Saturday, 31 October 2015

[Review]: Hotel Bahamas & Resort Belitung

Berhubung jalan-jalan ke Belitung ini disponsorin dari kantor, untuk urusan akomodasi penginapan di Belitung pun kami para peserta tur pun gak dipusingin. Jadi kami pun terima-terima aja mau tinggal di hotel manapun yang dipilihkan, yaitu Hotel Bahamas & Resort Belitung.

Hotel Bahamas & Resort ini terletak di Jl. Patimura No. 1, Air Saga, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Seinget gue hotelnya gak jauh dari bandara dan bangunannya didominasi cat warna abu-abu. Publish rate untuk kamar standard sekitar Rp 834.000,- (per September 2015). Hotelnya sendiri cukup nyaman dan bersih. Dibelakang hotel terdapat pantai yang dulunya merupakan hutan bakau, jadi pantainya terlihat kotor dan tidak disarankan untuk berenang disana.

Tampak depan Hotel Bahamas & Resort. Gambarnya gue pinjam dari sini.

Ruang terbuka yang bisa kita temukan setelah memasuki lobi hotel.

Santai dulu sejenak :)

Kelihatannya nyaman ya, tapi sayang kasurnya kurang enak.

Selama gue ikut tur baru kali ini nemu Aqua. Maklum disini air minum kemasannya didominasi merk lokal.

Amenities lumayan lengkap. Ohya di hari kedua gue sempat sebel karena handuk kami terlambat dikirim ke kamar
karena masih di pihak laundry, padahal sore itu udah capek banget sehabis island hopping.

Paradiso Cafe & Resto. Untuk menu sarapan standar hotel bintang tiga, rasanya biasa saja tidak terlalu istimewa.

Jalan menuju mini swimming pool, dibelakang restoran.

Swimming pool. Di sebelah kanan terlihat aktivitas pembangunan bangunan hotel baru.

Terlihat pantai di belakang hotel.

Testimoni gue pribadi, pelayanan di Hotel Bahamas & Resort standar aja - tidak terlalu istimewa yang sampai membekas dihati dan bikin mau kembali ke hotel ini lagi (kalau ke Belitung lagi). Tapi overall, cukup nyaman untuk ditinggali. Sekian ^_^


Hotel Bahamas & Resort Belitung
Patimura No.1 Air Saga, Tanjung Pandan, Belitung, Indonesia.
Phone : +62-719-22252


Belitung #5: Kuliner Belitung

Sampai juga diepisode terakhir liburan ke Belitung! buat yang mau lihat itinerary gue selama 3 hari di Belitung silahkan baca tulisan bagian satu, dua, tiga, dan empat yah. 

Kalau dilihat dari agenda perjalanan gue dan rombongan rekan kerja, sebenarnya bisa dibilang hari efektif untuk jalan-jalan di Belitung ini cuma dua hari, karena di hari ketiga kami semua harus kembali ke Jakarta dengan penerbangan paling pagi. 

Nah kali ini gue mau bahas mengenai beberapa kuliner yang gue coba selama di Belitung. Gue rasa kalau kalian ikutan tur kemungkinan sama pihak travel agentnya diarahkan ke tempat makan dibawah ini deh, dan memang di Belitung itu pilihan makanan (menurut gue) gak terlalu banyak jadi ya itu-itu saja. Here we go!

Mie Atep Belitung
Mie Atep Belitung berlokasi di Jalan Sriwijaya, yang merupakan jalan protokol sekaligus salah satu sentra kuliner
di Kota Tanjung Pandan.

Aih (sebutan untuk perempuan yang dituakan) sedang mempersiapkan pesanan Mie Belitung untuk di bawa pulang.
Uniknya untuk membungkus makanan rata-rata masyarakat di Belitung mempergunakan daun simpur sebagai
penganti daun pisang atau kertas pembungkus.

Seporsi Mie Atep Belitung terdiri atas mie kuning, tauge, kuah kaldu udang yang kental, lengkap dengan
potongan udang, kentang, mentimun, dan emping. Rasanya? enakkk!!!

Makan Mie Atep Belitung jangan lupa minumnya es jeruk kunci yang asem-asem seger (sayang gak ke foto). Untuk yang udah keburu ngiler dan penasaran mau nyobain Mie Atep ini setau gue ada cabangnya di Pasar Modern BSD, cuma gue sendiri belum pernah cobain yang disana hihihi...

Mie Atep Belitung
Jl. Sriwijaya No. 27 
Tanjung Pandan - Belitung
Tlp. (0719) 21464



RM. Lili - Seafood
Eitss.. jangan lihat kemasan luarnya dulu ya. Bangunannya boleh sederhana, tapi rasa makananya patut di coba.
Belum lagi RM Lili ini masih berada di garis Pantai Tanjung kelayang, jadi sambil nunggu pesanan jadi kita bisa main-main
di pantainya atau bisa juga duduk di bawah pohon sambil menikmati buah kelapa yang segar.

Ikan Bakar. Ukurannya memang gak terlalu besar tapi rasanya enak dan fresh.

Ini favorit gue, Gangan Laut. Terbuat dari kepala ikan yang dimasak dengan bumbu-bumbu seperti kunyit, cabai, dll...
Rasanya gurih-asem-pedas, enak deh. 

Selain itu masih ada beberapa masakan seperti cah kangkung balacan (yang enak banget), udang goreng tepung, dan ikan goreng kering. Semuanya enak, tapi favorit gue yaitu Gangan dan cah kangkung, mantab pool!

Pohon rindang di depan bangunan rumah makan

Siang itu gue berkali-kali pakai obat tetes mata karena perih, entah disebabkan karena asap kiriman (lihat langitnya gelao) atau karena angin di pantai yang kencang sekali.

Don't leave anything but footprints.

Teman gue yang lagi asyik menggambar diatas pasir.

Siang-siang dibawah pohon pinus sambil memandang bebas ke arah laut, apalagi anginnya kencang.
Enaknya sambil ngelamun ya? eh!

Buah pinus yang mungil-mungil beda banget sama buah pinus yang ada di pegunungan.


Kong Djie Coffee
Berdasarkan cerita, warung kopi rumahan ini sudah berdiri sejak tahun 1943.
Waktu kami datang kesini (hampir jam 9 malam) sebenarnya warung kopi ini sudah tutup sejak jam 5 sore,
tapi atas permintaan dari travel agent kami, jam tutupnya diperpanjang supaya kami bisa merasakan kopi disini.

Gue bukan penikmat kopi walaupun kopi susu sekalipun. Jadi ketika teman-teman gue pada pesan kopi/ kopi susu/
cokelat panas, gue gak pesan apa-apa karena selain gak suka, gue juga udah ngantuk.
Foto kopi susunya gue pinjam dari tripadvisor.

Sekian edisi kuliner di Belitung, sebenarnya ada satu tempat makan lagi tapi gue gak ingat (karena udah kelamaan) dan gak ada dokumentasi sama sekali juga. Akhir kata semoga tulisan ini bermanfaat ya khususnya untuk teman-teman yang mau ke Belitung :)

Sampai jumpa di edisi jalan-jalan berikutnya, jangan bosen ya!

Thursday, 29 October 2015

Belitung #4: Island Hopping

Agenda trip ke Belitung hari pertama bisa dibaca di bagian satu, bagian dua, dan bagian tiga.
Untuk kegiatan hari kedua gue tulis disini sampai tuntas ya. 

Bukan ke Belitung namanya kalau kita gak ikutan yang namanya Island Hopping alias tur keliling pulau-pulau yang berada di perairan Belitung. Kegiatan ini menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu sebagian teman-teman gue karena selain bisa main di pantai, berenang, kita bisa melihat keindahan alam bawah laut Belitung.

Pagi itu, setelah sarapan di Hotel Bahamas & Resort (review menyusul), dengan diantar bus pariwisata kami pun menuju Pelabuhan Tanjung Kelayang. Dari sini kita akan naik kapal/perahu kayu yang akan mengantarkan kita menuju pulau-pulau ciamik di perairan Belitung. Pulau yang akan kita kunjungi diantaranya adalah Pulau Pasir (tapi sayang karena sedang pasang, kita gak jadi kesini), snorkling, Pulau Lengkuas, Pulau Batu Berlayar (akhirnya cuma dilewatin doang, gak mampir), dan terakhir Pulau Burung.

Foto bareng-bareng dulu dong biar sah!

Satu persatu kapal rombongan kami mulai gerak maju. Belum begitu jauh, masih kelihatan pantai di belakang.

Kali ini kapal yang kami tumpangi sudah benar-benar di tengah laut. Ini pengalaman pertama gue naik perahu terbuka.
Beruntungnya, gue dan teman-teman satu kapal gak ada yang mabok laut, perjalanan kita jadi riang gembira hahaha.

Kami melewati tumpukan batu raksasa yang menyerupai kepala burung Garuda, wow!

Setelah kapal kami berputar-putar cukup lama, akhirnya sampai juga di spot snorkling. Gue sendiri memutuskan
untuk gak ikutan dan memilih jadi tukang foto hehehe...

Teman-teman gue seru-seruan buat formasi dalam air gitu dan gue diatas kapal fotoin mereka
*disitu kadang saya merasa sedih*

Akhirnya setelah dikompor-komporin suruh nyebur, gue akhirnya luluh juga hahaha...
Ini pertama kalinya sepanjang hidup, gue berani nyemplung ke kolam, eh bukan ini laut malah!!!
Walaupun udah pakai pelampung tetap aja gue parno, untung aja ada teman-teman gue yang bantuin.

Gue gak bisa lama-lama lihat kebawah karena masalah pernafasan hahaha.. tapi gue bahagia banget deh ah.
Selain akhirnya gue berhasil mengalahkan rasa takut untuk nyebur ke laut, walaupun cuma dua detik gue senang bisa lihat
ikan-ikan berenang dan terumbu karang warna-warni. Mendadak gue nyesel kenapa gak dari dulu belajar berenang T.T

Teman gue yang berhasil nyelam di kedalaman 4 meter.

Setelah puas snorkling, kita naik ke kapal lagi dan mulai merapat ke Pulau Lengkuas untuk makan siang.
Berhubung mercusuarnya sedang direnovasi, kita jadi gak bisa naik ke atas.

Sehabis makan siang, kita jalan-jalan di sekitaran pulau sampai akhirnya nemuin spot foto yang ciamik!

Fotonya kelihatan mendung ya, padahal terik banget.
Setelah puas bermain-main di Pulau Lengkuas ini, kita kembali ke kapal untuk mengunjungi pulau selanjunya yaitu Pulau Burung, namun sayang karena kita semua udah pada kecapean jadinya gak lama-lama juga disini.

Hari ke dua ini ditutup dengan tidur sore di hotel, setelahnya dilanjutnya makan makan (seafood) dan beli oleh-oleh kayak kerupuk ikan, terasi, lada, serta macam pernak-pernik. Untuk pernak-pernik macam gantungan kunci, magnet kulkas, dan kerajinan tangan gitu harganya mulai dari Rp 10.000,- cukup mahal sih jika dibandingkan benda serupa yang dijual di Bali, Jogja, atau kota wisata lainnya.

Cerita Selanjutnya: Review Hotel Bahamas & Resort serta Kuliner Belitung yak! 
semoga belum bosan hehehe...

Saturday, 3 October 2015

Belitung #3: Indahnya Pantai Laskar Pelangi

Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia, berlarilah....
tanpa lelah sampai engkau meraihnya

Laskar Pelangi
Takkan terikat waktu, bebaskan mimpimu di angkasa, warnai bintang di jiwa.


Belitung dan Laskar Pelangi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Nama Kepulauan Belitung terkenal seiring kesuksesan film Laskar Pelangi yang diambil dari novel karya Andrea Hirata, putera asli Belitung. Salah satu lokasi syuting film tersebut berada di Pantai Tanjung Tinggi.

Pantai Tanjung Tinggi berlokasi sekitar 30 KM dari pusat kota Tanjung Pandan. Pantai ini identik dengan adanya batu granit raksasa yang mengelilingi pantai. Jumlah batu granit yang ada di pantai Tanjung Tinggi mencapai angka ratusan dengan ukuran yang variatif. Keindahan panorama di Tanjung Tinggi membuat pantai ini menjadi lokasi wisata yang harus banget dikunjungi.


Sebagai bukti kalau pantai ini pernah menjadi salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi

Ekspresi kesenengan hihihi...
Batu granit dipinggir pantai, tunggu dulu ini baru batu-batu permulaan hahaha
Bergaya dikit boleh doong ahh!
Abis itu binggung mau turunnya gimana, huahahahaa....

Mengabadikan indahnya alam ciptaan Tuhan secara digital

Batu-batu granit lagi, masih banyak lowhhh...

Yaampun, di foto ini gue lupa tahan nafas *kempesin perut*

Ada batu-batu granit lagi di tengah laut.

Garis pantai yang panjang terlihat dari atas batu sini.

Perahu tradisional juga sedang berlayar

Bersantai sambil rendam kaki, segar banget...

Ini yang kadang bikin gue geregetan kenapa gak bisa berenang. Air lautnya jernih dan seolah manggil-manggil
untuk nyemplung. Semoga aja gue cukup berani besok.

Udah ah capek, yuk mari siap-siap ke restoran. Udah laper...

Seger banget ya siang-siang minum es kelapa muda.

Parkir kendaraan pengunjung Pantai Tanjung Tinggi. Eh, ada anjing di pantai.

Jujur saya terpesona banget sama keindahan Pantai Tanjung Tinggi ini, gak heran kalau pantai ini suka dijadikan lokasi foto prewedding. Jika ada kesempatan gue ingin kembali lagi kesini, duduk diatas batu-batu granit raksasa itu sendirian, sambil menatap hamparan laut yang luas, memejamkan mata, lalu mengucap syukur.

Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa, cinta kita di dunia....