vendor dekor, entertain, termasuk pondokan dari luar sesuai dengan selera kami tanpa ada batasan. Asyik banget gak sih? Jadi untuk poin ini, gue kasih nilai plus untuk Kampoeng Anggrek.

Keempat, pelayanan. Waktu L survey kedua resto tsb, dia bilang pelayanan paling bagus itu datang dari Kampoeng Anggrek. Mas Amynk (sampe sekarang gue masih suka susah gitu nulis namanya hehehe) lebih ramah dan informatif ketika menjelaskan detail-detailnya. Sedangkan petugas di Remaja Kuring terkesan ogah-ogahan dan cuma sekedar nunjukin kertas yang isinya paket wedding. See? kadang poin pelayanan ini suka jadi pertimbangan cukup penting loh, so tanpa basa-basi gue kasih nilai plus untuk Kampoeng Anggrek ya.

Kelima, soal waktu penggunaan tempat. Resto Remaja Kuring masih akan menerima tamu ketika berlangsung acara wedding, sedangkan di Kampoeng Anggrek, jika kita order diatas 350pax maka resto akan ditutup dan terbuka untuk tamu acara pernikahan saja. Terlebih acara gue dan L nanti diadakan di jam nanggung (sore hari) kalau kita pakai resto yang dibatasin jam penggunaan tempatnya bisa gak dapat suasana sore yang diinginkan. Untuk poin ini, gue kasih nilai tambah ke Kampoeng Anggrek juga.

Setelah menimbang-nimbang kelima poin diatas, maka tanggal 1 November 2015 lalu gue, L, dan kedua orang tua kami survey ke Kampoeng Anggrek. Sebelumnya L udah buat janji sama Mas Amynk supaya bisa nemenin kami lihat-lihat. Awalnya orang tua kami komplain sih gara-gara tempatnya jauh hehehe, khawatirnya takut tamunya pada nyasar (padahal cuma 5 menit dari keluar tol BSD). Cuma setelah kami semua ngobrol-ngobrol, diajak keliling lihat resto, orang tua kami jadi pada mendukung hehehe... suka sama tempatnya. Terlebih papa saya yang suka sama kolam ikannya Kampoeng Anggrek, ikannya gede-gede dan kolamnya terawat bersih. Sedangkan papi L suka sama ornamen ukiran kayu di beberapa spot, yang katanya bernilai seni tinggi hehehe..

Jadilah kami DP disini, yang bikin suprise adalah terms of paymentnya yang gileee deh... Kami cuma DP sedikit setelah itu bayar lagi sebulan sebelum hari-H. Gue sempat nanya sih ke Mas Amynk kok DPnya dikit gak apa apa, yakin gak perlu bayar beberapa tahap? dia bilang gpp ci, nanti aja sekalian dilunasin. Rupanya belakangan baru tahu kalau Mas Amynk ini trauma karena harus urus pengembalian DP yang udah masuk untuk calon pengantin yg batal menikah karena bubar jalan hubungannya, dia bilang repot ngurusinnya hehe. Gue langsung mikir, baik banget ya manajemen resto ini, karena batal nikah aja DP bisa kembali, tempat lain kebanyakan hangus ya? dianggap sebagai kompensasi kerugian venuenya.

Eniwei, gue baru sadar daritadi cerita terus tanpa ada foto-foto. Jadi biar gak penasaran gue kasih lihat foto-foto Kampoeng Anggrek ya, semoga ikutan sukak...

Gambaran suasana resto yang rimbun dengan pepohonan

Ada kolam ikan, ada perosotan untuk anak-anak, dan ada saung yang menyerupai joglo juga

Ruang Anggrek Utama, nantinya pelaminan akan ditempatkan di dalam sini.

Lahan parkir yang cukup luas

Tanaman anggrek yang cantik-cantik

Maaf ya, tone fotonya beda-beda haha.. maklum soalnya semua fotonya gue pinjem dari FB Kampoeng Anggrek. Ehm, lanjut lagi ya... sesuai dengan namanya, di resto ini juga ada kebun anggrek loh. Kalau ada acara, biasanya pot-pot anggrek yang ada di kebun akan dipinjam dulu untuk dijadikan hiasan di beberapa sudut. Lumayan kan venuenya bisa tambah cantik lagi. Ohya, resto ini juga masih satu pemilik dengan Resto BUPE (Bukit Pelayangan) yang cukup terkenal di BSD. Sebenarnya Resto BUPE juga bisa digunakan untuk wedding, lebih bagus malah viewnya. Tapi sayangnya karena kontur resto yang berbukit, banyak tangga, jadi gak memungkinkan wedding disana karena kasihan para tamu yang udah tua harus naik anak tangga lumayan banyak.

Untuk tempat parkir, Puji Tuhan tersedia banyak. Selain tempat parkir di depan resto yang bisa memuat banyak mobil, pihak pengelola resto juga menyiapkan lahan parkir di samping restoran. Untuk yang parkir disamping resto, juga gak perlu jalan kaki terlalu jauh karena bisa masuk lewat pintu samping resto ^^

Untuk rasa makanan, kemarin ini saat survey kami sempatkan juga makan siang disini sekalian icip-icip. Overall, kami semua cocok dan puas dengan rasa makanannya. Ohya untuk pondokan pesta, walaupun kami bebas bawa dari luar, namun Mas Amynk juga memiliki rekanan yang juga bisa menyediakan. Sejauh ini untuk pondokan seperti kambing guling, sate ayam, siomay, dan es krim, rencananya mau ambil dari rekanannya resto tapi untuk beberapa menu pondokan lain mau ambil dari luar.

Untuk dekorasi, pihak resto juga punya rekanan dan harganya relatif lebih murah dan bersahabat dikantong. Namun, gue dan L masih coba-coba cari vendor dari luar yang sesuai dengan selera kami berdua, nanti kalau gak dapat baru coba kontak rekanannya resto itu hihi...

Apalagi ya?
Ohya, next post cerita soal bridal ya... sementara ini dulu updatenya, takut kepanjangan :)

*edited*
Maap banget gue lupa nyantumin contact person venue ini -_-"

Kampoeng Anggrek Resto
Tlp. 021-29215656

Friday, 4 December 2015

Refreshing ke Ciwidey - Lembang (Bagian 2)

Sori dori mori yak update blognya lama banget hihihi *lalu ditimpuk emas batangan sama yang baca*, untuk wedding updates gue janji akan banyak post soal wedding mulai Januari 2016 ya, jadi sabar.. sabar... (kayak banyak yang menanti-nanti aja tulisannya *tutupmuka*)

Untuk cerita jalan-jalan ke Ciwidey dan Lembang bagian satu, silahkan meluncur ke link ini yah.

Kampoeng Strawberry
Setelah menikmati keindahan Kawah Putih, Situ Patenggang, dan Perkebunan Teh Rancabali, perut kami ini udah mulai laparrrrrr, lapar banget malah huhuhu... untung aja perginya sama mamanya Dinda jadi perbekalan kami cukup aman, tapi kalau belum makan nasi kan belum nampol yaaa. Nah, untuk makan siang, sengaja kami mampir ke Kampoeng Strawberry. Tempatnya lengkap, ada penginapan, ada restoran, dan juga ada wisata petik strawberry (kalau ini requestnya Dinda hihihi)

Kami memilih menu paket nasi timbel untuk 4 porsi. Kalau gak salah inget satu porsi itu isinya nasi timbel, ayam goreng, tempe-tahu, ikan jambal asin, sayur asam, lalapan, dan sambal. Rasanya? seingat gue sih enak ya, soalnya habis gak bersisa gitu hahaha *efek lapar* Untuk harga masakan gak terlalu murah juga gak terlalu mahal, bolehlah dicoba.

Kampoeng Strawberry, alamatnya di Jl. Raya Ciwidey - Rancabali Km.07 Alam Endah - Ciwidey, Bandung.
\
Bungalow yang disewakan, kami sempat minta brosurnya. Tapi entah sekarang ada dimana -,-

Kampoeng Strawberry, cukup luas ya.

Wisata Petik Buah Strawberry
Kalau ke Ciwidey tapi gak coba wisata petik buah strawberry sendiri, rasanya kayak sayur asam gak pake asam ya. Jadi agenda yang satu ini udah diwanti-wanti gak boleh terlewatkan khususnya buat si Dinda (sekali-sekali nyenengin yang ulang tahun boleh lah ya). Awalnya kami sudah semangat pergi ke kebunnya Kampoeng Strawberry yang terletak di sebelah bangunan resto, tapi ternyata kebunnya ditutup dong karena buahnya sudah habis dipetik oleh rombongan yang datang sebelumnya.

Namun gak berapa lama, kami didatangi oleh Pak Satpam Kampoeng Strawberry yang menawarkan alternatif petik buah strawberry sendiri di kebun tetangga. Kami pun setuju dengan saran si Bapak dan dikenalkan ke seorang Ibu yang merupakan pemilik kebun strawberry. Lokasi kebun strawberrynya tepat di seberang resto Kampoeng Strawberry. Gak tepat didepannya sih tapi agak masuk "gang" dikit. Setelah berjalan selama 10 menit, kami sampai juga di kebun si Ibu. Nego-nego harga lumayan lama, akhirnya kami deal di harga Rp 45.000,- per satu kilo strawberry yang kami petik sendiri. Kami pun diperlengkapi dengan senjata perang berupa gunting dan keranjang kecil, btw bisa sekalian minjam topi caping juga loh.


Kebun Strawberry

Dari kebun ini, kita bisa melihat bangunan Kampoeng Strawberry di seberang sana.

Gue cukup pilih-pilih ketika memetik strawberry, hanya strawberry yang gendut-gendut dan merah-merah saja
yang gue petik hihihi

Dinda dan mamanya lagi serius petik strawberry ^^

Tante gue yang satu ini sungguh kocak deh orangnya. Lagi metik strawberry aja masih sempat-sempatnya ngelawak  ^_^

Eng..ingg...eng.... ini dia hasil panen kami. Dikit ya? total empat keranjang cuma 2 kilo loh.
Tebak siapa yang paling banyak panen? tentu mamanya Dinda ^^ - Note: hasil petikan gue yang keranjang hijau muda loh.

Bonus foto bunga hydrangea biru yang cantik banget.

Rumah Guguk - Bandung
Setelah panen strawberry, kami bergegas melanjutkan perjalanan lagi. Kebetulan hotel kami adanya di daerah Lembang jadi sebelum ke hotel, kami mampir dulu ke Rumah Guguk di daerah Padalestari. Patokan tempatnya sehabis Rumah Sosis ya, gak jauh dari situ ada gang komplek perumahan. Kalian gak perlu takut nyasar karena banyak umbul-umbul dan papan petunjuk di sepanjang jalan.

Mamanya Dinda emang udah niat dari awal mau belanja perlengkapan buat "anak-anak berbulunya" dirumah, kaya sabun, shampoo, sisir anjing, rantai, dll. Jujur gue suka banget sama atmosfer disini, benar-benar surganya untuk para pemilik hewan seperti anjing, kucing, dll deh. Semua pernak-perniknya lucu-lucu dan menggemaskan.

Alamat Rumah Guguk: Jl. Padalestari 23 (Setiabudi), Bandung.
Telp: 082168850850/ 022-70002828
Ada taman bermain untuk para anjing juga disini. Sambil menunggu hewan peliharaan mereka 'dipercantik' atau sedang bermain, para pemilik bisa bersantai di cafe.

Berenang itu baik loh untuk kesehatan para anjing ;)

Kalau yang ini rumahnya para guguk, unyu yah!

Kita juga bisa melihat para groomers terampil yang sedang memberikan pelayanan kepada hewan ini loh.
Lihat tuh anjing-anjingnya kelihatan enjoy banget ;p

L suka banget sama anak anjing yang satu ini, btw kita bisa juga mengadopsinya loh.

Kalau gue jatuh hati sama Hachi, si Red Poodle. Gemessssss ^_^
fotonya pinjem dari sini

Setelah mamanya Dinda puas belanja di Rumah Guguk, kita langsung cabut ke hotel. Sampai di hotel sudah lumayan gelap. Sehabis mandi dan bersih-bersih, gue, L, dan mamanya Dinda bikin suprise kecil-kecilan buat Dinda, cuma beliin dia kue aja sih, lalu tiup lilin dan makan kue. Gak lama setelah itu kita keluar buat makan malam :)

Lanjut hari kedua ya....
Untuk hotel nanti direview terpisah ya, biar gak campur aduk disini - pusing! hahaha


TWA Gunung Tangkuban Parahu
Gue sudah tiga kali kesini xoxo... pertama pas masih SMP, kedua mungkin dua tahun lalu, ketiga ya untuk menemani Dinda yang belum pernah kesini. Dari kunjungan terakhir gue, ternyata TWA Tangkuban Parahu sudah mengalami banyak perubahan ya. Fasilitas untuk pejalan kakinya sudah semakin bagus, sudah bukan berupa kerikil-kerikil lagi. Para pedagang aneka souvenir juga sudah semakin rapih, sekarang ada area jualan khusus gitu yang disiapkan pengelola. Intinya lebih rapih dan lebih nyaman deh sekarang.

Selamat datang...

Ramainya pengunjung TWA Tangkuban Parahu di hari Minggu.

Jalannya sudah lebih rapih, senangnya...

Berfoto dengan latar belakang Kawah Ratu.

Ciehhh... ceritanya memandang gitu gayanya...

Di Tangkuban Parahu, kami menyempatkan membeli oleh-oleh. Tante saya mendadak khilaf melihat tas dan dompet rajut yang lumayan bagus, setelah tawar-menawar dan dapat harga cantik, beberapa tas dan dompet pun kami bawa pulang, yey!


Rumah Bunga Rizal
Sebenarnya gue dan L ada 'misi rahasia' ke sini hihihi... padahal di sebelah Rumah Bunga Rizal ada Taman Begonia yang lebih warna-warni dan menarik hati buat foto-foto huhuhu. Nah, Rumah Bunga Rizal ini letaknya di Jalan Maribaya Km. 2,4, Kec. Lembang, Jawa Barat 40391. Lokasinya gampang ditemukan kok :)

Rumah Bunga Rizal ini terkenal dengan budidaya anggrek dan kaktus. Kebetulan tante gue yang satu ini juga pecinta anggrek, jadi dia betah banget deh main-main kesini. Kami lumayan lama disini, pilih-pilih kaktus yang mau dibawa pulang terutama. Nah sampai disini udah pada 'ngeh belum sama misi rahasia gue dan L? hihihi

Tadinya kami mau sekalian makan siang di sini, tapi ternyata restorannya buka hanya ketika ada pesanan dari tamu rombongan aja. 

Berbagai macam kaktus dan sekulen ada disini, mulai dari ukuran kecil sampai jumbo juga ada.
Dikelilingi kaktus dan sekulen sebanyak ini, rasanya bingung mau beli yang mana

Ini dia yang melatarbelakangi "misi rahasia" gue dan L, udah ketebak kan hehehe...
yang masih belum nangkep, nantikan postingan berikutnya yah

Dari sekian banyak kaktus dan sekulen, ada lima yang terpilih untuk dibawa pulang.
Harga satuannya @ Rp 10.000,- 

Berbagai tanaman anggrek yang dibudidayakan di Rumah Bunga Rizal

Anggrek...anggrek...

Sehabis main-main di Rumah Bunga Rizal, kami makan siang dulu di Restoran Ayam Goreng Silih Asih Lembang. Biasanya kalau ke Lembang pasti makan disini. Setelah perut terisi, kami pun lanjut jalan kaki ke tempat oleh-oleh yang berada di seberang jalan resto ini.

Beli oleh-oleh di "Sami Rasa" Lembang
Sehabis beli oleh-oleh, kita melanjutkan perjalanan pulang ke Tangerang... Sekian cerita jalan-jalan dari Ciwidey dan Lembang.
Sampai jumpa... :D