Wednesday, 11 November 2015

Refreshing ke Ciwidey - Lembang (Bagian 1)

Tanggal 17-18 Oktober 2015, gue jalan-jalan lagi hihihi... semoga gak bosen ya kalau akhir-akhir ini tulisannya lebih banyak soal jalan-jalan :) Nah, kali ini pesertanya ada 4 orang yaitu gue, Leo (yg kedepannya akan gue inisialkan dengan huruf L), Dinda (sepupu gue) dan mamanya Dinda (tante gue). Tujuan utama jalan-jalan ini selain untuk refreshing juga sebagai (anggaplah) hadiah ulang tahunnya Dinda, yeay!

Perjalanan dua hari satu malam ini, hari pertamanya akan dihabiskan di Ciwidey (Bandung Selatan) karena gue dan Leo sama sekali belum pernah ke tempat-tempat wisata disini dan hari keduanya akan dihabiskan di Lembang karena Dinda dan Mamanya jarang ke Lembang. Let's go!


KAWAH PUTIH
Tempat wisata yang kami kunjungi pertama kali yaitu KAWAH PUTIH *histeris*, gue udah lama banget memendam keinginan mau kesini, selama ini cuma dengar cerita orang #halah dan baca-baca di internet aja soal keindahan Kawah Putih ini. 

Kawah Pustih dipadati pengunjung pada hari sabtu.

Indah banget ya, gak salah dijadiin salah satu tempat foto pre-wedding favorit. 

Kawah Putih merupakan sebuah danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha. Tanah yang bercampur belerang di sekitar kawah ini berwarna putih, lalu warna air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan.
Saat kami datang air kawahnya surut, mungkin efek musim kemarau berkepanjangan.

Biasanya air kawahnya sampai garis ini.

Gue dan Dinda, berfoto dijalan menuju Gardu Pandang (yang diperuntukan untuk Lansia)

Foto ala-ala Dinda dan Gue

Menikmati indahnya Kawah Putih dari atas Gardu Pandang

Jangan lupa baca-baca Papan Informasi di tempat wisata supaya pengetahuan kita bertambah hehehe

Bersiap menuju halte Ontang-Anting. 

Senang banget akhirnya bisa ke Kawah Putih, indah banget! Saran gue cobain deh naik Ontang-Anting di Kawah Putih ini. Bentuknya memang kayak angkot yang dimodifikasi, tapi sensasi pas berkendaranya wooww... hahahaa... tanjakan atau turunan ekstrem? hajar bleh! kapan lagi coba naik angkot kayak gini sambil merasakan sejuknya udara disana (maklum mobilnya kebuka gitu).



SITU PATENGGANG
Kalau udah ke Kawah Putih selanjutnya harus mampir ke Situ Patenggang. Cobain naik perahu kayu disana dengan tarif Rp 30.000,- per orang. Beneran seru deh, apalagi kami satu perahu dengan rombongan Ibu-Ibu Arisan yang super heboh hahaha... geser dikit duduknya, langsung oleng perahunya hahaa.. seru pisan euy!

Dipilih dipilih... kita bisa sewa satu perahu atau mau gabungan dengan pengunjung lain.
Kalau kami sih lebih milih gabung sama pengunjung lain, selain lebih hemat, juga lebih seru...

Situ Patenggang di siang hari yang puanaasss

Situ Patenggang terletak di bawah kaki Gunung Patuha, tepatnya di Patengan, Kecamatan Rancabali, Kab. Bandung.

Bersiap-siap naik ke perahu. Dinda dan mamanya ambil posisi duduk paling depan.

Mulai meninggalkan daratan *melambaikan sapu tangan* loh!

Kita akan diajak mengitari danau eksotis ini sebelum akhirnya berhenti sebentar di Batu Cinta.
Dalam perjalanan kita melihat ada 2 orang pemuda/i yang lagi bakar ikan. Mungkin abis mancing di danau ini kali ya.

Dengan permukaan air yang begitu tenang laksana kaca dan wilayah daratan yang ditumbuhi berbagai pepohonan yang
rindang, menjadikan Situ Patenggang begitu mempesona.

Bersama Ibu-Ibu arisan yang keceh! sepanjang perjalanan gak abisnya ngerumpi dan selfie. Mantab.

Mulai menepi di Batu Cinta.

Foto dulu dong sama batu cinta, eh sama yang ulang tahun deng!
Di belakang kami itu bukan batu cinta yang asli ya. Batu cinta yang asli ada di sebelah kiri kami dan udah penuh
sama antrian Ibu-Ibu dan pengunjung lain -,-''

Konon, bagi pasangan yang singgah di Batu Cinta dan mengelilingi Pulau Asmara akan memiliki cinta yang abadi. Amin...

Sampai sekarang gue masih bertanya-tanya apakah pulau di tengah sana itu kah yang disebut Pulau Asmara?
Atau malah pulau yang gue injak ini yang namanya Pulau Asmara. Bingung!

Akhirnya gue beli cemilan Bakso Goreng di Batu Cinta ini. Lumayan buat ganjel perut yang belom keisi makan siang.
Di belakang gue, si Dinda teriak-teriak minta bakso gorengnya hahaha... 

Mungkin setelah hampir satu jam kami dibiarkan bersantai-santai dan foto-foto di Batu Cinta, Bapak pemilik perahu mulai memanggil penumpang untuk kembali ke perahu. Tebak siapa yang lelet? itu loh rombongan Ibu-Ibu arisan yang masih seru foto-foto di Batu Cinta. Ohya baik di Kawah Putih maupun di Batu Cinta ada tukang foto langsung jadi gitu loh. Harga per lembar fotonya Rp 10.000,- hasil cetakannya juga lumayan.

Pemandangan yang menghibur jiwa dan melegakan hati #halah.

Perkebunan Teh Rancabali
Kami gak benar-benar mampir atau berhenti di Perkebunan teh ini, cuma menikmati dari dalam mobil aja tapi itu semua udah cukup kok. Kami semua di dalam mobil cuma bisa ter-wow-wow gitu hihihi... Kalau gue langsung berimajinasi lagi guling-gulingan dong di atas hamparan pohon teh hahaha (^_^)

Kalau aja jalanan ini merupakan lorong waktu, kira-kira enaknya minta pergi ke zaman apa ya?

Hamparan kebun teh Rancabali ditambah dengan cerahnya langit saat itu, lagi-lagi membangkitkan hayalan gue
untuk terbang ke langit para peri (maap imajinasinya ketinggian hehehe)

Naik-naik ke puncak gunung, tinggi, tinggi sekali

Pucuk.. pucukkk...

Sekilas mirip tapal kuda bentuk U ya?

Sampai disini dulu ya, semoga gak bosen ^^

Baca juga bagian dua disini.

Sunday, 1 November 2015

Serba-Serbi Dekorasi Pernikahan

Biar gak bosen sama cerita jalan-jalan mulu, gantian gue selingin dengan cerita wedding preparation ya. Yang selama ini bertanya-tanya apakah gue udah merit atau belum, jawabannya adalah belum ya:) kelihatannya emang persiapan wedding gue kok kayak jalan di tempat ya emang benar begitu adanya (karena suatu alasan). Nah mulai tahun ini gue mulai persiapan lagi, jadi semoga kalau gak males gue akan sering-sering nulis lagi ya untuk topik wedding ini, semoga berguna khususnya untuk yang lagi nyiapin wedding di daerah Tangerang atau Serpong.

Sampai saat ini progress persiapan gue adalah jreng jreng.... gue udah dapat venue. Masih inget dong cerita gue kalau gue punya impian untuk pesta taman, kebun, ya pokoknya outdoor weddinglah, cuma kendalanya adalah soal biaya. Outdoor wedding itu mahal sekali kakaaaa untuk kami... venue macam DIG kok kayaknya jauh banget ya dari budget *menatap nanar saldo tabungan* dari situlah gue dan Leo putar otak cari tempat yang bisa akomodir keinginan gue tapi disatu sisi masih aman di kantong dan akhirnya (karena kita berdua anak soleh dan soleha) kita ditunjukin satu tempat yang kurang lebih ada dibayangan gue. Walaupun jatuhnya jadi semi-outdoor gue udah cukup senang karena pengelola tempatnya flexible banget dan term of paymentnya luar biasa (penting banget ini hahaha...) Untuk venue cluenya: Resto di Serpong ya, lebih lengkapnya nanti dibahas terpisah ya (biar penasaran hahhaa...)

Setelah dapat venue, entah kenapa hal berikutnya yang cukup mengusik tidur gue adalah soal dekorasi. Dasar emang manusia gak pernah puas ya, walaupun tempat kami dasarnya udah cantik karena landscape taman, kolam ikan, dan berbagai tumbuhan dan bunga-bunga cantik sudah ditata demikian apik oleh pengelola tetap aja gue masih ingin ada tambahan disana-sini soal untuk dekornya. Untuk itu gue coba searching beberapa vendor dekor yang kalau post foto bikin mata gue seger adem gitu hihihihi...

Gambar pinjem dari sini.

Vendor dekor pertama (semua vendor gak gue sebutin namanya ya) setelah gue kasih tau bahwa venue gue konsepnya semi-outdoor dan mau tema rustic-chic gitu mereka kasih harga start from 30juta dengan pelaminan (katanya sih masih bisa nego) #ketawa miris dan masih coba tenang, masih ada vendor lain yang belum dihubungi. 

Vendor kedua, yang kalau gue lihat dari foto-foto mereka - propertinya lebih sederhana dan konsep mereka lebih ke vintage, menawarkan harga mulai dari 40 juta. #tarik nafas... hembuskan... tarik nafas.... fiuh! 

Vendor ketiga pun dengan spesifikasi yang gue sebutin diatas menawarkan harga start from 50juta ditambah dengan minimum cost project (yang mereka artikan dengan pengganti ongkos angkut dll gitu) sebesar 30juta, jadi total 80juta #pingsan.

Harga-harga diatas kurang lebih yang gue dapat adalah pelaminan dari kain (kain loh ya bukan 3D dari styrofoam gitu), standing flowers, dekor penerima tamu, lampu-lampu dan lampion untuk di taman, mini gallery, serta dekorasi photobooth

Gambar pinjam dari sini.

Sedangkan gue tanya ke Bonquet Manager (selanjutnya sebut saja dia "BM") venue gue, dia ada rekanan dekorasi juga dan harganya lebih bersahabat. Tapi selama ini rekanan dekorasi tsb lebih banyak dipakai untuk wedding dengan tema dekor tradisional (pakai gebyok jawa dll gitu) jadi dalam lubuk hati yang terdalam gue ragu apakah tema rustic-chic gue yang ciamik itu bisa dieksekusi dengan baik??? *menatap rumput yang bergoyang, sapa tau rumputnya bisa bantu jawab*

Sekian update serba-serbi wedding dekorasinya ya! Semoga tema Rustic-Chic nya bisa terwujud walau mungkin dengan budget yang tersedia jadinya ala-ala... hihihi... Semangat!!!